Menjaga Ketenangan di Tengah Insiden: Imbauan untuk Stabilitas Keamanan di Kabupaten Puncak
Ilaga, Papua Tengah – Di tengah kekhawatiran akan potensi meluasnya ketegangan pasca-insiden penembakan warga di Tembagapura, Kabupaten Mimika, tokoh masyarakat Distrik Ilaga, Toname Mom, menyerukan agar seluruh warga Kabupaten Puncak untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Imbauan ini menjadi krusial dalam upaya menjaga kesatuan dan mencegah konflik horizontal antarwilayah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di pegunungan Papua Tengah.
Kesadaran kolektif dan sikap bijak dari semua pihak, terutama keluarga korban, sangat dibutuhkan agar insiden yang terjadi di tingkat lokal tidak berkembang menjadi ancaman keamanan yang lebih besar dan meluas ke kabupaten tetangga. Toname Mom, yang juga merupakan kakak kandung dari almarhum Ehanus Mom alias Demianus Yolemal, korban dalam insiden tersebut, menekankan pentingnya menjaga kepala dingin dan tidak terpengaruh oleh narasi provokatif yang beredar.
Kronologi Kejadian dan Sikap Keluarga
Insiden yang merenggut nyawa almarhum Ehanus Mom terjadi pada tanggal 2 Maret 2026 di kawasan Tembagapura. Toname Mom menjelaskan bahwa imbauannya ini bertujuan untuk mencegah agar konflik yang terjadi di Kabupaten Mimika tidak merembet ke wilayah Kabupaten Puncak. Ia secara aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat suku Damal di Kampung Kimak untuk memastikan bahwa informasi yang diterima warga akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Fokus utama dari imbauan saya ini adalah untuk mencegah perpindahan konflik dari Kabupaten Mimika ke wilayah Kabupaten Puncak,” ujar Toname melalui pesan tertulis pada Senin, 9 Maret 2026.
Pihak keluarga, menurut Toname, telah berkomunikasi langsung dengan kerabat mereka yang berada di Timika untuk memverifikasi kronologi kejadian secara akurat. Berdasarkan informasi internal keluarga, insiden tersebut terjadi ketika situasi penindakan sedang berlangsung di lokasi kejadian. Keluarga telah memahami kondisi riil yang dialami oleh almarhum dan memilih untuk menyelesaikan persoalan ini secara arif, tanpa menyimpan dendam.
“Saya menyampaikan kepada seluruh keluarga yang ada di sini agar jangan membawa permasalahan dari Timika ke wilayah Puncak. Kita tidak boleh terprovokasi oleh pembicaraan dari pihak lain,” tegas Toname, menyampaikan pesannya kepada seluruh kerabat.
Keputusan Pemakaman yang Meredam Ketegangan
Menunjukkan sikap lapang dada dan komitmen terhadap perdamaian, keluarga korban telah menyetujui agar jenazah almarhum Ehanus Mom dimakamkan di wilayah Mimika pada tanggal 3 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena sebagian besar anggota keluarga juga berdomisili di daerah tersebut, tepatnya di wilayah SP 3 Mimika.
Prosesi pemakaman berjalan dengan lancar setelah penyerahan jenazah di rumah duka Distrik Kwamki Narama. Keputusan untuk memakamkan jenazah di Mimika ini diharapkan dapat menjadi simbol perdamaian dan mengurangi potensi gesekan antarwilayah.
Pesan Perdamaian untuk Masyarakat Luas
Toname Mom tidak berhenti pada imbauan kepada keluarga dekatnya. Ia meminta agar pesan perdamaian ini disebarluaskan kepada masyarakat luas, agar tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan insiden tersebut sebagai alat provokasi. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan dalam upaya menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Melalui video pesan yang dibuatnya, Toname berharap seluruh keluarga dan masyarakat dapat memahami situasi dengan baik dan tidak terprovokasi oleh narasi negatif dari pihak luar. “Video (pesan) ini saya buat supaya semua keluarga dan masyarakat tahu dengan baik, agar kita semua tidak terprovokasi oleh bahasa-bahasa dari luar,” tandasnya.
Penegakan hukum yang transparan juga diharapkan dapat menjadi solusi jitu untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh adat setempat diharapkan terus terjaga untuk mengawal situasi di Ilaga agar tetap kondusif.
Pada akhirnya, kedewasaan masyarakat dalam menyaring informasi dan menjaga komunikasi yang baik menjadi benteng terkuat dalam menjaga perdamaian di tanah Papua.



















