Upaya Pertemuan Ruben Onsu dan Anak: Kuasa Hukum Jelaskan Posisi Klien
Konflik yang melibatkan hak asuh anak dalam rumah tangga publik kerap menjadi sorotan. Baru-baru ini, isu mengenai kesulitan pertemuan antara presenter ternama Ruben Onsu dengan kedua buah hatinya, Betrand Peto dan Thalia Putri Onsu, mencuat ke publik. Menanggapi berbagai pemberitaan yang beredar, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi mendalam mengenai posisi kliennya.
Minola Sebayang dengan tegas membantah adanya tudingan bahwa Ruben Onsu secara langsung menyatakan bahwa Sarwendah, mantan istrinya, mempersulit pertemuan dengan anak-anak mereka. Penegasan ini disampaikan oleh Minola dalam sebuah kesempatan wawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin malam.
“Ruben hanya menyampaikan dirinya kesulitan bertemu dengan anak-anaknya selama enam bulan terakhir, bukan dipersulit,” ujar Minola Sebayang, menekankan perbedaan frasa yang krusial.
Menurut penjelasan Minola, kliennya tidak pernah menggunakan kata “dipersulit” dalam pernyataannya. Ruben Onsu hanya menyampaikan fakta bahwa ia mengalami kendala dan kesulitan dalam menjalin pertemuan rutin dengan anak-anaknya selama kurun waktu enam bulan terakhir. Inti dari pernyataan Ruben, tegas Minola, adalah keinginan untuk dapat menjalankan hak kunjungnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama Sarwendah pascaperceraian, tanpa menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks.
Hak Kunjung Sesuai Kesepakatan Menjadi Prioritas
Minola Sebayang lebih lanjut menguraikan bahwa Ruben Onsu memiliki keinginan kuat untuk dapat bertemu dengan anak-anaknya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Kesepakatan ini, yang dibuat setelah proses perceraian, dirancang untuk memastikan bahwa hubungan antara ayah dan anak tetap terjaga dengan baik.
“Ruben hanya ingin mendapatkan haknya untuk bertemu anak sesuai kesepakatan, yaitu tiga hari dalam seminggu,” ungkap Minola, merinci salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa selama ini, Ruben Onsu selalu berupaya untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan anak-anaknya ketika memiliki niat untuk bertemu. Namun, terkadang respons yang diterima membutuhkan waktu yang cukup lama untuk datang. Hal ini yang kemudian menimbulkan rasa kesulitan bagi Ruben untuk dapat berjumpa dengan buah hatinya secara konsisten.
Pentingnya Melindungi Anak dari Konflik Orang Tua
Dalam kesempatan yang sama, Minola Sebayang juga menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai potensi dampak negatif konflik orang tua terhadap anak-anak. Ia berpendapat bahwa anak-anak, terutama yang masih berusia muda, belum tentu sepenuhnya memahami kompleksitas situasi yang sedang terjadi antara kedua orang tua mereka.
Oleh karena itu, Minola menekankan pentingnya peran orang tua untuk senantiasa mengedepankan kepentingan terbaik anak. Para orang tua diharapkan dapat menjadi fasilitator yang mendorong terjalinnya hubungan yang harmonis antara anak dengan kedua belah pihak, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana anak-anak tetap bisa bertemu dengan bapaknya sebagaimana yang sudah disepakati,” tegas Minola.
Ia menambahkan bahwa anak-anak seharusnya tidak menjadi objek atau korban dari perselisihan yang terjadi antara orang tua mereka. Peran Sarwendah dan Ruben Onsu sangat krusial dalam memastikan anak-anak tetap merasa aman, dicintai, dan terhubung dengan kedua orang tuanya, terlepas dari status pernikahan mereka.
Harapan untuk Komunikasi yang Lebih Baik
Menatap ke depan, Minola Sebayang mengungkapkan harapannya agar Ruben Onsu dan Sarwendah dapat membangun kembali saluran komunikasi yang lebih efektif dan terbuka. Komunikasi yang baik antar kedua belah pihak dinilai sebagai kunci utama untuk memastikan bahwa hak dan kewajiban masing-masing sebagai orang tua dapat terus berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.
“Lebih lanjut, Minola berharap Ruben Onsu dan Sarwendah dapat membangun komunikasi yang lebih baik ke depannya agar hak dan kewajiban masing-masing sebagai orang tua tetap berjalan dengan baik,” ujar Minola.
Menurut pandangannya, Ruben Onsu tidak memiliki tuntutan lain selain pelaksanaan kesepakatan yang telah tertuang dalam perjanjian perceraian. Semua upaya yang dilakukan oleh Ruben, termasuk dalam hal bertemu anak-anaknya, semata-mata bertujuan untuk menjalankan kembali apa yang telah disepakati bersama.
“Ruben hanya ingin apa yang sudah disepakati bisa dijalankan, termasuk hak bertemu anak,” pungkas Minola Sebayang, menegaskan kembali inti dari aspirasi kliennya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai situasi yang sebenarnya, serta menyoroti pentingnya menjaga kesejahteraan anak di tengah dinamika kehidupan rumah tangga publik.












