Arus Mudik Puncak Mulai Terasa di Pelabuhan Gilimanuk, Data Penyeberangan Menunjukkan Tren Penurunan Dibanding Tahun Lalu
JEMBRANA, BALI – Memasuki masa puncak arus mudik, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, dilaporkan mulai menunjukkan peningkatan volume, meskipun data terkini mencatat adanya penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Antrean kendaraan terpantau mengular hingga puluhan kilometer, menandakan geliat pergerakan masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman.
Berdasarkan pantauan di Posko Gilimanuk, dalam periode 24 jam pada tanggal 13 Maret 2026, yang mencakup H-8 sebelum hari raya, tercatat sebanyak 220 kali trip penyeberangan dari Bali menuju Jawa. Jumlah ini menjadi indikator awal lonjakan aktivitas di pelabuhan tersebut.
Secara keseluruhan, pada H-8, realisasi total penumpang yang melakukan perjalanan mudik dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai angka 37.877 orang. Angka ini, meskipun terkesan besar, menunjukkan penurunan sebesar 30,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana tercatat 54.478 penumpang.
Pergerakan Kendaraan di Gilimanuk: Tren Penurunan Terjadi di Sebagian Besar Kategori
Analisis data pergerakan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada H-8 juga memperlihatkan tren serupa, yaitu penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Kendaraan Roda Dua: Tercatat sebanyak 6.066 unit kendaraan roda dua yang telah menyeberang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 34,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 9.316 unit.
- Kendaraan Roda Empat: Untuk kendaraan roda empat, tercatat 3.573 unit yang menyeberang. Angka ini sedikit lebih baik dengan penurunan hanya 10,8 persen, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.004 unit.
- Truk: Jumlah truk yang menyeberang tercatat sebanyak 2.154 unit. Penurunan pada kategori ini sangat minim, hanya 0,8 persen, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.172 unit.
- Bus: Kategori bus menunjukkan penurunan yang paling drastis. Sebanyak 383 unit bus menyeberang, atau turun sebesar 52,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 813 unit.
Secara total, seluruh kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-8 tercatat sebanyak 12.176 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 25,3 persen jika dibandingkan dengan total 16.305 unit kendaraan pada periode yang sama tahun lalu.
Melihat periode yang lebih panjang, mulai dari H-10 hingga H-8, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mencapai 97.572 orang. Angka ini turun 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 121.874 orang. Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang dalam rentang waktu tersebut adalah 31.045 unit, turun 15,6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 36.792 unit.
Aktivitas Penyeberangan dari Jawa ke Bali: Tren Berbeda di Pelabuhan Ketapang
Sementara itu, di sisi lain Selat Bali, tepatnya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Bali menunjukkan tren yang sedikit berbeda.
Berdasarkan data dari Posko Ketapang, dalam periode 24 jam pada tanggal 13 Maret 2026 (H-8), tercatat sebanyak 231 trip penyeberangan dari Jawa ke Bali.
Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-8 mencapai 26.173 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 24.640 orang.
Pergerakan Kendaraan di Ketapang: Kenaikan Terjadi pada Kendaraan Berat dan Bus
Pergerakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang pada H-8 menunjukkan pola yang menarik, dengan kenaikan signifikan pada beberapa kategori.
- Kendaraan Roda Dua: Tercatat sebanyak 561 unit kendaraan roda dua yang menyeberang. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 7,3 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 605 unit.
- Kendaraan Roda Empat: Untuk kendaraan roda empat, tercatat 1.565 unit yang menyeberang. Penurunan juga terjadi di kategori ini, sebesar 7,3 persen, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.689 unit.
- Truk: Kategori truk menunjukkan kenaikan yang cukup berarti. Sebanyak 2.604 unit truk menyeberang, naik 10,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.350 unit.
- Bus: Bus juga mengalami kenaikan, dengan 635 unit menyeberang. Ini merupakan kenaikan sebesar 7,4 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 591 unit.
Secara total, seluruh kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-8 tercatat sebanyak 5.365 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 2,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.235 unit.
Untuk periode yang lebih panjang, mulai dari H-10 hingga H-8, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali dari Pelabuhan Ketapang tercatat 66.305 orang. Angka ini turun 7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 71.318 orang. Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang dalam rentang waktu tersebut adalah 15.410 unit, naik sangat tipis (0,0 persen) dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.409 unit.
Data ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pergerakan arus mudik melalui dua pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa dan Bali. Meskipun secara umum terjadi penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang mudik dari Bali ke Jawa, arus sebaliknya dari Jawa ke Bali menunjukkan tren yang lebih bervariasi, dengan kenaikan pada kendaraan berat dan bus. Fenomena ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, kebijakan perjalanan, serta tren liburan masyarakat.




