Presiden Prabowo Subianto melantik Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji sebagai menteri perindustrian di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10). Ia masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian susunan kabinet yang dilakukan pemerintah. Pengangkatan Sarmuji didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104B 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Dalam prosesi itu, Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti Sarmuji. Sumpah tersebut menegaskan komitmen untuk setia pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan demi pengabdian kepada bangsa dan negara.
Prabowo juga membacakan bagian sumpah yang menekankan kewajiban menjaga etika jabatan serta bekerja dengan penuh tanggung jawab. Setelah itu, Sarmuji menandatangani surat pengangkatan yang disaksikan langsung oleh Presiden.
Masuknya Sarmuji ke kursi menteri perindustrian menambah daftar perubahan dalam Kabinet Merah Putih sejak dibentuk untuk periode pemerintahan 2024-2029. Langkah ini sekaligus menandai perpindahan tanggung jawab sektor industri dari Agus Gumiwang kepada politisi senior Golkar tersebut.
Sarmuji selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Partai Golkar. Penunjukannya ke pos menteri perindustrian menjadi pergeseran strategis dalam pengelolaan sektor industri nasional, yang selama ini menjadi salah satu bidang penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Sumber: www.jpnn.com




