• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Tokoh Luwu Raya Geram: Takjil Masjid Istiqlal Tak Merata

Hendra by Hendra
18 Maret 2026 - 21:40
in berita
0

Pengalaman Berbuka Puasa di Masjid Istiqlal: Refleksi dari Jamaah Luar Jawa

Jakarta, 14 Maret 2026 – Senja mulai menyelimuti langit Jakarta pada Sabtu sore itu. Ribuan jamaah telah duduk bersila di pelataran Masjid Istiqlal, menanti kumandang adzan Magrib. Di antara lautan manusia itu, tampak sebuah rombongan yang mencolok: mereka berasal dari Luwu Raya, Sulawesi Selatan. Duduk melingkar di atas lantai terakota, hidangan yang tersaji di hadapan mereka bukanlah takjil yang dibagikan panitia, melainkan botol air mineral, makanan ringan, dan bekal sederhana yang mereka bawa sendiri.

Di tengah rombongan tersebut, hadir tokoh masyarakat Luwu Raya, Buhari Kahar Muzakkar. Beliau, yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel dan kini duduk di Dewan Pertimbangan Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL Raya), menjadi juru bicara rombongan. Bersamanya, tampak pula Abdul Rahman Nur SH MH (Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UNANDA), Drs H Baharudding Solongi MSi (Ketua Bidang OK BPP KKLR), Udhi Syahruddin Hamun (Wakil Ketua Bidang OK BPP KKLR), serta Ir H Hasbi Syamsu Ali MM (Ketua KKLR Sulsel). Mereka adalah para musafir dari luar Pulau Jawa, yang sengaja datang ke Masjid Istiqlal untuk merasakan kebersamaan berbuka puasa bersama belasan ribu umat lainnya di masjid terbesar di Asia Tenggara.

Namun, harapan untuk merasakan suasana kebersamaan yang hangat justru berujung pada kekecewaan. Kekecewaan ini diungkapkan secara gamblang oleh Buhari Kahar Muzakkar.

“Masjid sebesar Istiqlal semestinya memiliki kapasitas dan pengalaman dalam mengelola kegiatan keagamaan berskala besar. Tetapi yang kita saksikan hari ini menunjukkan masih adanya ketidakrapian dalam pelayanan berbuka puasa,” ujar Buhari Kahar Muzakkar dengan nada prihatin.

Beliau menjelaskan bahwa banyak jamaah yang datang ke Masjid Istiqlal dengan harapan dapat merasakan suasana berbuka puasa bersama di masjid kebanggaan umat Islam Indonesia. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan bahwa sebagian jamaah tidak mendapatkan konsumsi untuk berbuka, sehingga terpaksa membawa bekal dari rumah.

Baca Juga  Lokasi Kapal Induk Prancis Terbongkar Lewat Data Strava Perwira

“Ini bukan sekadar soal makanan,” tegas Buhari Kahar Muzakkar. “Ini tentang manajemen pelayanan umat.”

Buka Puasa Bersama: Sebuah Tradisi dan Spirit Ramadhan

Bagi umat Islam di Indonesia, kebiasaan berbuka puasa di masjid sejatinya telah menjadi sebuah habitus atau kebiasaan yang mengakar kuat selama bulan Ramadhan. Menjelang waktu Magrib, halaman masjid di berbagai penjuru negeri mulai dipadati jamaah. Ada yang datang langsung dari rumah, ada pula yang singgah sepulang kerja, atau bahkan mereka yang sedang dalam perjalanan.

Ketika adzan hampir berkumandang, pemandangan yang seragam selalu tersaji di berbagai kota dan desa: panitia masjid dengan sigap membagikan takjil kepada jamaah. Takjil ini bervariasi, mulai dari segelas air mineral dan beberapa butir kurma, hingga hidangan hangat seperti kolak pisang atau bubur kacang hijau. Di masjid-masjid yang lebih besar, bahkan tersedia ribuan nasi kotak yang siap dibagikan untuk santapan setelah menunaikan shalat Magrib.

Tradisi ini bukanlah sekadar ritual sosial belaka. Ia berakar dari ajaran Islam yang sangat menekankan keutamaan memberi makan orang yang sedang berpuasa. Oleh karena itu, di banyak tempat, masjid justru menjelma menjadi ruang yang paling ramah bagi para musafir dan siapa saja yang membutuhkan.

Kontras Antara Realitas Istiqlal dan Kebiasaan Masjid Lain

Apa yang dialami oleh rombongan dari Luwu Raya di pelataran Masjid Istiqlal pada sore itu terasa begitu kontras dengan tradisi yang begitu hidup di banyak masjid di seluruh Indonesia. Di berbagai kota, bahkan masjid-masjid kecil di perkampungan pun mampu menyediakan ratusan hingga ribuan paket takjil setiap harinya selama Ramadhan. Masjid-masjid besar di beberapa kota bahkan sanggup membagikan puluhan ribu paket takjil setiap hari.

Baca Juga  Identitas Korban Penemuan Mayat di Sleman Mulai Terungkap, Ini Update Terbaru

Sumber takjil ini pun beragam. Sebagian besar berasal dari donasi para jamaah yang tulus, sebagian lagi dari inisiatif komunitas sosial, dan tak sedikit pula dari para pengusaha yang ingin berbagi kebaikan di bulan suci ini. Ramadhan memang selalu menjadi momentum yang membangkitkan energi solidaritas luar biasa dalam diri umat. Orang berlomba-lomba untuk menyediakan makanan berbuka bagi sesama.

Oleh karena itu, ketika jamaah di Masjid Istiqlal justru harus membuka plastik bekal yang mereka bawa sendiri, pemandangan tersebut seolah menjadi sebuah ironi kecil yang menggelitik.

Masjid Istiqlal: Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah, Sebuah Simbol Negara

Masjid Istiqlal memegang posisi yang sangat istimewa. Ia bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan sebuah simbol kehadiran negara bagi umat Islam di Indonesia. Dibangun sebagai masjid negara, Istiqlal telah lama menjadi destinasi utama bagi para jamaah dari berbagai daerah yang berkunjung ke Jakarta.

Bagi banyak orang, rasanya belum lengkap mengunjungi ibu kota jika belum menyempatkan diri untuk shalat di masjid megah ini. Terlebih lagi di bulan Ramadhan, jumlah jamaah yang datang biasanya melonjak drastis. Para musafir dari berbagai pulau singgah untuk menunaikan ibadah, wisatawan religi datang untuk merasakan atmosfer spiritualnya, dan sebagian jamaah bahkan sengaja datang untuk merasakan pengalaman istimewa berbuka puasa di masjid terbesar di negeri ini.

Mengingat posisinya yang strategis dan simbolis, pengelolaan kegiatan Ramadhan di Masjid Istiqlal selalu menjadi sorotan dan perhatian publik.

Catatan Konstruktif dari Luwu Raya untuk Istiqlal

Buhari Kahar Muzakkar menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukanlah dimaksudkan untuk menyalahkan pihak manapun. Menurutnya, apa yang ia ungkapkan harus dilihat sebagai masukan yang konstruktif. Tujuannya adalah agar pengelolaan kegiatan di masjid nasional ini dapat terus ditingkatkan dan diperbaiki.

Baca Juga  Nama Raja di KTP, Takhta Kosong Solo

“Masjid Istiqlal adalah rumah besar umat Islam Indonesia. Karena itu pengelolaannya harus menunjukkan standar pelayanan yang tertib dan profesional,” ujarnya, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelayanan.

Buhari Kahar Muzakkar berharap momentum Ramadhan ini justru menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat manajemen kegiatan di Istiqlal, termasuk dalam hal penataan jamaah dan distribusi konsumsi berbuka puasa secara merata.

Dalam tradisi Ramadhan, takjil seringkali bukan hanya sekadar makanan pembuka. Ia adalah simbol kepedulian dan perhatian terhadap sesama. Ketika seseorang memberikan seteguk air minum atau sebutir kurma kepada orang yang sedang berpuasa, ia sebenarnya sedang menyampaikan sebuah pesan sederhana: bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya berbuka puasa sendirian.

Di banyak masjid di Indonesia, pesan ini terasa begitu hidup dan bermakna. Jamaah datang bukan hanya untuk menunaikan shalat, tetapi juga untuk merasakan kehangatan kebersamaan. Mereka duduk melingkar di halaman masjid, berbagi cerita sembari menunggu adzan Magrib. Seringkali, momen yang membuat pengalaman itu terasa begitu indah bukanlah semata-mata karena hidangan yang disajikan, melainkan suasana kebersamaan yang terjalin di rumah Allah.

Dan itulah yang selalu diharapkan oleh para jamaah ketika mereka datang ke masjid, termasuk ketika mereka datang dari jauh, seperti rombongan dari Luwu Raya yang duduk bersila di pelataran Masjid Istiqlal pada Sabtu sore yang penuh harapan itu.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan
berita

Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

3 Juni 2026 - 08:48
Polisi Sita Ribuan Pil Tramadol dalam Aksi Bongkar Peredaran Ilegal di Jakarta Pusat
berita

Polisi Sita Ribuan Pil Tramadol dalam Aksi Bongkar Peredaran Ilegal di Jakarta Pusat

3 Juni 2026 - 06:51
Ruben Onsu Ungkap Alasan Berhenti Nafkahi Keluarga Selama 6 Bulan
berita

Ruben Onsu Ungkap Alasan Berhenti Nafkahi Keluarga Selama 6 Bulan

3 Juni 2026 - 05:52
Prabowo Angkat Bicara Soal Kritik Kunjungan Luar Negeri: Ini Penjelasannya
berita

Prabowo Angkat Bicara Soal Kritik Kunjungan Luar Negeri: Ini Penjelasannya

3 Juni 2026 - 05:23
Rusia Murka: Kapal Tanker Dicegat Prancis Picu Kemarahan Luas
berita

Rusia Murka: Kapal Tanker Dicegat Prancis Picu Kemarahan Luas

3 Juni 2026 - 04:24
Sistem Pemilu Digital: Pakar Ingatkan Potensi Risiko Jika Kembali Diusung
berita

Sistem Pemilu Digital: Pakar Ingatkan Potensi Risiko Jika Kembali Diusung

3 Juni 2026 - 02:56
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

3 Juni 2026 - 09:00
Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

3 Juni 2026 - 08:48

PBSI Pamerkan Strategi Brilian Demi Dominasi Panggung Bulu Tangkis Dunia

3 Juni 2026 - 08:19
Fitur L8 PHEV Mirip Tiggo 8 CSH, Tapi Punya Kelebihan Ini

Fitur L8 PHEV Mirip Tiggo 8 CSH, Tapi Punya Kelebihan Ini

3 Juni 2026 - 08:18
Polda Jateng Gandeng FBI: Ungkap Sindikat Kripto Rp41 Miliar

Polda Jateng Gandeng FBI: Ungkap Sindikat Kripto Rp41 Miliar

3 Juni 2026 - 07:50

Pilihan Redaksi

SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

3 Juni 2026 - 09:00
Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

3 Juni 2026 - 08:48

PBSI Pamerkan Strategi Brilian Demi Dominasi Panggung Bulu Tangkis Dunia

3 Juni 2026 - 08:19
Fitur L8 PHEV Mirip Tiggo 8 CSH, Tapi Punya Kelebihan Ini

Fitur L8 PHEV Mirip Tiggo 8 CSH, Tapi Punya Kelebihan Ini

3 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.