Sanca Sudirman: Gigit Warga, Satu Ditangkap!

Diposting pada

Warga Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, kembali diresahkan dengan penemuan ular sanca di sekitar Jalan Raya Jenderal Sudirman. Seekor anak ular sanca diamankan warga pada Senin pagi, 25 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB. Lokasi penemuan berada di trotoar jalan yang sama dengan penemuan puluhan ular sanca sebulan sebelumnya.

Penemuan ini kembali memicu kekhawatiran di kalangan warga, terutama para pemilik warung di sekitar lokasi. Kejadian serupa sebelumnya, pada 9 Desember 2025, mencatat penemuan lebih dari 20 ekor anak ular sanca di gorong-gorong trotoar Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Ular sanca, meskipun tidak berbisa, dikenal sebagai predator yang kuat. Mereka melumpuhkan mangsanya dengan melilit hingga sesak napas sebelum menelannya secara utuh. Habitat alami ular ini adalah hutan tropis, di mana mereka dapat tumbuh hingga mencapai ukuran yang sangat besar.

Libra Rustiana, salah seorang pemilik warung di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa ular yang diamankan pada Senin pagi memiliki panjang sekitar 50 sentimeter. Ia juga menambahkan bahwa sebulan sebelumnya, warga telah mengamankan lebih dari 20 ekor anak ular sanca di lokasi yang berdekatan.

“Lokasinya masih tidak jauh dari tempat penemuan 23 ekor ular sebelumnya, persis di lokasi itu, di bawah trotoar. Induknya sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Libra.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Libra menceritakan bahwa salah seorang pemilik warung, beserta istrinya, pernah menjadi korban gigitan ular. Pengalaman traumatis ini membuat mereka sangat takut terhadap ular, bahkan terhadap jenis ular yang tidak berbahaya.

“Justru makanya yang punya warung pernah digigit ular, dua-duanya suami dan istri. Mereka ketakutan kalau ada ular, jangankan ular yang kaya gini, ular biasa juga takut,” imbuhnya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya menimbulkan kerugian bagi warga. Selain gigitan, ular sanca juga dilaporkan memangsa hewan ternak milik warga sekitar.

“Bahkan di warga juga di bawah, ayamnya ada yang hilang, ternyata sama ular dan ularnya dapet,” kata Libra.

Berikut adalah poin-poin penting terkait kejadian ini:

  • Waktu Kejadian: Senin, 25 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB.
  • Lokasi: Trotoar Jalan Raya Jenderal Sudirman, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
  • Jenis Ular: Anak ular sanca.
  • Ukuran Ular: Sekitar 50 sentimeter.
  • Kejadian Sebelumnya: Penemuan puluhan anak ular sanca pada 9 Desember 2025 di lokasi yang sama.
  • Dampak:

    • Kekhawatiran warga, terutama pemilik warung.
    • Kasus gigitan ular terhadap pemilik warung.
    • Hilangnya hewan ternak milik warga yang diterkam ular.

    • Warga menjadi waspada terhadap kemunculan ular.

  • Tindakan yang Diperlukan:

    • Pencarian induk ular sanca.

      • Hal ini penting untuk mencegah kemunculan ular-ular baru di area tersebut.

        • Peningkatan kewaspadaan warga.
      • Warga perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi penemuan ular.

        • Koordinasi dengan pihak terkait.
      • Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu melakukan koordinasi untuk mengatasi masalah ini dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap potensi kemunculan hewan liar, terutama di area yang berdekatan dengan habitat alami mereka. Diharapkan, pihak terkait dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan