• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Breaking News

Serangan Pemberontak di Laut Merah: Dua Tentara AS Terluka

Erwin by Erwin
18 Maret 2026 - 12:55
in Breaking News
0

Kapal Induk USS Gerald Ford Diserang di Laut Merah, Dua Tentara Terluka

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perairan Laut Merah pada Kamis, 12 Maret 2026, ketika kapal perang canggih Amerika Serikat, USS Gerald Ford, dilaporkan menjadi sasaran serangan oleh kelompok pemberontak. Meskipun serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada kapal induk nuklir yang ikonik ini, insiden tersebut menyebabkan luka ringan pada dua personel angkatan laut yang sedang bertugas.

Pejabat militer Amerika Serikat yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi bahwa kedua tentara yang terluka telah menerima perawatan medis yang memadai dan kondisinya stabil. “Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal dan kapal induk tetap beroperasi penuh,” tegas pejabat tersebut, menyoroti ketahanan dan kesiapan tempur USS Gerald Ford meskipun menghadapi ancaman.

Peran Strategis USS Gerald Ford dalam Misi Militer

USS Gerald Ford bukan sekadar kapal perang biasa; ia adalah kapal induk kelas terdepan milik Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dirancang untuk menjadi tulang punggung kekuatan maritim global. Kapal ini telah memainkan peran krusial dalam berbagai operasi militer, termasuk keterlibatannya dalam serangan Amerika Serikat ke Iran yang diberi sandi Operasi Epic Furry. Selain itu, USS Gerald Ford juga ditugaskan untuk memantau situasi keamanan yang sensitif di Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital di Timur Tengah.

Dengan kapasitas menampung lebih dari 5.000 personel militer dan lebih dari 75 pesawat tempur yang siap diterjunkan, USS Gerald Ford merupakan kekuatan yang tangguh di medan perang. Laporan menyebutkan bahwa kapal induk ini telah berlayar selama kurang lebih sembilan bulan, terlibat dalam serangkaian misi operasional yang beragam, termasuk operasi militer di Iran. Kehadirannya di perairan Timur Tengah juga berfungsi sebagai penegasan kehadiran dan upaya menjaga stabilitas, sejalan dengan visi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memelihara perdamaian dunia.

Baca Juga  Kesaksian Sasha Riley: Jeritan Korban Jaringan Epstein Gemparkan Dunia

Patroli Intensif di Laut Merah dan Wilayah Sekitar

Sejak Rabu, 11 Maret 2026, USS Gerald Ford telah aktif berlayar di Laut Merah. Tujuannya adalah untuk melakukan patroli rutin dan memantau perkembangan situasi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Kapal induk ini dijadwalkan akan terus beroperasi di perairan Timur Tengah, termasuk Laut Merah, hingga April 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap frekuensi serangan yang kerap dilancarkan oleh Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan strategis seperti Laut Merah dan Selat Hormuz. Kehadiran USS Gerald Ford diharapkan dapat memberikan efek gentar dan memastikan kelancaran jalur pelayaran internasional.

Insiden Serangan Drone Terhadap USS Abraham Lincoln

Insiden yang melibatkan USS Gerald Ford bukanlah yang pertama kali terjadi terhadap aset angkatan laut Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pekan sebelumnya, kapal perang lain milik AS, USS Abraham Lincoln, juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone yang dilancarkan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Serangan tersebut terjadi saat USS Abraham Lincoln sedang berpatroli di sekitar Teluk Oman. Namun, berkat keunggulan sistem pertahanan udara angkatan laut Amerika Serikat, drone yang diluncurkan berhasil dihalau sebelum mencapai sasaran. Pernyataan resmi militer AS menegaskan bahwa serangan tersebut tidak berhasil mendekati kapal.

  • Kesiapan Tempur: Kapal perang AS dilengkapi dengan sistem pertahanan udara canggih untuk menangkis ancaman.
  • Dampak Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, memengaruhi stabilitas pelayaran internasional.
  • Peran Kapal Induk: Kapal induk seperti USS Gerald Ford dan USS Abraham Lincoln memainkan peran penting dalam proyeksi kekuatan dan menjaga keamanan maritim.

Perkembangan Terkini dan Implikasi Keamanan

Meskipun serangan terhadap USS Gerald Ford tidak menyebabkan kerusakan signifikan, insiden ini kembali menyoroti eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kejadian ini juga memicu berbagai spekulasi mengenai kemungkinan peningkatan serangan di masa depan.

Baca Juga  Gempa 5,8 SR Guncang Bitung, Pengunjung Pasar Segar Paal Dua Manado Lari Kocar-Kacir

Pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya terus memantau situasi dengan cermat. Latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel di Laut Merah yang dijadwalkan sebelumnya, serta pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan Laut Merah ke Mediterania oleh Mesir, menunjukkan upaya yang lebih luas untuk memperkuat infrastruktur dan keamanan maritim di kawasan tersebut.

Keberadaan kapal perang seperti USS Gerald Ford di Laut Merah adalah bagian dari strategi multidimensional untuk menghadapi ancaman, menjaga kepentingan nasional, dan mempromosikan stabilitas regional di tengah lanskap geopolitik yang kompleks dan dinamis di Timur Tengah.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Inflasi Mei 2026: 0,28%!
Breaking News

Inflasi Mei 2026: 0,28%!

14 Juni 2026 - 22:55
William Thio: Keinginan Terakhir Sebelum Maut di Depan Korem Manado
Breaking News

William Thio: Keinginan Terakhir Sebelum Maut di Depan Korem Manado

14 Juni 2026 - 22:03
Letusan Kembar Lewotobi Pagi Ini
Breaking News

Letusan Kembar Lewotobi Pagi Ini

14 Juni 2026 - 15:08
Anton Kurniawan Todongkan Senpi, Kabur Sebelum Tewas
Breaking News

Anton Kurniawan Todongkan Senpi, Kabur Sebelum Tewas

14 Juni 2026 - 14:16
Oz On-Ramp Shut After Dozens Wrong-Way Drivers
Breaking News

Oz On-Ramp Shut After Dozens Wrong-Way Drivers

14 Juni 2026 - 12:58
Polres Morowali Gagalkan Peredaran 45 Gram Sabu di Bahomakmur
Breaking News

Polres Morowali Gagalkan Peredaran 45 Gram Sabu di Bahomakmur

14 Juni 2026 - 09:30
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Analisis Komprehensif Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak dan Proyeksi Ekonomi

Analisis Komprehensif Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak dan Proyeksi Ekonomi

15 Juni 2026 - 00:42
Céline Dion Adds More Aussie Shows

Céline Dion Adds More Aussie Shows

15 Juni 2026 - 00:38
Regina Dewanti Wakili UAJY di AACM 2026 Asia

Regina Dewanti Wakili UAJY di AACM 2026 Asia

15 Juni 2026 - 00:38
FIFA Restui: Tiket Piala Dunia 2026 Gratis untuk Suporter

FIFA Restui: Tiket Piala Dunia 2026 Gratis untuk Suporter

15 Juni 2026 - 00:12
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.