Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Pada hari Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB, terjadi kecelakaan fatal antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup parah.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan diduga terjadi karena adanya mobil taksi listrik VinFast yang mogok di rel perlintasan kereta api. Mobil tersebut tertangkap di JPL 85 Bekasi, sehingga menyebabkan KRL KA 5181 menabraknya. Setelah ditabrak, taksi tersebut sempat bergerak beberapa meter sebelum akhirnya terjepit.
Kecelakaan ini juga menyebabkan KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, gangguan pada sistem persinyalan dan operasional terjadi akibat insiden tersebut.
Kecelakaan Berujung Kematian
Akibat dari kecelakaan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang menabrak KRL yang tertahan di stasiun. Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.
Hingga pagi hari Selasa (28/4/2026), jumlah korban tewas mencapai tujuh orang. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa hingga saat ini ada tujuh orang meninggal dunia dan delapan puluh satu orang luka-luka yang sedang dirawat.
Korban Terjebak di Dalam Gerbong
Sebanyak tujuh penumpang masih terjebak di dalam gerbong KRL khusus wanita hingga dini hari tadi. Proses evakuasi sedang dilakukan oleh tim Basarnas. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan bahwa proses evakuasi sedang berlangsung dan memperkirakan ada enam hingga tujuh orang yang masih terjebak di dalam gerbong.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, tim Basarnas memotong badan gerbong KRL karena kondisi korban yang terjepit. Namun, proses evakuasi terbilang sulit karena ruang yang sempit.
Pembatalan 13 Perjalanan Kereta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 13 perjalanan kereta api jarak jauh pada Selasa (28/4/2026) sebagai dampak dari insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional dengan mengutamakan keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian. Berikut daftar 13 perjalanan KA yang dibatalkan:
- KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasarsenen)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasarsenen)
- KA 163 Gumarang (Surabaya Pasarturi – Pasarsenen)
- KA 149 Singasari (Blitar – Pasarsenen)
- KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasarsenen)
- KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasarsenen)
- KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi – Gambir)
- KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasarsenen)
PT KAI memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan berhak memperoleh pengembalian bea tiket sebesar 100 persen, dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan. Informasi lanjutan dapat diakses melalui Contact Center 121 atau WhatsApp resmi KAI.




