Saham GOTO Menguat Tipis, Analis Soroti Diskon Valuasi dan Rencana Buyback

Diposting pada

JAKARTA — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi pusat perhatian pasar pada perdagangan Jumat (2/10), setelah sempat tertekan dalam empat sesi sebelumnya. Pada sesi I, saham emiten teknologi itu bergerak di level Rp 27, lalu naik ke Rp 30 hingga pukul 15:36 WIB. Lonjakan minat transaksi terlihat dari nilai perdagangan yang mencapai Rp 1,74 triliun dengan volume 65,11 miliar saham hingga akhir sesi I, tertinggi dalam lima hari terakhir.

Di tengah aktivitas yang ramai tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta menilai posisi harga GOTO saat ini sudah sangat murah dibandingkan nilai bukunya. Ia menyoroti bahwa saham perusahaan tersebut diperdagangkan di bawah satu kali price-to-book value, sementara GoTo sudah mencatatkan laba bersih dalam dua kuartal beruntun. Menurut Kafi, kondisi itu membuat valuasi saham terlihat menarik bagi sebagian investor.

“Pada harga saat ini, saham GoTo sudah diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value, padahal perusahaan sudah profitable. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa valuasi sahamnya sudah rendah dibandingkan nilai buku perusahaan,” ujar Kafi, Jumat (2/10).

Dari sisi kinerja, GoTo menunjukkan perbaikan yang cukup nyata pada kuartal II 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp 252 miliar, naik sekitar 47% dari Rp 171 miliar pada kuartal sebelumnya. Pendapatan bersih juga tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp 5,7 triliun. Di saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan menembus Rp 1 triliun untuk pertama kalinya, sehingga memperkuat peluang perusahaan mengejar target EBITDA 2026 sebesar Rp 3,2 triliun sampai Rp 3,4 triliun.

Kafi menilai besarnya transaksi di saat harga masih tertekan menunjukkan pasar mulai melirik GOTO pada level bawah. Namun, ia menekankan bahwa kondisi itu belum otomatis menandakan pembalikan arah harga. Menurutnya, tekanan jual yang mulai berkurang memberi sinyal bahwa saham tersebut sudah jauh terkoreksi dan mulai menarik minat investor yang mencari harga diskon.

Selain fundamental yang membaik, GoTo juga memiliki ruang dukungan dari aksi pembelian kembali saham. Perseroan telah memperoleh persetujuan buyback dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, serta ketentuan yang berlaku. Kafi menilai buyback dapat menjadi penegasan bahwa manajemen percaya terhadap nilai perusahaan sekaligus memberi dorongan psikologis bagi investor.

Pandangan serupa disampaikan Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardiansyah. Ia menilai bisnis GoTo menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan profitabilitas yang konsisten. Edo juga menyebut harga wajar GOTO menurut konsensus berada di rentang Rp 65 hingga Rp 74 per saham, jauh di atas harga pasar saat ini. Menurut dia, ruang kenaikan itu akan lebih mudah tercapai jika tekanan jual mereda dan investor kembali menilai GoTo dari kinerja bisnisnya, bukan semata dari pergerakan harga jangka pendek.

Sumber: investasi.kontan.co.id

Tinggalkan Balasan