Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa pemain Manchester City yang berkewarganegaraan Inggris tetap bisa masuk skuad The Three Lions meski klub mereka nantinya turun kasta. Sikap itu ia sampaikan di tengah sorotan terhadap Man City yang sedang menghadapi ancaman hukuman berat setelah dinyatakan bersalah dalam 115 dugaan pelanggaran finansial di Premier League.
Putusan dari komisi independen liga tertinggi Inggris itu membuka kemungkinan sanksi besar bagi klub asal Manchester tersebut, mulai dari pengurangan poin hingga degradasi. Man City disebut melanggar sejumlah aturan, termasuk membuat kontrak yang tidak sah, menyajikan laporan keuangan yang tidak akurat, tidak kooperatif dalam proses penyelidikan, serta melampaui batas yang ditetapkan Premier League dan UEFA. Saat ini, klub juara Premier League 2023-2024 itu masih menempuh banding atas keputusan tersebut.
Dampak dari ancaman hukuman itu tidak hanya menyangkut klub, tetapi juga masa depan para pemainnya di level internasional. Jika benar terdegradasi, pemain-pemain Inggris milik Man City bisa menghadapi tantangan lebih besar untuk mempertahankan tempat di tim nasional, mengingat persaingan memperebutkan posisi di skuad Inggris sangat ketat. Sejauh ini, ada tiga pemain City yang dipanggil pada jeda internasional September-Oktober 2026, yaitu Marc Guehi, Elliot Anderson, dan Nico O’Reilly.
Meski begitu, Tuchel memastikan dirinya tidak akan menutup pintu hanya karena seorang pemain tampil di divisi yang lebih rendah. Menurut pelatih asal Jerman itu, kualitas individu tetap menjadi ukuran utama dalam menentukan pemanggilan ke tim nasional. Ia menilai pemain yang layak tetap akan dipertimbangkan, apa pun kasta kompetisi yang mereka jalani.
“Saya akan selalu berusaha memilih tim terbaik untuk pemusatan latihan, kesempatan tertentu, maupun turnamen,” kata Tuchel, dikutip dari The Independent. Ia juga menegaskan, “Saya tidak akan pernah mencoret pemain hanya karena mereka tidak bermain di kompetisi kasta tertinggi di negaranya.”
Tuchel, yang kini berusia 53 tahun, menambahkan bahwa isu hukum yang menimpa Man City memang menjadi bahan pembicaraan di kamp latihan timnas. Menurutnya, jeda antarpertandingan memberi ruang bagi para pemain untuk membahas perkara tersebut, termasuk bagi para pemain City yang sedang berada di skuad. Namun, pembicaraan itu disebut berlangsung singkat dan lebih bersifat sebagai topik hangat di dalam tim.
Dengan pernyataan ini, Tuchel memberi sinyal bahwa status klub tidak otomatis menghapus peluang pemain untuk membela Inggris. Artinya, selama performa dan kualitas mereka dianggap cukup, nama-nama dari Man City tetap berpeluang dipanggil, terlepas dari perkembangan kasus yang masih bergulir di Premier League.
Sumber: www.bolasport.com




