No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Wamentan: Harga Pangan Naik Jelang Lebaran 2026

Erwin by Erwin
21 Maret 2026 - 17:12
in Ekonomi
0

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026: Pemerintah Jamin Stabilitas Melalui Intervensi Aktif

Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada tahun 2026, masyarakat kerap mengkhawatirkan potensi lonjakan harga bahan pokok. Namun, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memberikan pandangan bahwa kenaikan harga menjelang hari raya merupakan fenomena yang wajar. Kuncinya, menurut beliau, adalah durasi kenaikan tersebut harus singkat dan tetap berada dalam koridor kendali pemerintah.

“Harga komoditas itu pasti ada naik, ada turun. Yang penting itu kalau naik, jangan lama-lama naiknya, harus segera turun,” tegas Sudaryono dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Beliau menekankan pentingnya sebuah keseimbangan yang harmonis antara kepentingan para produsen, baik petani maupun peternak, dengan daya beli konsumen. “Kalau turun, kalau terlalu murah pertaninya atau peternaknya kan rugi ya. Kalau terlalu mahal itu konsumennya juga membeli dengan harga yang mahal,” ujar Sudaryono lebih lanjut, menggarisbawahi dilema yang sering dihadapi dalam rantai pasok pangan.

Pemerintah, lanjutnya, telah membekali diri dengan instrumen pengendalian harga yang efektif. Dua instrumen utama yang menjadi tulang punggung kebijakan ini adalah penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat petani dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen.

Mekanisme Pengendalian Harga: HPP dan HET

  • Harga Pokok Produksi (HPP): Ini adalah harga minimum yang ditetapkan untuk memastikan bahwa para petani dan peternak mendapatkan keuntungan yang layak atas hasil jerih payah mereka. HPP berfungsi sebagai jaring pengaman agar produsen tidak merugi akibat anjloknya harga di pasar.
  • Harga Eceran Tertinggi (HET): HET ditetapkan sebagai batas atas harga yang boleh dibebankan kepada konsumen. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi yang dapat membuat harga pangan melonjak drastis, sehingga memberatkan masyarakat.
Baca Juga  Skema KPR Rusun Subsidi: 30 Tahun Cicil, 45m² Milik Anda

“Jadi pengelolaan pangan kita ini ada HPP, HPP di tingkat petani, ada HET di tingkat pengecer. Jadi harga-harga pokok produksi bagi petaninya ditentukan dan harga eceran tertingginya ditentukan. Kita ngomong HET. Nah, kalau-kalau di atas HET itu jangan lama-lama naiknya. Tapi juga jangan terlalu murah dari harga acuan HET-nya gitu. Itu tugas pemerintah di situ,” jelas Sudaryono mengenai peran ganda pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

Pemantauan Aktif dan Intervensi Cepat

Pemerintah tidak hanya menetapkan regulasi, tetapi juga secara proaktif memantau pergerakan harga di pasar. Pemantauan ini dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga yang melibatkan berbagai kementerian dan badan terkait.

“Jadi intinya adalah naik turun biasa, yang penting jangan lama-lama. Pagi naik kalau bisa siang atau sore sudah turun gitu ya. Nah, itu kita ada troubleshooter-nya di situ,” kata Sudaryono, mengindikasikan adanya tim khusus yang bertugas menangani lonjakan harga yang bersifat sporadis.

Ketika ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan di suatu wilayah, pemerintah akan segera bertindak cepat untuk menelusuri akar permasalahannya. Intervensi akan dilakukan jika diperlukan, termasuk upaya mendatangkan pasokan dari daerah lain untuk menstabilkan ketersediaan barang.

“Kalau memang bisa diatasi di lokal di situ, ya sudah bisa turun. Tapi kalau misalnya perlu intervensi, perlu didatangkan dari tempat lain seperti disampaikan oleh Pak Sestama tadi ya, mendatangkan cabai dari tempat lain, Jambi diterbangkan, hal-hal itu intervensi,” ungkapnya, memberikan contoh konkret bagaimana pemerintah siap bertindak untuk mengatasi kelangkaan pasokan yang memicu kenaikan harga.

Sudaryono menegaskan, peran negara dalam menjaga stabilitas pasar tidak hanya sebatas menjadi pengamat atau wasit. Lebih dari itu, pemerintah secara aktif terlibat dalam menstabilkan pasokan dan harga komoditas demi kesejahteraan masyarakat. “Jadi negara bukan hanya jadi wasit, tapi negara ikut menaruh tangannya untuk stabilisasi dari pasokan dan harga komoditas,” tegasnya.

Baca Juga  Jatah Libur Habis, IHSG Diperkirakan Merosot

Klarifikasi Harga Daging Sapi

Menanggapi isu spesifik mengenai harga daging sapi yang dilaporkan mencapai Rp168.650 per kilogram, Sudaryono memberikan klarifikasi mendalam. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut tidak mencerminkan harga daging sapi pada umumnya, melainkan merujuk pada jenis daging tertentu dengan spesifikasi yang berbeda.

“Spesifik terkait harga daging tadi, jadi HET-nya Rp140.000 ya harga daging itu dalam kondisi daging normal. Yang Rp160.000 itu sudah kita cek, itu adalah daging tanpa lemak. Jadi memang punya spesifikasi yang berbeda, gradenya berbeda. Itu aja sih sebetulnya,” terang Sudaryono.

Ia menegaskan kembali bahwa harga daging sapi pada umumnya masih berada dalam batas ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Perbedaan harga terjadi karena adanya variasi kualitas dan jenis potongan daging.

“Jadi so far, sejauh ini harganya tidak, karena spesifikasi yang lain ya, jadi tadi kalau daging normal HET-nya Rp140.000 dan itu Rp140.000, yang Rp160.000 itu adalah daging dengan spesifikasi tanpa lemak,” tandas Sudaryono, menutup penjelasannya dengan keyakinan bahwa kebijakan pengendalian harga pangan berjalan efektif dan mampu menjaga stabilitas pasar menjelang Lebaran 2026.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01
Wakil Ketua I DPRD Batam Apresiasi Jelang Kenduri Seni Melayu, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Wakil Ketua I DPRD Batam Apresiasi Jelang Kenduri Seni Melayu, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

19 April 2026 - 16:00
Review Lengkap Redmi Note 13 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 14:19
Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00

Pilihan Redaksi

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01
Wakil Ketua I DPRD Batam Apresiasi Jelang Kenduri Seni Melayu, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Wakil Ketua I DPRD Batam Apresiasi Jelang Kenduri Seni Melayu, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

19 April 2026 - 16:00
Review Lengkap Redmi Note 13 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 14:19
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.