Warga Rejosari, Gilingan, Banjarsari, Solo, memilih menurunkan sendiri baliho penolakan sterilisasi parkir di Jalan Mentawai 1, depan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, pada Jumat (2/10/2026). Langkah itu diambil menjelang puncak Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang diperkirakan mendatangkan banyak pengunjung dari berbagai daerah pada Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026. Meski baliho dicopot sementara, warga menegaskan sikap mereka terhadap kebijakan sterilisasi parkir belum berubah.
Ketua Paguyuban Warga Rejosari, Lanyono, mengatakan keputusan mencopot baliho didorong pertimbangan agar suasana di sekitar masjid tetap nyaman bagi jamaah dan tamu haul. Menurut dia, warga tidak ingin keberadaan spanduk protes justru memberi kesan tegang di tengah arus kedatangan pengunjung yang diperkirakan mulai ramai sejak akhir pekan. Karena itu, warga sepakat menunda pemasangan ulang sampai rangkaian acara selesai.
“Selesai haul pun kita pasang lagi,” kata Lanyono, Jumat (2/10/2026). Ia menjelaskan, pencopotan dilakukan atas inisiatif warga sendiri, bukan karena mereka mencabut penolakan terhadap kebijakan tersebut. Setelah haul usai, baliho protes akan kembali dipasang apabila persoalan parkir belum menemui titik temu.
Warga, kata Lanyono, tetap menolak rencana sterilisasi parkir karena khawatir berdampak pada penghasilan mereka. Sikap itu sudah beberapa kali mereka sampaikan melalui baliho penolakan. Sebelumnya, spanduk yang sama sempat dipasang lagi setelah Satpol PP Kota Solo menertibkan dan mencopot sejumlah baliho protes di lokasi tersebut. Dalam proses itu, warga bahkan sempat bersitegang dengan petugas karena pencopotan dilakukan tanpa komunikasi lebih dulu.
Lanyono juga menyebut rencana sterilisasi parkir yang semula dijadwalkan pada Jumat (2/10/2026) batal dijalankan. Ia mendengar Dinas Perhubungan Kota Solo akan menggeser penerapan kebijakan itu ke Senin (5/10/2026), setelah haul berakhir. Menurut dia, warga tetap menolak jika belum ada solusi yang jelas atas dampak kebijakan tersebut bagi warga sekitar.
“Kalau belum ada solusi jangan disterilkan,” ujarnya. Dari sisi pemerintah, Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono membenarkan pihaknya mencopot baliho itu secara paksa. Ia menilai spanduk tersebut dipasang tanpa izin. Didik juga menyebut isi baliho berisi penolakan terhadap penataan parkir di kawasan masjid.
Sumber: solo.tribunnews.com




