Zidane Hadapi Italia Lagi, Kenangan Final 2006 Masih Membekas

Diposting pada

Pelatih timnas Prancis, Zinedine Zidane, akan kembali menatap Italia dalam laga besar UEFA Nations League 2026-2027 yang digelar di Stade de France, Sabtu (2/10/2026) pukul 01.45 WIB. Pertemuan pada matchday ketiga itu bukan sekadar duel dua tim kuat Eropa, tetapi juga membawa lapisan emosi tersendiri bagi Zidane karena lawan yang dihadapinya pernah menjadi bagian dari momen paling pahit dalam kariernya.

Nama Italia masih lekat dengan final Piala Dunia 2006, ketika Zidane menutup perjalanan sebagai pemain dengan kartu merah setelah insiden tandukan ke dada Marco Materazzi. Saat itu, ia lebih dulu membawa Prancis memimpin 1-0 lewat eksekusi penalti panenka pada menit ke-7. Namun, Materazzi menyamakan skor pada menit ke-19, dan pertandingan berlanjut hingga Zidane diusir wasit Horacio Elizondo pada menit ke-110. Prancis kemudian kalah dari Italia lewat adu penalti dengan skor agregat 4-6.

Lebih dari dua dekade setelah peristiwa itu, Zidane kini berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih, bukan lagi sebagai pemain. Dalam pernyataannya, ia tidak menampik bahwa cuplikan momen tersebut masih sering muncul dan terus dikaitkan dengan dirinya setiap kali nama Italia disebut. Meski begitu, ia memilih melihat hubungan dengan sepak bola Italia dari sisi yang lebih luas dan positif.

“Tahun 2006? Gambar-gambar itu selalu mengingatkan saya pada tahun itu, gambar-gambar tersebut ditayangkan di mana-mana sepanjang waktu,” kata Zidane, dikutip dari Tuttomercatoweb. Ia kemudian menambahkan bahwa ingatannya tentang Italia tidak berhenti pada final yang pahit itu. “Saya lebih memikirkan kenangan yang positif soal Italia.”

Zidane juga menyebut Juventus sebagai salah satu tempat penting dalam kariernya. Menurut dia, pengalaman di klub raksasa Serie A itu ikut membentuk dirinya sebagai pemain yang lebih matang dan berpengaruh. Karena itu, meski ada luka lama yang masih tersisa, hubungannya dengan sepak bola Italia tidak bisa dipandang hanya dari satu insiden di Berlin pada 2006.

Soal tandukan kepada Materazzi, Zidane meresponsnya dengan nada reflektif. “Saya tidak bangga atas apa yang telah saya lakukan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari perjalanan karier, seraya mengingatkan bahwa setiap pemain bisa saja melakukan hal yang tidak ideal. “Yang terpenting adalah apa yang terjadi selanjutnya, apa yang terjadi dengan tim nasional Prancis,” lanjutnya.

Secara historis, duel Prancis dan Italia juga selalu menghadirkan tensi tinggi. Pertemuan di Stade de France nanti akan menjadi laga ke-42 bagi kedua negara. Sejauh ini Italia masih unggul dengan 20 kemenangan, sementara Prancis mengantongi 13 kemenangan. Dalam dua pertemuan terakhir di UEFA Nations League, masing-masing tim sama-sama pernah menang 3-1 pada September 2024 dan November 2024, yang menambah bobot duel kali ini bagi Zidane dan Les Bleus.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan