Pencarian figur pemimpin baru tengah berlangsung di Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2026-2031. Nama Muhammad Ridwan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bantaeng, mencuat sebagai salah satu kandidat kuat. Dukungan terhadap Ridwan terus mengalir dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) kabupaten/kota di seluruh Sulawesi Selatan.
Fatahuddin Lewa, Ketua PC GP Ansor Gowa, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sudah ada 14 PC GP Ansor Kabupaten/Kota yang menyatakan dukungan kepada Muhammad Ridwan. Lewa menyampaikan hal ini pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Lewa menambahkan bahwa dukungan ini didasari oleh keyakinan bahwa Muhammad Ridwan adalah sosok yang tepat untuk memimpin GP Ansor Sulawesi Selatan. Ia dinilai sebagai figur pemersatu yang memiliki:
- Keteguhan ideologis.
- Kemampuan konsolidasi struktural yang mumpuni.
- Komitmen yang kuat dalam menggerakkan kader Ansor, baik dalam bidang sosial maupun keumatan.
Dukungan ini, menurut Lewa, bukanlah sekadar dukungan personal, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan kepemimpinan wilayah yang kuat, terarah, dan berwibawa. Namun, kepemimpinan tersebut tetap harus berpijak pada nilai-nilai luhur yang menjadi tradisi GP Ansor dan Nahdlatul Ulama, yaitu tawadhu, khidmah, dan kebersamaan.
Muhammad Ridwan sendiri merupakan alumni PKN Angkatan VI, sebuah angkatan yang sama dengan Ketua Umum GP Ansor saat ini, Addin Jauharuddin. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan kaderisasi dan kepemimpinan di tingkat nasional.
Menanggapi dukungan yang diterimanya, Muhammad Ridwan menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Ia menegaskan bahwa amanah ini akan dijalani dengan penuh kerendahan hati dan tanggung jawab. Ridwan menekankan bahwa kepemimpinan di Ansor adalah ladang pengabdian, bukan arena untuk mengejar ambisi pribadi.
“Dukungan ini saya maknai sebagai amanah bersama. Jika Allah berkehendak, saya berkomitmen menjaga persatuan, memperkuat kaderisasi, dan menggerakkan Ansor Sulawesi Selatan agar tetap setia pada khittah perjuangan NU,” ujar Muhammad Ridwan.
Dukungan yang terus mengalir ini diharapkan menjadi momentum untuk konsolidasi yang lebih luas menjelang Konferensi Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan. Semangat persatuan, kedewasaan berorganisasi, serta pengabdian total kepada umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi landasan utama dalam proses pemilihan pemimpin baru ini.
Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi fokus dalam pencarian pemimpin GP Ansor Sulsel:
- Persatuan: Menjaga soliditas internal organisasi dan merangkul seluruh elemen Ansor di Sulawesi Selatan.
- Kaderisasi: Memperkuat proses regenerasi kepemimpinan dan memastikan keberlanjutan perjuangan Ansor.
- Khittah NU: Menggerakkan Ansor Sulawesi Selatan agar tetap setia pada nilai-nilai dan prinsip dasar Nahdlatul Ulama.
- Pengabdian: Meningkatkan peran Ansor dalam melayani umat, bangsa, dan negara.
Dengan kepemimpinan yang kuat dan solid, GP Ansor Sulawesi Selatan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa secara keseluruhan. Konferensi Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting untuk menentukan arah organisasi dan memilih pemimpin yang mampu membawa Ansor Sulsel menuju masa depan yang lebih baik. Proses pemilihan ini diharapkan berjalan dengan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar amanah dan mampu mengemban tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.



















