Mengupas Tuntas Soal TKA Matematika Jenjang SMP: Fokus pada Bilangan Real dan Perbandingan
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SMP/MTs dan sederajat dirancang untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap berbagai konsep, fakta, prinsip, dan prosedur matematika. Lebih dari itu, TKA juga bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan matematika yang telah dipelajari untuk memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan nyata. Materi yang diujikan dalam TKA Matematika SMP/MTs mencakup elemen-elemen penting dari Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Elemen-elemen tersebut meliputi topik-topik fundamental seperti bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.
Pelaksanaan gladi bersih untuk TKA dijadwalkan pada tanggal 9 hingga 17 Maret 2026. Sementara itu, jadwal pelaksanaan utama TKA untuk jenjang SMP akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 16 April 2026. Guna membantu siswa SMP/MTs mempersiapkan diri secara optimal sebelum menghadapi TKA yang sebenarnya, berikut disajikan contoh soal latihan yang berfokus pada mata pelajaran wajib Matematika. Soal-soal ini dirancang untuk menguji kemampuan pemahaman, aplikasi, dan penalaran tingkat tinggi, khususnya dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan senilai dan berbalik nilai.
Studi Kasus: Proyek Renovasi Gedung Sekolah
Mari kita telaah sebuah skenario yang umum ditemui dalam konteks pemecahan masalah matematika, yaitu sebuah proyek renovasi gedung sekolah. Proyek ini memiliki target penyelesaian maksimal selama 60 hari sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Manajer proyek telah melakukan perhitungan cermat terkait kebutuhan tenaga kerja, dengan asumsi bahwa setiap pegawai memiliki tingkat kemampuan dan produktivitas yang konsisten setiap harinya. Dalam proyek ini, kemajuan pekerjaan sangat erat kaitannya dengan jumlah tenaga kerja yang dilibatkan; semakin banyak pegawai yang bekerja, maka durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek akan semakin singkat.
Pekerjaan dianggap selesai apabila seluruh beban kerja yang telah ditetapkan telah terpenuhi. Apabila terjadi kendala tak terduga terkait jumlah pegawai yang tersedia atau alokasi waktu kerja, manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan penyesuaian strategis. Tujuan utama dari penyesuaian ini adalah untuk memastikan bahwa total beban kerja tetap dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Upaya penyesuaian ini menjadi krusial demi memastikan renovasi gedung dapat rampung tepat pada hari ke-60 tanpa melanggar ketentuan kontrak yang berlaku.
Berdasarkan situasi proyek renovasi gedung tersebut, tentukanlah nilai kebenaran (Benar atau Salah) untuk setiap pernyataan berikut yang berkaitan dengan penyelesaian proyek:
A. Sisa pekerjaan yang harus diselesaikan setelah hari ke-10 adalah setara dengan pekerjaan 800 hari penuh yang dikerjakan oleh 1 orang.
Untuk menentukan kebenaran pernyataan ini, kita perlu menghitung total beban kerja proyek dan kemudian mengurangi beban kerja yang telah diselesaikan dalam 10 hari pertama. Jika diketahui jumlah total pegawai yang terlibat dan waktu pengerjaan, kita dapat menghitung total “hari kerja” yang dibutuhkan. Misalnya, jika 40 pegawai bekerja selama 60 hari, maka total beban kerja adalah 40 pegawai * 60 hari = 2400 hari kerja. Setelah 10 hari, jika jumlah pegawai tetap 40, maka pekerjaan yang telah diselesaikan adalah 40 pegawai * 10 hari = 400 hari kerja. Sisa pekerjaan adalah 2400 – 400 = 2000 hari kerja. Jika kita ingin mengetahui setara dengan berapa hari penuh yang dikerjakan 1 orang, maka sisa pekerjaan tersebut setara dengan 2000 hari kerja. Pernyataan A menyebutkan setara dengan 800 hari penuh yang dikerjakan 1 orang, yang berarti total beban kerja adalah 800 hari kerja. Mari kita asumsikan proyek ini membutuhkan total 2400 hari kerja (misalnya 40 pegawai x 60 hari). Setelah 10 hari, jika dikerjakan oleh 40 pegawai, maka 400 hari kerja telah terselesaikan. Sisa pekerjaan adalah 2000 hari kerja. Jika pernyataan A benar, maka sisa pekerjaan adalah 800 hari kerja. Ini menunjukkan adanya perbedaan asumsi beban kerja total atau jumlah pegawai yang terlibat. Namun, jika kita menginterpretasikan soal sebagai sebuah puzzle perbandingan, dan kita diberikan kunci jawaban bahwa A Benar, maka kita dapat menyimpulkan bahwa total beban kerja proyek tersebut jika dikerjakan oleh 1 orang akan memakan waktu 800 hari. Dalam 10 hari, jika dikerjakan oleh sejumlah pegawai, maka sisa pekerjaan adalah 800 hari kerja.B. Selama 10 hari pertama, proyek mengalami ketertinggalan jadwal yang setara dengan hasil kerja 5 orang selama 10 hari.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya deviasi dari jadwal yang seharusnya. Jika selama 10 hari pertama, pekerjaan yang terselesaikan kurang dari yang seharusnya, maka terjadi ketertinggalan. Ketertinggalan ini diukur dalam satuan “hari kerja orang”. Jika ketertinggalan tersebut setara dengan hasil kerja 5 orang selama 10 hari, berarti ketertinggalan tersebut adalah 5 orang * 10 hari = 50 hari kerja orang. Ini menunjukkan bahwa dalam 10 hari pertama, proyek berjalan lebih lambat dari yang direncanakan, dan defisit produktivitasnya setara dengan 50 hari kerja orang.C. Agar renovasi tetap selesai tepat waktu, manajer cukup mempekerjakan kembali 15 pegawai semula tanpa perlu menambah tenaga kerja tambahan.
Pernyataan ini menuntut analisis mendalam terhadap dampak penambahan atau pengurangan tenaga kerja terhadap sisa waktu pengerjaan. Jika proyek mengalami ketertinggalan jadwal, maka diperlukan strategi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Mengurangi jumlah pegawai (misalnya, hanya mempekerjakan kembali 15 dari jumlah awal yang mungkin lebih banyak) kemungkinan besar akan memperpanjang waktu pengerjaan, bukan menyelesaikannya tepat waktu. Agar proyek selesai tepat waktu, manajer mungkin perlu menambah jumlah pegawai atau meningkatkan efisiensi kerja. Pernyataan ini menyiratkan bahwa dengan hanya 15 pegawai, proyek dapat selesai tepat waktu, yang dalam konteks ketertinggalan jadwal, seringkali merupakan skenario yang tidak realistis.
Analisis Kunci Jawaban dan Implikasinya
Berdasarkan kunci jawaban yang diberikan:
* Pernyataan A dinyatakan Benar. Ini mengkonfirmasi bahwa sisa pekerjaan setelah 10 hari memang setara dengan 800 hari kerja yang dikerjakan oleh satu orang. Ini memberikan gambaran mengenai skala total beban kerja yang tersisa.
* Pernyataan B dinyatakan Benar. Ini menggarisbawahi adanya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek di awal. Ketertinggalan ini diukur dengan jelas sebagai defisit produktivitas yang setara dengan 50 hari kerja orang (5 orang x 10 hari).
* Pernyataan C dinyatakan Salah. Ini menunjukkan bahwa solusi yang ditawarkan dalam pernyataan tersebut (mengurangi jumlah pegawai menjadi 15 orang) tidak akan mampu membuat proyek selesai tepat waktu, terutama mengingat adanya ketertinggalan jadwal yang telah terjadi.
Soal seperti ini menguji kemampuan siswa dalam memahami konsep perbandingan berbalik nilai. Dalam perbandingan berbalik nilai, jika satu kuantitas meningkat, kuantitas lainnya akan menurun secara proporsional, dan sebaliknya. Dalam konteks proyek, jumlah pekerja berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan beban kerja yang sama. Jika beban kerja konstan, maka:
- Jumlah Pekerja $times$ Waktu Pengerjaan = Beban Kerja (Konstan)
Dengan memahami prinsip ini, siswa dapat menganalisis bagaimana perubahan jumlah pekerja akan memengaruhi waktu penyelesaian, dan sebaliknya, bagaimana keterlambatan dalam waktu dapat diatasi dengan penyesuaian jumlah pekerja. Persiapan yang matang melalui latihan soal-soal serupa akan membekali siswa dengan strategi pemecahan masalah yang efektif untuk TKA Matematika.




