Timnas Indonesia U-17 Gagal Melaju ke Babak Semifinal Piala AFF U-17 2026
Timnas Indonesia U-17 resmi terhenti di babak grup Piala AFF U-17 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam dalam laga pamungkas Grup A. Hasil ini membuat Indonesia finis di peringkat ketiga dengan hanya mengoleksi empat poin, di bawah Malaysia (6 poin) dan Vietnam (7 poin). Meskipun tampil dominan di pertahanan berkat kegemilangan kiper Abdillah Ishak, lini serang Indonesia gagal memaksimalkan skema serangan balik.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menyatakan akan melakukan evaluasi total pasca-kegagalan ini. Ia juga mengalihkan fokus pada persiapan menuju putaran final Piala Asia mendatang.
Permainan Sengit Sejak Awal
Meski berakhir tanpa gol, jalannya pertandingan berlangsung menarik sejak wasit Choi Cheoljun meniup peluit tanda dimulainya laga. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu, namun hanya selang dua menit, giliran Vietnam yang berbalik menekan dan meningkatkan tensi pertandingan.
Vietnam nyaris menjebol gawang Indonesia pada menit ke-5 melalui tendangan keras Van Duong yang hanya mendarat di atas gawang. Dua menit berselang, ancaman kembali datang lewat tendangan Ngoc Nguyen, namun berhasil digagalkan oleh kiper Indonesia, Abdillah Ishak.
Laga setelahnya berjalan alot dengan aksi saling tekan. Indonesia yang butuh kemenangan untuk lolos bermain all out menyerang, namun upaya mereka kerap terputus saat memasuki pertahanan Vietnam. Duel sengit di lini tengah pun tak terhindarkan.
Memasuki menit ke-23, Abdillah Ishak kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis tendangan keras Van Duong. Sayangnya, pada menit ke-26, Indonesia harus menarik striker andalannya, Mochamad Mierza, karena cedera dan digantikan oleh Sean Rahman. Hingga 15 menit terakhir babak pertama, kedua tim tidak mengendorkan serangan.
Dominasi Vietnam dan Kegemilangan Abdillah Ishak
Memasuki babak kedua, Indonesia sempat tampil agresif, namun tetap sulit menembus rapatnya pertahanan Vietnam. Memasuki menit ke-50, dominasi Vietnam menguat berkat penampilan apik lini tengah mereka yang dikawal Quy Vuong dan Van Duong.
Peluang emas kembali didapat Vietnam melalui tendangan keras Van Duong Nguyen yang lagi-lagi mampu diantisipasi dengan baik oleh Abdillah Ishak. Abdillah benar-benar tampil gemilang dalam menggagalkan sejumlah peluang emas lawan, termasuk tendangan keras Ngoc Nguyen pada menit ke-53 dan tendangan terarah Trong Dai di menit ke-61.
Indonesia yang mengandalkan serangan balik nyaris menciptakan gol pada menit ke-63 melalui Girly Andrade, namun bola mendarat tipis di atas gawang Vietnam. Menit ke-68, gempuran Van Duong kembali digagalkan Abdillah Ishak. Sebanyak 2.565 suporter di stadion nyaris bersorak pada menit ke-89, sayang tendangan Sean Rahman masih bisa diantisipasi kiper Vietnam. Skor 0-0 pun menjadi hasil akhir pertandingan.
Langkah Garuda Muda Terhenti di Fase Grup
Hasil imbang ini memastikan Indonesia gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF U-17 2026. Garuda Muda hanya mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan dan harus puas menempati peringkat tiga Grup A, di bawah Malaysia (6 poin) dan juara grup Vietnam (7 poin).
Sesuai regulasi, hanya juara grup dan satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke semifinal. Capaian ini jauh dari target PSSI yang mencanangkan tim untuk bisa menembus final.
“Secara pribadi saya mohon maaf atas gagalnya tim kami lolos ke semifinal, karena memang target kami bisa lolos ke semifinal,” kata Pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, setelah pertandingan.
Meski gagal, Kurniawan tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya yang mampu menahan gempuran Vietnam, tim yang sebelumnya tampil produktif dengan koleksi 14 gol. “Saya mengapresiasi apa yang sudah pemain lakukan, kerja keras pemain, karena memang kami men-setting game plan untuk defend to counter,” ucapnya.
Strategi ini disiapkan, melihat dua pertandingan awal Vietnam yang begitu agresif. Skema pertahanan Indonesia berjalan maksimal. “Tapi ketika kami counter attack hasilnya belum begitu maksimal, dan ini menjadi catatan sebelum kami bertanding di Piala Asia,” terang Kurniawan.
Evaluasi Besar Menuju Piala Asia
Kurniawan mencatat, meski pertahanan berjalan maksimal, skema serangan balik timnya belum optimal. Hal ini menjadi catatan penting sebelum mereka berlaga di Piala Asia. Pelatih asal Magelang ini menyebut akan ada evaluasi besar, termasuk kemungkinan perombakan skuat.
“Memang nanti (Piala Asia) akan membawa 23 pemain, dan di long list pemain kami ada 50 yang sudah didaftarkan,” ujarnya. “Beberapa hari lagi kami akan melakukan evaluasi terkait pemain yang ada, dan di Piala Asia kami ada ketambahan tiga pemain, Matt Baker, Noah, dan Mike penjaga gawang.” jelas Kurniawan.
“Jadi benar-benar akan memikirkan untuk 23 pemain terbaik yang akan kami bawa,” pungkasnya.
Kiper Abdillah Ishak, yang tampil impresif setelah tidak dimainkan di dua laga sebelumnya, mengaku bermain tanpa beban. “Saya tadi agak bermain lepas saja karena sudah diberikan kepercayaan oleh pelatih, dan saya tidak mau membuat malu negara ini,” tutup Abdillah.
Susunan Pemain
Indonesia:
Abdillah Ishak (PG); Farik Rizqi, Putu Ekayana, Girly Andrade, Dava Yunna, Fardan Farras, Peres Awkila, Farrel Luckyta, Pandu Aryo, Chico Jerico, Mochamad Mierza Firjatullah (c) (26, Sean Rahman).
Pelatih:
Kurniawan Dwi Yulianto.
Vietnam:
Xuan Hoa Ly (PG), Huynh Dang (c), Manh Cuong, Hoang Viet, Quy Vuong, Minh Thuy, Trong Dai, Ngoc Nguyen, Van Duong, Ngoc Anh Hao, Sy Bach.
Pelatih:
Cristiano Rocha.



















