Renungan Harian: Menghadapi Tantangan dengan Iman
Renungan hari ini mengusung tema “Seperti Anak Domba di Tengah Serigala,” sebuah gambaran yang kuat tentang tantangan dan risiko dalam mewartakan Injil. Tema ini sangat relevan bagi kita semua, khususnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai pengikut Kristus.
Bacaan Liturgi Katolik
Untuk memahami lebih dalam tema ini, mari kita telaah bacaan liturgi Katolik:
Bacaan Pertama: 2 Timotius 1:1-8
Paulus, dalam suratnya kepada Timotius, mengingatkan akan iman yang tulus ikhlas. Ia menekankan pentingnya mengobarkan karunia Allah yang telah diterima, serta tidak malu bersaksi tentang Tuhan. Paulus juga mengajak Timotius untuk ikut menderita bagi Injil dengan kekuatan Allah.
* Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.cMazmur ini mengajak kita untuk menyanyikan lagu baru bagi Tuhan, mewartakan keselamatan-Nya, dan memberikan kemuliaan kepada-Nya. Kita dipanggil untuk sujud menyembah Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.
* Bait Pengantar Injil: Alleluya“Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.”
* Bacaan Injil: Lukas 10:1-9Yesus mengutus tujuh puluh murid berdua-dua mendahului-Nya. Ia berpesan bahwa tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Yesus mengutus mereka seperti anak domba ke tengah-tengah serigala, tanpa membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut. Mereka diminta untuk memberitakan damai sejahtera dan menyembuhkan orang sakit, serta mengabarkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Inti Renungan: Risiko dan Ketergantungan pada Allah
Bagi penginjil Lukas, mewartakan Injil adalah tugas utama setiap murid Yesus. Pewartaan ini menghadirkan orang pada pilihan untuk mengambil sikap yang jelas dalam misi kemuridan. Perutusan para murid adalah mewartakan keselamatan yang telah datang dan hadir di tengah dunia. Keselamatan itu terwujud dalam kehadiran Yesus yang memberikan damai sejahtera, pembebasan, terang, dan penyembuhan.
Yesus menyerukan, “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Kalimat ini mengandung makna mendalam tentang risiko yang harus dihadapi oleh setiap pengikut Kristus. Risiko itu ada dalam dinamika pelayanan, dalam menghadapi tantangan dan penolakan.
Namun, Yesus memberikan jaminan bahwa risiko ini tidak akan menjadi beban jika para murid-Nya total mengandalkan Allah. Oleh karena itu, Yesus meminta para murid untuk tidak membawa barang-barang lahiriah yang justru akan mengalihkan fokus dari pelayanan. Mereka, dan juga kita semua, hendaknya bergantung sepenuhnya pada penyelenggaraan Ilahi.
Mengapa Ketergantungan pada Allah Penting?
Ketergantungan pada Allah bukan berarti kita pasrah tanpa melakukan apa-apa. Sebaliknya, ketergantungan ini membebaskan kita dari kekhawatiran dan ketakutan, sehingga kita dapat melayani dengan lebih fokus dan berani. Kita yakin bahwa iman kepada Allah tidak akan pernah sia-sia, tetapi justru mengantar kita pada sukacita sejati sebagai murid-murid-Nya.
- Fokus pada Misi: Dengan tidak membawa barang-barang duniawi, para murid dapat lebih fokus pada misi mereka, yaitu mewartakan Kerajaan Allah.
- Keberanian dalam Menghadapi Tantangan: Ketergantungan pada Allah memberikan keberanian untuk menghadapi tantangan dan penolakan.
- Sukacita dalam Pelayanan: Iman kepada Allah mengantar kita pada sukacita sejati dalam melayani sesama.
Bagaimana Menerapkan Renungan Ini dalam Kehidupan Sehari-hari?
Renungan ini dapat kita terapkan dalam berbagai aspek kehidupan kita:
- Dalam Pekerjaan: Kita dapat mengandalkan Allah dalam menghadapi tantangan di tempat kerja, serta melayani rekan kerja dengan kasih.
- Dalam Keluarga: Kita dapat mengandalkan Allah dalam membimbing keluarga kita, serta menjadi teladan iman bagi anak-anak kita.
- Dalam Masyarakat: Kita dapat mengandalkan Allah dalam berkontribusi bagi masyarakat, serta memperjuangkan keadilan dan perdamaian.
Doa Penutup
Ya Tuhan, temanilah kami selalu dalam tugas perutusan yang kami terima dari-Mu. Bantulah kami untuk mengandalkan Engkau dalam segala hal, sehingga kami dapat menjadi saksi-Mu yang setia di tengah dunia ini. Amin.



















