Tips untuk Wisatawan Muslim Saat Berkunjung ke Solo
Jika Anda seorang wisatawan Muslim yang sedang berkunjung ke Kota Solo, Jawa Tengah, penting untuk memperhatikan istilah-istilah khusus dalam kuliner lokal agar tidak salah konsumsi. Solo dikenal sebagai kota budaya yang masih menjaga adat dan tradisi leluhur hingga saat ini. Oleh karena itu, beberapa makanan yang dijual di sana menggunakan istilah tertentu yang bisa menyesatkan jika tidak diketahui maknanya.
Berikut adalah beberapa istilah kuliner non-halal yang sering ditemukan di Solo dan sekitarnya:
Saren
Saren adalah makanan yang terbuat dari darah hewan, seperti sapi, ayam, atau babi yang disembelih. Darah tersebut kemudian dikukus hingga berbentuk padat. Banyak orang yang mengira saren adalah hati karena warnanya yang mirip, yaitu merah kecokelatan. Namun, saren dari hati sapi lebih lembut teksturnya.Sate Jamu
Sate jamu adalah olahan daging anjing yang cukup populer di Solo. Istilah “jamu” berasal dari kata “obat”, yang konon dipercaya dapat meningkatkan stamina. Meski begitu, hal ini belum memiliki dasar ilmiah dan hanya dianggap mitos belaka.B1 dan B2
Kode B1 dan B2 digunakan untuk menunjukkan jenis daging yang digunakan dalam masakan. B1 mengacu pada daging anjing, sedangkan B2 mengacu pada daging babi. Istilah ini umum digunakan di kalangan masyarakat Solo.Sate Guguk / Scooby Doo / Wedus Balap
Nama-nama ini merujuk pada olahan daging anjing. Di kalangan masyarakat Yogyakarta dan Solo, anjing sering disebut dengan istilah “wedus balap” karena kecepatannya saat lari. Beberapa penjual juga menggunakan nama-nama lucu seperti “sate guguk” atau “scooby doo” untuk menarik perhatian konsumen.Sengsu
Kata “sengsu” merujuk pada tongseng anjing yang dimasak seperti rica-rica. Konon, mengonsumsi sengsu bisa memberikan tambahan stamina. Namun, hal ini tidak didukung oleh bukti ilmiah. Ahli kesehatan menekankan bahwa anjing bukanlah hewan yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Ketika berkunjung ke Solo, wisatawan Muslim disarankan untuk selalu teliti dan bertanya tentang bahan-bahan yang digunakan dalam suatu hidangan. Jika tidak yakin, sebaiknya menolak untuk mengonsumsi makanan yang menggunakan istilah-istilah di atas. Dengan demikian, Anda dapat tetap menikmati pengalaman wisata di Solo tanpa khawatir tentang kehalalan makanan.




















