Ruben Onsu Sulit Bertemu Anak Pasca Cerai, Sarwendah Sindir Komunikasi

Diposting pada

Polemik Pertemuan Ruben Onsu dan Anak Pasca-Perceraian: Komunikasi Kunci Utama

Permasalahan mengenai frekuensi pertemuan antara presenter ternama Ruben Onsu dengan kedua buah hatinya pasca-resmi bercerai dari Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, sempat mengungkapkan kerinduannya kepada kedua putrinya yang kini tinggal bersama mantan istrinya. Pernyataan ini pun disambut dengan klarifikasi dari pihak Sarwendah, yang menegaskan bahwa inti permasalahan terletak pada kurangnya komunikasi, bukan pada pembatasan akses pertemuan.

Ruben Onsu dan Sarwendah, yang menikah pada tahun 2013, dikaruniai dua orang anak dari pernikahan mereka. Namun, bahtera rumah tangga mereka harus berakhir pada tahun 2024 setelah resmi bercerai. Pasca-perceraian, keduanya diketahui telah menyepakati sejumlah ketentuan, termasuk mengenai jadwal pertemuan Ruben dengan kedua putrinya.

Kesepakatan dan Realitas Pertemuan

Dalam kesepakatan awal yang disebut-sebut dalam akta perceraian, Ruben dikabarkan memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari setiap pekannya. Kesepakatan ini bertujuan untuk memastikan kedua belah pihak tetap dapat memelihara hubungan baik dengan anak-anak mereka, meskipun tidak lagi hidup bersama.

Namun, berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, pelaksanaan kesepakatan ini belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Abraham Simon mengklarifikasi bahwa draf awal akta kesepakatan tidak secara spesifik membahas pembagian waktu pertemuan harian, seperti dua hingga tiga hari dalam seminggu, sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Ruben Onsu.

“Perlu kami klarifikasi bahwa draf awal akta kesepakatan tidak membahas mengenai waktu bertemu anak, dua sampai tiga hari dalam seminggu sebagaimana yang disampaikan oleh RO (Ruben Onsu) melalui kuasa hukumnya,” terang Abraham Simon.

Perspektif Sarwendah: Hubungan Keluarga Tak Perlu Diatur Ketat

Abraham Simon membeberkan alasan mengapa Sarwendah, yang akrab disapa Wenda, tidak mempermasalahkan pengaturan jadwal pertemuan yang terlalu rinci. Menurutnya, Sarwendah memiliki pandangan bahwa hubungan antara orang tua dan anak adalah ikatan alami yang tidak seharusnya dibatasi oleh aturan waktu yang kaku.

“Kenapa? Karena klien kami berpikir bahwa ini kan hubungan ayah dan anak, hubungan ibu dan anak. Kenapa harus diatur harinya?” tegas Abraham Simon. Ia menambahkan bahwa hubungan antara ayah dan anak adalah sesuatu yang seharusnya mengalir secara organik dan tidak perlu diatur secara spesifik dalam sebuah dokumen hukum.

Lebih lanjut, kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa permasalahan yang muncul belakangan ini lebih disebabkan oleh faktor komunikasi. Ia menekankan bahwa Sarwendah tidak pernah berniat untuk membatasi akses Ruben Onsu dalam bertemu dengan anak-anak mereka.

“Ini hanya masalah komunikasi saja kok,” tambahnya. Abraham menjelaskan bahwa Sarwendah selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Ruben untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka. Hal ini mencakup pertemuan tatap muka langsung maupun komunikasi melalui sambungan telepon.

“Mau bertemu silakan datang, silakan hubungi anak-anaknya. Dan memang diatur di dalam akta ini diberikan kesempatan seluas-luasnya, baik melalui telepon secara tidak langsung atau berkunjung secara langsung,” pungkasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pintu komunikasi dan pertemuan selalu terbuka bagi Ruben.

Ruben Onsu: Keseimbangan Antara Kerinduan dan Realitas Anak

Di sisi lain, Ruben Onsu sendiri mengakui bahwa intensitas pertemuannya dengan anak-anaknya memang berkurang pasca-perceraian. Ia menyoroti bahwa kedua anaknya kini memiliki kesibukan masing-masing yang terkadang membuat mereka sulit untuk dihubungi atau ditemui sesuai keinginan.

“Ada waktunya. Cuma mungkin anak-anak yang sibuk saya sudah mencoba menghubungi anak-anak, cuma anak-anak yang sibuk,” kata Ruben. Ia mengungkapkan bahwa terkadang usahanya untuk berkomunikasi atau bertemu terhalang oleh jadwal anak-anak yang padat.

Spekulasi dari warganet mengenai alasan Ruben jarang bertemu anak-anaknya pun muncul. Namun, presenter yang juga dikenal sebagai kakak dari aktor Jordi Onsu ini memilih untuk bersikap cuek dan tidak terpancing untuk memberikan penjelasan detail.

“Kalau netizen punya jawabannya beda gitu, punya jawabannya beda dan saya tidak ingin terpancing untuk menceritakan sebenarnya gitu,” ujarnya. Ruben memilih untuk fokus pada kesejahteraan anak-anaknya, yang kini sudah memiliki akses terhadap teknologi dan mampu berkomunikasi sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Ruben juga menyinggung mengenai isi putusan pengadilan terkait hak asuh anak. Ia menyebutkan bahwa dalam putusan tersebut, terdapat pembagian waktu pengasuhan, di mana empat hari dalam seminggu anak bersama Sarwendah dan sisanya, yaitu tiga hari, seharusnya bersama dirinya.

“Memang kalau dari pengadilan itu kan empat dan tiga ya harusnya, tiga hari harusnya di saya gitu,” ungkapnya. Namun, Ruben menunjukkan sikap legawa dan memahami jika pembagian waktu tersebut belum bisa sepenuhnya terlaksana karena kesibukan anak-anak.

“Kalau saya mau kejar terus takutnya anak-anak punya kegiatan yang lain ya dia punya kesibukan,” tandasnya. Sikap ini mencerminkan prioritas Ruben yang lebih mengutamakan kenyamanan dan kegiatan anak-anaknya.

Di akhir pernyataannya, Ruben tidak bisa menyembunyikan rasa kerinduannya yang mendalam terhadap kedua buah hatinya. “Rindu nggak mungkin nggak, pasti rindu,” tutupnya, mengisyaratkan bahwa meskipun ada kendala, kasih sayangnya kepada anak-anak tidak pernah berkurang.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan