Stasiun Duri di Jakarta Barat kembali beroperasi normal setelah insiden gangguan eskalator pada Sabtu, 3 Oktober, yang menyebabkan 12 orang terluka. Hingga siang hari, pelayanan penumpang sudah berjalan kondusif dan perjalanan KRL maupun kereta bandara tetap berlangsung seperti biasa.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB menunjukkan eskalator yang sebelumnya bermasalah sudah selesai diperbaiki oleh petugas. Meski begitu, perangkat itu masih ditutup dengan terpal putih dan dipasangi garis pembatas agar tidak digunakan penumpang sementara waktu.
Di sisi lain, eskalator yang berada tepat di sebelahnya masih berfungsi normal. Jalur tersebut tetap melayani mobilitas penumpang dari area peron jalur 5 menuju bagian atas stasiun, sehingga arus orang tetap bisa bergerak tanpa hambatan berarti.
Aktivitas di dalam stasiun juga terlihat terkendali. Penumpang tetap datang dan pergi seperti biasa, meski sebagian harus memilih akses lain karena titik eskalator yang sempat bermasalah belum dibuka kembali. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai waktu pasti eskalator itu bisa dipakai lagi.
Insiden terjadi lebih awal, sekitar pukul 07.45 WIB, saat salah satu eskalator di akses menuju jalur 5 tiba-tiba mengalami gangguan. Peristiwa itu membuat 12 pengguna mengalami luka. Dalam video yang sempat beredar, sejumlah penumpang tampak terduduk setelah kejadian, dan disebutkan pula ada seorang ibu hamil di antara korban.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan bahwa 12 korban terdiri atas 10 orang dewasa dan 2 anak-anak. Seluruhnya mengalami luka ringan dan sudah mendapat penanganan awal di Pos Kesehatan Stasiun Duri. Dari jumlah tersebut, lima orang melanjutkan perjalanan, lima orang dibawa ke RS Duta Indah, sedangkan dua lainnya masih menjalani observasi.
Sumber: kumparan.com




