Yerin Ha: Bintang Baru Bridgerton yang Memukau dengan Kisah Inspiratif
Musim keempat serial Netflix Bridgerton telah resmi hadir, membawa kisah cinta baru yang memikat hati penonton. Kali ini, sorotan tertuju pada putra kedua keluarga Bridgerton, Benedict (diperankan oleh Luke Thompson), dan sosok perempuan yang berhasil mencuri hatinya, Sophie Baek, yang diperankan oleh Yerin Ha. Kemunculan Yerin Ha tidak hanya memukau para penggemar Bridgerton, tetapi juga menandai sebuah pencapaian bersejarah. Ia menjadi aktris Korea Selatan pertama dan bintang Asia kedua yang mendapatkan peran utama dalam serial populer ini, menyusul Simone Ashley, aktris keturunan India yang memerankan Kate Bridgerton.
Terpilihnya Yerin Ha sebagai pemeran Sophie Baek merupakan momen yang sangat berarti dalam kariernya. Dalam sebuah kesempatan, ia menceritakan kegembiraannya saat menerima kabar baik tersebut. Saat itu, Yerin sedang berada di Seoul, Korea Selatan, mengunjungi ibunya.
“Saat saya mendapat kabar baik itu, saya sedang sarapan bersama ibu saya di sebuah kafe di Korea. Saya langsung beranjak keluar dari kafe. Lucu sekali, saat itu ibu saya langsung tahu saya mendapatkan peran sebagai Sophie, karena saya langsung melompat-lompat bahagia di jalan di Gangnam,” ungkap Yerin dengan antusias.
Perempuan berusia 28 tahun ini menampilkan sosok yang periang dan penuh tawa. Namun, di balik keceriaannya, terdapat kisah perjalanan karier yang menarik dan inspiratif. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Yerin Ha yang patut disimak:
1. Tumbuh Besar di Australia dengan Jiwa Seni
Ketika mendengar Yerin Ha berbicara, aksennya yang khas langsung terdengar. Aksen ini bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Yerin, yang asli Korea, lahir di Sydney, Australia, pada 16 Januari 1998. Ia menghabiskan masa kecilnya di Negeri Kanguru dan menempuh pendidikan tinggi di sana. Meskipun demikian, ia juga sempat menghabiskan masa kecilnya di Korea pada usia muda, memberikan fondasi budaya yang kuat.
Sejak kecil, Yerin Ha telah memiliki impian untuk mendalami dunia seni peran. Ia menempuh pendidikan akting di Kaywon High School of Arts di Seoul. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Korea, ia kembali ke Australia untuk melanjutkan studi di National Institute of Dramatic Art (NIDA) di Sydney, mengambil jurusan teater musikal.
Sebelum terjun ke industri film dan televisi, Yerin Ha sudah lebih dulu akrab dengan dunia teater. Panggung pertamanya adalah melalui pertunjukan Lord of the Flies di Sydney Theatre Company, di mana ia memerankan karakter Maurice. Baru-baru ini, ia juga mendapatkan peran utama dalam pementasan teater The Maids di London, yang semakin mengukuhkan kiprahnya di dunia teater.
2. Berasal dari Keluarga Seniman Berbakat
Bakat akting Yerin Ha tampaknya mengalir deras dari garis keturunannya. Neneknya, Son Sook, adalah seorang aktris senior dan politisi terkemuka di Korea Selatan. Son Sook bahkan turut membintangi serial Netflix The Glory yang tayang pada tahun 2022-2023. Sementara itu, orang tua Yerin bertemu dan saling jatuh cinta saat menempuh pendidikan di sekolah drama.
“Nenek saya seorang aktris dan orang tua saya bertemu di sekolah akting. Jadi, saya tumbuh besar dengan pengetahuan soal teater dan layar lebar. Ini merupakan hal yang jadi ketertarikan saya,” ujar Yerin dalam sebuah wawancara pada tahun 2019. Lingkungan keluarga yang penuh apresiasi terhadap seni telah membentuk ketertarikan dan bakatnya sejak dini.
3. Peran Penting dalam Pemilihan Nama Belakang Tokoh Sophie
Serial Bridgerton merupakan adaptasi dari novel-novel karya Julia Quinn. Musim keempatnya sendiri diadaptasi dari novel An Offer from a Gentleman. Dalam novel aslinya, karakter Sophie memiliki nama belakang Beckett. Namun, untuk menghormati latar belakang Yerin Ha sebagai keturunan Korea, rumah produksi Bridgerton, Shondaland, memutuskan untuk melakukan penyesuaian.
Penulis naskah serial Bridgerton, Jess Brownell, secara khusus bertanya kepada Yerin mengenai nama belakang Korea yang dimulai dengan huruf ‘B’. Tanpa ragu, Yerin menjawab, “Baek”. Keputusan ini disambut baik oleh Yerin.

“Saya sangat mengapresiasi perubahan nama belakang ini, sehingga sesuai dengan identitas, budaya, serta bagaimana penampilan saya. Bagi sejumlah orang, hal ini mungkin terkesan sepele. Namun, ketika serial sebesar ini rela untuk menyesuaikan identitas tokoh dengan saya, hal ini sangat membuat saya merasa berdaya,” tegas Yerin. Perubahan ini menunjukkan komitmen Bridgerton terhadap representasi dan inklusivitas.
4. Perjuangan Melawan Impostor Syndrome
Meskipun terlihat begitu percaya diri dan memukau di layar kaca, Yerin Ha ternyata pernah mengalami impostor syndrome atau sindrom penipu. Perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak pantas atas pencapaian yang diraihnya bukanlah hal asing baginya.
Dalam sebuah wawancara, Yerin mengakui bahwa ia tidak asing dengan perasaan-perasaan negatif ini. “Perasaan berbeda dari yang lain. Ada momen dalam hidup saya di mana saya tidak merasa pantas menerima cinta, tidak bisa menerima diri sendiri, dan tidak bisa mencintai diri sendiri. Ini merupakan perjalanan yang masih terus berlanjut bagi saya,” jelasnya.
Pengalaman pribadinya ini kemudian ia salurkan ke dalam aktingnya sebagai Sophie. Karakter Sophie, yang merupakan seorang pelayan di tengah masyarakat kelas atas, juga menghadapi tantangan dalam menemukan jati diri dan tempatnya di dunia.
5. Pendatang Baru yang Bersinar di Industri Hiburan
Dengan kualitas aktingnya yang memukau, cukup mengejutkan mengetahui bahwa Yerin Ha adalah seorang aktris pendatang baru di industri televisi dan perfilman. Sebelum membintangi Bridgerton, Yerin telah menunjukkan potensinya dalam berbagai proyek.

Salah satu penampilannya yang patut diperhitungkan adalah dalam film Dune: Prophecy yang dijadwalkan rilis pada tahun 2024. Selain itu, Yerin juga pernah terlibat dalam beberapa serial dan film lainnya, di antaranya adalah:
- Halo (2022)
- Sissy (2022)
- Bad Behaviour (2023)
- The Survivors (2025)

Perjalanan karier Yerin Ha yang penuh dedikasi dan kerja keras, ditambah dengan bakat alaminya, menjadikannya salah satu bintang baru yang paling menjanjikan di kancah internasional. Kemunculannya di Bridgerton bukan hanya sekadar peran, melainkan sebuah pembuktian bahwa talenta dan keberagaman dapat bersinar di panggung global.



















