Perjalanan Akhir Pekan di Jalur Pegunungan Guci
Akhir pekan di jalur pegunungan menuju Guci selalu menawarkan pengalaman yang istimewa. Udara dingin, tikungan panjang, kabut tipis yang menghiasi perkebunan teh, serta deretan motor yang saling menyapa dengan lampu sein atau klakson pendek menciptakan suasana yang khas.
Pada hari Minggu (24/5/2026), sore hari, sekelompok rider memulai perjalanan dari Kota Semarang menuju kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal. Mereka memilih jalur tengah agar perjalanan terasa lebih santai. Rombongan melewati Boja, lalu Bawang, dan menembus Doro di Kabupaten Pekalongan sebelum melanjutkan ke Pemalang dan Slawi.
Saat mendekati kawasan wisata Guci, aspal mulai menanjak. Suhu turun perlahan, jaket mulai menjadi teman setia, dan lalu lintas dipenuhi motor-motor touring yang juga mencari udara segar di akhir pekan.
Namun, fokus perjalanan tiba-tiba buyar ketika sebuah rombongan skutik melintas santai di tanjakan. Salah satu motor langsung menarik perhatian. Warna oranye terang, bentuk yang tidak biasa, rak besi di bagian depan dan belakang, box mungil dengan dudukan khusus, jok custom, hingga penutup velg membuatnya tampak seperti skutik ekspedisi ringan.
Karena penasaran, beberapa rider spontan memperlambat motornya dan mengikuti rombongan tersebut hingga berhenti di rest area sebelum gerbang wisata Guci.
Dan benar saja. Skutik unik itu ternyata merupakan Yamaha Gear Ultima 125 yang telah dimodifikasi total menjadi motor harian bergaya kargo adventure. Menariknya lagi, modifikasi ini bukan hasil garapan bengkel iseng semata, melainkan bagian dari proyek pengembangan dari jaringan dealer Yamaha wilayah Tegal Raya.
Martin, pengendara motor tersebut, mengaku konsep motor itu sengaja dibuat berbeda dari kebanyakan skutik harian. “Memang konsep dan warnanya saya minta seperti ini dari dealer,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa detail modifikasi di motornya.
Meski tampil ekstrem, motor itu tetap dirancang untuk penggunaan harian. Seluruh perangkat tambahan dirancang agar tetap aman digunakan di jalan raya tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
Fenomena motor seperti ini mulai ramai di wilayah Pantura barat Jawa Tengah. Skutik bukan lagi sekadar kendaraan fungsional, tetapi mulai menjadi bagian dari lifestyle dan kultur modifikasi anak muda.
Hal ini juga dibenarkan oleh Area Marketing Development Yamaha wilayah Plat G, Jefri Rivaldo Perangin-angin. Menurutnya, modifikasi Gear Ultima tersebut memang sedang dijadikan pilot project untuk melihat antusiasme pasar, khususnya kalangan muda di wilayah Tegal dan sekitarnya.
“Awalnya segmen Gear itu identik dengan keluarga muda. Tapi ternyata warna-warna solid dan konsep modifikasi seperti ini justru menarik perhatian anak muda,” jelas Jefri.
Menariknya, konsep tersebut nantinya tidak berhenti sebagai motor display semata. Yamaha Tegal Raya disebut tengah menyiapkan kerja sama dengan beberapa bengkel modifikasi lokal agar konsumen yang tertarik bisa langsung diarahkan melalui dealer resmi.
Artinya, konsumen nantinya bisa datang ke dealer bukan hanya untuk membeli motor, tetapi juga berkonsultasi soal konsep modifikasi yang diinginkan.
Animo pasar disebut cukup besar. Saat motor prototype itu dipajang di beberapa event otomotif, banyak pengunjung langsung menanyakan kemungkinan membuat motor serupa.



















