Persebaya Surabaya tengah menghadapi tantangan besar jelang bentrokan krusial melawan Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super 2025/2026. Statistik yang menunjukkan bahwa tim hanya mampu mengkonversi 1 dari 20 peluang tembakan menjadi gol pada pertandingan terakhir menjadi perhatian utama pelatih, Bernardo Tavares. Situasi ini memaksa juru taktik asal Portugal tersebut untuk segera merancang strategi jitu guna menembus kokohnya lini pertahanan Maung Bandung.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Senin, 2 Maret 2026, diprediksi akan menjadi ujian terberat bagi Bajol Ijo. Persib Bandung saat ini bertengger kokoh di puncak klasemen dengan raihan 53 poin dari 22 pertandingan. Keperkasaan Persib tidak hanya terlihat dari posisi mereka di papan atas, tetapi juga dari rekor pertahanan yang impresif, di mana mereka baru kebobolan 11 gol hingga pekan ke-23.
Sementara itu, performa lini depan Persebaya justru menjadi sorotan tajam akibat minimnya ketajaman dalam beberapa laga terakhir. Pada pertandingan pekan ke-23 melawan PSM Makassar, meskipun berhasil menciptakan 14 peluang dan melepaskan 20 tembakan, Persebaya hanya mampu mencetak satu gol. Inilah yang menjadi fokus utama perbaikan tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.
Fokus Latihan: Mengasah Ketajaman Finis
Menanggapi masalah ini, Bernardo Tavares secara eksplisit menyatakan bahwa timnya tengah giat mengasah kemampuan penyelesaian akhir (finishing) dalam sesi latihan selama sepekan terakhir. Namun, upaya ini dihadapkan pada kabar kurang menggembirakan. Penyerang andalan, Malik Risaldi, kembali mengalami cedera saat sesi latihan, yang tentu saja menjadi pukulan telak bagi Persebaya menjelang pertandingan melawan tim sekuat Persib. Cedera Malik Risaldi semakin memperparah kondisi lini depan Bajol Ijo yang belum mendapat tambahan kekuatan.
“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir,” ungkap Tavares. “Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” tambahnya, menjelaskan kronologi kembalinya cedera sang pemain.
Meskipun demikian, Tavares tidak patah arang. Ia terus berupaya membenahi aspek finishing para pemainnya. Menurutnya, ini adalah kunci strategi yang sangat penting untuk menghadapi Persib, tim yang dikenal memiliki pertahanan paling solid di liga dengan hanya kebobolan 11 gol dari 22 pertandingan.
Pelatih asal Portugal ini mengaku memberikan sesi latihan khusus untuk mempertajam akurasi tembakan. Ia menekankan bahwa peningkatan akurasi ini dibutuhkan oleh seluruh pemain, tidak hanya para penyerang seperti Bruno Moreira dan Gali Freitas.
“Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi,” tegas Tavares. “Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” ia menambahkan.
Apresiasi dan Tuntutan untuk Akurasi Lebih
Mantan pelatih PSM Makassar ini menyoroti bahwa penyelesaian akhir Persebaya yang masih kurang akurat berpotensi menjadi masalah besar saat berhadapan dengan Persib. Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap sisi positif yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Tavares mengapresiasi upaya para pemainnya dalam menciptakan peluang, karena ia menyadari bahwa proses menciptakan peluang dalam sebuah pertandingan bukanlah hal yang mudah.
“Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang,” jelas Tavares.
Ia menilai bahwa Toni Firmansyah dan rekan-rekannya telah berada di jalur yang tepat dalam menciptakan peluang. Namun, yang paling dibutuhkan saat ini adalah peningkatan fokus dan akurasi ketika mendapatkan kesempatan emas di depan gawang lawan. Inilah alasan utama Persebaya bertekad mempertajam penyelesaian akhir menjelang laga melawan Persib yang terkenal sulit ditembus pertahanannya.
“Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” pungkasnya, menunjukkan optimisme bahwa dengan waktu persiapan yang lebih panjang, timnya dapat meningkatkan kualitas finishing dan siap menghadapi tantangan besar dari Persib Bandung.
Tantangan Persib Bandung: Ujian Ketangguhan Lini Pertahanan
Persib Bandung, yang dijuluki Maung Bandung, bukan hanya sekadar memimpin klasemen. Mereka adalah simbol ketangguhan pertahanan di Liga Super musim ini. Dengan hanya kebobolan 11 gol dari 22 pertandingan, pertahanan Persib menjadi salah satu yang terbaik di liga.
Kekokohan ini dibangun oleh kerja sama tim yang solid, disiplin taktis, dan individu-individu pemain belakang yang berkualitas. Kemampuan mereka dalam memotong alur serangan lawan, melakukan penjagaan ketat, serta menutup ruang gerak penyerang menjadi resep utama keberhasilan mereka.
Bagi Persebaya, membongkar pertahanan Persib akan membutuhkan lebih dari sekadar menciptakan peluang. Dibutuhkan kreativitas, keberanian dalam mengambil keputusan, serta ketenangan dalam mengeksekusi peluang yang didapat.
Strategi Persebaya: Kombinasi Kerja Keras dan Inovasi
Bernardo Tavares menyadari bahwa melawan tim dengan pertahanan sekuat Persib, strategi konvensional mungkin tidak akan cukup. Oleh karena itu, ia berupaya untuk memadukan latihan fisik dan taktik dengan penekanan pada aspek mental para pemain.
Beberapa strategi yang mungkin diterapkan Persebaya meliputi:
- Variasi Serangan: Mengubah pola serangan secara dinamis, tidak hanya mengandalkan satu jenis serangan. Ini bisa berupa serangan dari sayap, tendangan jarak jauh, atau bola-bola pendek cepat di area pertahanan lawan.
- Pergerakan Tanpa Bola: Pemain dituntut untuk terus bergerak mencari ruang kosong dan memberikan opsi umpan bagi rekan setimnya. Pergerakan ini sangat penting untuk mengacaukan formasi pertahanan lawan.
- Umpan Terobosan Cerdas: Mengirimkan umpan terobosan yang akurat ke area berbahaya dapat membuka celah pertahanan Persib yang rapat.
- Set Pieces: Memanfaatkan tendangan bebas dan sepak pojok sebagai senjata untuk mencetak gol. Latihan set pieces yang terstruktur bisa menjadi solusi jitu.
Dengan fokus pada peningkatan finishing dan strategi yang matang, Persebaya Surabaya optimis dapat memberikan perlawanan terbaik dan meraih hasil positif melawan pemimpin klasemen, Persib Bandung.




