SM Entertainment menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap unggahan bernada jahat yang menyerang Winter, anggota aespa. Agensi itu menegaskan, konten yang beredar di internet tidak hanya memuat informasi palsu, tetapi juga diduga berisi pencemaran nama baik, hinaan, fitnah, serangan pribadi, hingga pelecehan seksual. Pernyataan tersebut disampaikan setelah perusahaan meninjau temuan bersama penasihat hukum dan memutuskan untuk melanjutkan ke proses hukum bila pelanggaran terbukti.
Langkah ini diumumkan pada Jumat, 2 Oktober, sebagaimana dilaporkan Kbizoom. SM Entertainment menilai serangan terhadap artisnya masih terus muncul di sejumlah platform digital, sehingga pemantauan dilakukan secara berkelanjutan. Perusahaan juga menegaskan bahwa tindakan hukum tidak akan dibatasi hanya untuk pelaku di Korea Selatan, melainkan juga dapat menyasar pihak yang berada di luar negeri.
Untuk memperkuat penindakan, agensi akan menghimpun bukti mengenai bagaimana konten dibuat dan disebarkan, lalu menelusuri siapa saja yang terlibat. Selain mengandalkan pemantauan internal, SM Entertainment juga membuka jalur laporan dari penggemar melalui KWANGYA 119. Laporan tersebut disebut menjadi salah satu sumber penting untuk membantu identifikasi akun maupun individu yang diduga bertanggung jawab.
SM Entertainment menegaskan tidak akan memberi kelonggaran kepada para pelaku yang sudah berhasil diidentifikasi. Sikap tanpa toleransi itu mencakup penolakan terhadap penyelesaian damai maupun keringanan dalam proses hukum. Perusahaan ingin memastikan bahwa perlindungan terhadap hak dan kepentingan artisnya tetap menjadi prioritas utama.
Dalam keterangan resminya, agensi menyebut beberapa platform yang menjadi tempat ditemukannya konten berbahaya terhadap Winter, antara lain X, Instagram, YouTube, Theqoo, Instiz, DC Inside, Yeoseong Sidae, dan Nate Pann. Daftar itu menunjukkan bahwa serangan tidak hanya muncul di satu kanal, melainkan tersebar di berbagai ruang percakapan daring yang populer di Korea Selatan dan internasional.
SM Entertainment mengatakan proses pemantauan dan pengumpulan bukti masih berjalan. Perusahaan berharap langkah ini dapat memperkuat dasar hukum sebelum laporan pidana diajukan. Di sisi lain, agensi juga meminta penggemar untuk terus menyampaikan temuan konten yang melanggar hukum agar bisa segera ditindaklanjuti dan membantu menjaga keamanan serta reputasi Winter.
Sumber: jawapos.com




