Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pengembangan kawasan perkotaan yang berorientasi pada sistem transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD). Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya penataan wilayah Jabodetabek yang lebih terintegrasi dan efisien.
TOD: Kunci Menuju Kota Terpadu dan Berkelanjutan
Yeti Rohaeti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, menjelaskan bahwa rencana tata ruang ini merupakan hasil kajian mendalam dari kegiatan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3. “Kami melihat pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit ini sebagai salah satu elemen krusial dalam mewujudkan kota yang benar-benar terintegrasi, baik dari sisi tata ruang, sistem transportasi, hingga mobilitas ekonomi masyarakat,” ujar Yeti.
Rencana strategis ini dibahas dalam Rapat Tim Koordinasi Perencanaan Penataan Perkotaan Berorientasi Transit Jabodetabek, sebuah forum kolaborasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Percepatan pengembangan kawasan TOD dipandang sebagai langkah vital untuk meningkatkan kualitas tata ruang kota, yang secara langsung terhubung dengan sistem transportasi massal yang efisien.
Lebih lanjut, kawasan TOD dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing di wilayah Jabodetabek, dengan Kota Tangerang sebagai salah satu fokus utamanya. “Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif ini, kami akan mengimplementasikannya secara bertahap,” tambah Yeti.
Koordinasi Lintas Sektoral dan Wilayah
Selain implementasi bertahap, Pemerintah Kota Tangerang juga berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Pusat serta pemerintah daerah di sekitarnya. Tujuannya adalah untuk memastikan terwujudnya rencana penataan kawasan perkotaan Jabodetabek yang harmonis dan terintegrasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Lokasi Strategis untuk Pengembangan TOD di Kota Tangerang
Pengembangan kawasan TOD di Kota Tangerang akan difokuskan pada beberapa lokasi yang memiliki nilai strategis tinggi. Lokasi-lokasi tersebut antara lain:
- Terminal Poris Plawad: Sebagai salah satu simpul transportasi utama, pengembangan TOD di sini akan memaksimalkan konektivitas dan kemudahan akses bagi pengguna transportasi publik.
- Stasiun Tangerang: Dengan intensitas pergerakan penumpang yang tinggi, Stasiun Tangerang menjadi kandidat ideal untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.
- Alam Sutera: Kawasan ini menawarkan potensi pengembangan TOD yang dapat mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan pusat komersial dengan akses transportasi publik yang memadai.
Dukungan Infrastruktur dan Potensi Ekonomi
Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya berencana, tetapi juga akan aktif memastikan ketersediaan infrastruktur penunjang yang memadai untuk mendukung pengembangan kawasan TOD. “Dukungan yang kami berikan adalah memastikan bahwa berbagai infrastruktur pendukung dapat mulai disiapkan,” tegas Yeti.
Potensi ekonomi yang ditawarkan oleh pengembangan kawasan TOD dinilai sangat besar. Kawasan ini diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang. Dengan terintegrasinya moda transportasi massal, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, yang pada gilirannya akan mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Pengembangan TOD diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Tangerang.




