Roti Kedaluwarsa Siau Timur: Kelalaian Terungkap

Diposting pada

Kecamatan Siau Timur, yang menjadi pusat perekonomian Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, tengah menjadi perbincangan hangat. Hal ini terkait dengan program makanan gratis yang dijalankan di wilayah tersebut. Sitaro sendiri merupakan sebuah kepulauan yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi laut dan udara. Untuk jalur laut, terdapat kapal penumpang yang melayani rute Manado-Siau setiap hari, dengan waktu tempuh sekitar sembilan jam.

Sorotan terhadap program makanan gratis ini muncul setelah ditemukannya roti kedaluwarsa yang sempat didistribusikan kepada siswa di beberapa sekolah penerima manfaat. Temuan ini pertama kali diungkapkan oleh pihak SMA Negeri 1 Siau Timur.

Temuan Roti Kedaluwarsa di SMA Negeri 1 Siau Timur

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Siau Timur, Dessy S. Medellu, membenarkan bahwa sekolahnya menerima roti yang sudah melewati batas waktu konsumsi. “Roti yang kami terima memiliki tanggal kedaluwarsa 3 Januari 2026, namun didistribusikan pada Jumat, 23 Januari 2026,” ungkap Medellu saat ditemui di sekolahnya.

Ia menjelaskan bahwa roti tersebut sempat dibagikan kepada siswa kelas X sebelum pihak sekolah menyadari adanya masalah. “Untuk kelas XI dan XII, setelah diketahui ada roti kedaluwarsa, sebagian kecil tidak kami salurkan,” lanjutnya.

Medellu menambahkan bahwa SMA Negeri 1 Siau Timur memiliki dua orang yang bertanggung jawab khusus untuk program makanan gratis ini. Setiap keluhan siswa terkait kualitas makanan akan dilaporkan dan diteruskan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini. Baru kali pertama kami menemukan makanan yang sudah kedaluwarsa,” tambahnya.

Masalah Keterlambatan Distribusi

Selain masalah kualitas makanan, pihak sekolah juga menyoroti masalah keterlambatan distribusi. Akibatnya, tidak semua siswa dapat menerima makanan karena sebagian sudah pulang. “Kami berharap pengawasan SPPG ke depan lebih ketat, baik soal kualitas makanan maupun ketepatan waktu pengantaran,” tegas Medellu.

Tanggapan SPPG Siau Timur

Kepala SPPG Siau Timur, Jeklyn Liunsanda, mengakui adanya kelalaian dalam proses pengawasan distribusi. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 240 bungkus roti kedaluwarsa telah terlanjur disalurkan ke beberapa sekolah di wilayah Siau Timur. “Untuk sementara, baru SD Ulu dan SMA Negeri 1 Siau Timur yang melaporkan. Kami masih mendata sekolah lain karena belum semua memberikan respons,” ujar Liunsanda saat dikonfirmasi.

Sebagai langkah antisipasi, SPPG telah mengeluarkan imbauan kepada siswa dan orang tua agar roti tersebut tidak dikonsumsi. “Kami juga menyampaikan melalui media sosial, termasuk TikTok, agar makanan tersebut tidak dimakan. Jika ada yang sudah mengonsumsi dan mengalami keluhan, segera melapor untuk mendapatkan penanganan medis di puskesmas,” jelasnya.

Liunsanda menambahkan bahwa makanan MBG yang bermasalah akan diganti dan dijadwalkan pendistribusiannya pada Senin, 26 Januari 2026.

Rangkuman Permasalahan dan Tindakan yang Diambil:

Berikut adalah rangkuman permasalahan yang terjadi dan tindakan yang telah diambil oleh pihak terkait:

  • Distribusi Roti Kedaluwarsa:

    • Roti dengan tanggal kedaluwarsa 3 Januari 2026 didistribusikan pada 23 Januari 2026.
    • Sebanyak 240 bungkus roti kedaluwarsa terlanjur disalurkan.
    • Sekolah yang melaporkan: SD Ulu dan SMA Negeri 1 Siau Timur.
    • Tindakan: Imbauan agar roti tidak dikonsumsi melalui media sosial dan pengumuman langsung.
  • Keterlambatan Distribusi:

    • Tidak semua siswa menerima makanan karena keterlambatan pengantaran.
    • Tindakan: Pihak sekolah berharap pengawasan SPPG lebih ketat.
  • Tindakan SPPG:

    • Mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan.
    • Mengimbau siswa dan orang tua agar tidak mengonsumsi roti kedaluwarsa.
    • Menjadwalkan penggantian makanan yang bermasalah pada 26 Januari 2026.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan siswa terkait dengan kualitas makanan yang diberikan dalam program makanan gratis. Diharapkan, pihak SPPG dapat meningkatkan pengawasan dan koordinasi dalam proses distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Selain itu, ketepatan waktu pengantaran juga perlu diperhatikan agar semua siswa dapat menikmati manfaat dari program ini. Transparansi dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah, SPPG, dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan program makanan gratis di Kecamatan Siau Timur.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan