Warga Jawa Barat yang sedang berada di Jakarta kini memiliki jalur layanan kesehatan yang lebih pasti. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan mereka dapat berobat di rumah sakit yang sudah masuk jaringan kerja sama, tanpa harus segera kembali ke daerah asal. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pembiayaan akan dijamin untuk layanan kelas 3, selama pasien menggunakan fasilitas yang telah terhubung dalam skema tersebut.
Kerja sama ini bukan hanya melibatkan rumah sakit di wilayah Jawa Barat, tetapi juga sejumlah rumah sakit rujukan di ibu kota. Dari lebih dari 100 rumah sakit yang sudah berkolaborasi dengan Pemprov Jabar dan 27 pemerintah kabupaten/kota, ada fasilitas kesehatan di Jakarta yang ikut masuk daftar, seperti RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, serta RSPAD. Jaringan itu juga mencakup RS Mata Cicendo, rumah sakit jiwa, dan RS Paru Cisarua.
Dedi menegaskan bahwa warga Jabar yang sakit saat berada di Jakarta tidak perlu khawatir soal tempat berobat. Menurut dia, pasien cukup datang ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dan layanan akan tetap bisa diakses. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah ikut bertanggung jawab atas pembiayaan pengobatan tersebut. Dedi menyebut, skema ini berlaku untuk perawatan kelas 3 sesuai ketentuan antarpemerintah daerah.
Dalam penjelasannya, Dedi menilai perluasan jaringan rumah sakit akan membuat masyarakat punya lebih banyak pilihan layanan kesehatan. Ia menyoroti bahwa sebagian pasien membutuhkan penanganan yang lebih spesifik, sehingga akses ke rumah sakit dengan kompetensi tertentu menjadi penting. Karena itu, kerja sama lintas daerah ini diarahkan agar warga bisa memperoleh perawatan sesuai kebutuhan medisnya, termasuk untuk gangguan paru, jantung, maupun lever.
Program tersebut juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Pemprov Jabar bersama 27 pemerintah kabupaten/kota dalam tiga tahun mendatang. Dedi menyampaikan hal itu saat berada di Kota Depok, ketika berkumpul bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, pembahasan tidak hanya menyentuh kesehatan, tetapi juga percepatan pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, dan efektivitas pemerintahan.
Melalui perluasan kemitraan rumah sakit ini, Pemprov Jabar berharap warga mendapat kemudahan saat membutuhkan layanan medis di mana pun mereka berada. Bagi masyarakat yang sedang berada di Jakarta, kebijakan ini memberi kepastian bahwa mereka tidak harus menempuh perjalanan pulang terlebih dahulu untuk mencari pengobatan di Jawa Barat.
Sumber: www.grid.id




