Kedatangan para warga Gentawa, Batuaji ke gedung DPRD Kota Batam pada hari Selasa (14 Januari 2025) karena panggilan rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi 1 DPRD Kota Batam.
Namun setiba di Gedung DPRD Kota Batam ratusan warga Gentawa dihadang dan tidak diperbolehkan masuk ke ruang Komisi 1 DPRD Kota Batam.
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam, Jelvin Tan mengatakan bahwa pihaknya sudah memperbolehkan para masyarakat Gentawa masuk hanya perwakilan sekitar dua puluhan orang karena tempat yang tidak muat.
“Tadi kita sudah tampung perwakilan para warga Gentawa tetapi mereka mau masuk semua. Tidak muat tempat kita di atas,” kata politisi Partai Nasdem saat didatangi Komisi 1 DPRD Kota Batam.
Sementara dalam kesempatan berbeda awak media ini menemui salah satu tim advokasi warga Gentawa bernama Donald Simatupang menyebutkan bahwa para masyarakat mau ketemu para wakil rakyat di DPRD Kota Batam.
“Kami tidak mau perwakilan yang masuk untuk berdiskusi dengan wakil rakyatnya. Kalau tidak muat ruangannya di Komisi 1 DPRD Kota Batam maka di luar ini para wakil rakyat datang untuk menemui masyarakat. Dimana kalian wahai Wakil Rakyat yang bersemayam di DPRD Kota Batam? Kami juga kangen dengan para anggota DPRD Kota Batam ucap Donald Simatupang.
Hasil pantauan BatamPena.com para warga Gentawa sembari menantikan rasa empati dari para anggota DPRD Kota Batam memilih untuk tidur-tiduran.
Bahkan para warga sampai dengan detik ini belum juga makan siang karena menantikan kepastian terhadap rumahnya yang kerap diancam akan digusur oleh perusahaan.
Penulis: JP















