Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa video viral yang menampilkan dugaan dugem dan pesta narkoba direkam di dalam salah satu kamar rutan. Kepastian awal itu disampaikan setelah tim gabungan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dan pihak Rutan Depok melakukan pemeriksaan atas informasi yang beredar, Minggu (4/10) malam.
Ario menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kebenaran rekaman yang ramai dibicarakan di media sosial. Dari hasil penelusuran awal, aktivitas yang tampak dalam video dinilai kuat berkaitan dengan kejadian di dalam Rutan Kelas I Depok. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti pada verifikasi internal, melainkan langsung menyiapkan langkah lanjutan sesuai prosedur.
“Jadi, kami dari Rutan Depok sudah melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang beredar dan ada indikasi kuat terhadap apa yang dilaporkan,” kata Ario, Minggu (4/10) malam. Ia menambahkan, hasil investigasi awal menunjukkan lokasi dalam video memang berada di area Rutan Depok. “Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujarnya.
Setelah temuan awal itu, Rutan Depok mengambil langkah penanganan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Salah satunya adalah menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian agar dapat diproses sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini ditempuh untuk memastikan penanganan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan internal, tetapi juga masuk ke ranah hukum bila ditemukan unsur pelanggaran.
Selain melapor ke polisi, pihak rutan juga menyampaikan perkembangan kasus ini kepada pimpinan di lingkungan pemasyarakatan. Ario menyebut laporan telah diteruskan kepada Kepala Kantor Wilayah serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperoleh arahan terkait langkah berikutnya. Menurut dia, koordinasi ini penting agar penanganan dilakukan secara berjenjang dan sesuai ketentuan.
Dalam prosesnya, pemeriksaan awal dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Kanwil Ditjenpas Jawa Barat dan Rutan Kelas I Depok. Tim tersebut diberi tugas mengurai fakta dari video yang beredar sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Hasil pemeriksaan dan langkah yang sudah diambil juga telah disampaikan ke jajaran pimpinan Ditjenpas sebagai dasar arahan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan aktivitas terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan, yang semestinya berada di bawah pengawasan ketat. Dengan adanya pemeriksaan gabungan, pelibatan kepolisian, dan koordinasi ke tingkat pusat, Rutan Depok kini menunggu hasil penelusuran lanjutan untuk memastikan siapa saja yang terlibat serta tindakan apa yang akan dijatuhkan sesuai aturan.
Sumber: jabar.jpnn.com




