Pontianak Puncaki Daftar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia
Pada Rabu pagi (4/3), Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat dilaporkan menduduki peringkat teratas wilayah dengan kualitas udara paling memprihatinkan di Indonesia. Data pemantauan dari situs IQAir pada pukul 07.15 WIB menunjukkan bahwa tingkat kualitas udara di Pontianak berada pada kategori “tidak sehat” dengan skor Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 167.
Kondisi udara yang dikategorikan sebagai “tidak sehat” ini menimbulkan potensi risiko kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan. Hal ini mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau jantung. Paparan terhadap polusi udara dalam tingkat ini dapat memicu atau memperparah berbagai keluhan kesehatan.
Situs IQAir memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level tersebut. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga secara berkala mengingatkan publik untuk senantiasa menggunakan masker, terutama ketika berada di area yang terpapar tingkat pencemaran udara tinggi.
Wilayah Lain dengan Kualitas Udara yang Perlu Diperhatikan
Selain Pontianak, beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga mencatat kualitas udara yang sedikit lebih baik namun tetap memerlukan perhatian. Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pada Rabu pagi:
- Pontianak, Kalimantan Barat: Mencatat skor ISPU sebesar 167, berada dalam kategori “tidak sehat”.
- Surabaya, Jawa Timur: Memiliki skor ISPU 93, masuk dalam kategori “sedang”.
- Badung, Bali: Dengan skor ISPU 75, juga dikategorikan “sedang”.
- Pekanbaru, Riau: Mencatat skor ISPU 63, berada dalam kategori “sedang”.
- Tangerang Selatan, Banten: Memiliki skor ISPU 61, juga dikategorikan “sedang”.
Kota dengan Kualitas Udara Tersehat
Di sisi lain, Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan kualitas udara yang paling sehat di Indonesia pada pagi tersebut, dengan skor ISPU mencapai 0. Kualitas udara yang serupa juga tercatat di Tangerang, Banten, dengan skor ISPU 29.
Fenomena positif ini menempatkan Kota Batam tidak hanya sebagai kota dengan udara tersehat di Indonesia, tetapi juga memimpin daftar kota besar di dunia dengan kualitas udara paling sehat. Batam berbagi predikat ini dengan Kota Algiers di Aljazair, keduanya mencatat skor ISPU 0. Kota-kota lain yang berada di jajaran teratas kualitas udara sehat di dunia antara lain San Fransisco di Amerika Serikat dengan skor ISPU 6, dan Kopenhagen di Denmark dengan skor ISPU 7.
Perbandingan Kualitas Udara Global
Ketika melihat daftar kota besar di dunia dengan kualitas udara terburuk, situasi yang dihadapi oleh beberapa kota di Asia cukup mengkhawatirkan. Dhaka, ibu kota Bangladesh, memimpin daftar ini dengan skor ISPU 295, yang masuk dalam kategori “sangat tidak sehat”.
Berikut adalah daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk pada Rabu pagi:
- Dhaka, Bangladesh: Mencatat skor ISPU 295, berada dalam kategori “sangat tidak sehat”.
- Kolkata, India: Dengan skor ISPU 246, juga dikategorikan “sangat tidak sehat”.
- Lahore, Pakistan: Memiliki skor ISPU 212, masuk dalam kategori “sangat tidak sehat”.
- Delhi, India: Mencatat skor ISPU 178, berada dalam kategori “tidak sehat”.
- Wuhan, Cina: Dengan skor ISPU 167, dikategorikan “tidak sehat”.
Memahami Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI) merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk mengukur dan mengkomunikasikan tingkat pencemaran udara. Rumus penghitungan ISPU umumnya mempertimbangkan konsentrasi dari enam polutan udara utama, yaitu:
- Partikulat halus (PM2.5)
- Partikulat kasar (PM10)
- Karbon monoksida (CO)
- Sulfur dioksida (SO2)
- Nitrogen dioksida (NO2)
- Ozon permukaan tanah (O3)
Setiap tingkatan ISPU memiliki kategori dan implikasi kesehatan yang berbeda:
- Baik: Skor ISPU 0-50. Kualitas udara pada kategori ini dianggap aman untuk semua orang.
- Sedang: Skor ISPU 51-100. Kualitas udara pada kategori ini mungkin menimbulkan risiko kesehatan ringan bagi individu yang sangat sensitif terhadap polusi.
- Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: Skor ISPU 101-150. Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis mungkin mulai mengalami dampak kesehatan.
- Tidak Sehat: Skor ISPU 151-200. Masyarakat umum, terutama kelompok sensitif, berisiko mengalami efek kesehatan negatif.
- Sangat Tidak Sehat: Skor ISPU 201-299. Kualitas udara pada kategori ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius pada sebagian besar populasi yang terpapar.
- Berbahaya: Skor ISPU 300-500. Tingkat polusi udara yang ekstrem ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membahayakan bagi seluruh populasi.
Pemantauan kualitas udara secara berkala dan pemahaman terhadap ISPU sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya isu polusi udara di berbagai belahan dunia.













