AC Milan kembali mengalami kekalahan dalam pertandingan melawan Napoli, yang semakin menunjukkan masalah serius yang dihadapi oleh lini depan mereka. Dalam pertandingan pekan ke-31 Liga Italia yang berlangsung Senin (6/4/2026) di Stadion Diego Armando Maradona, I Rossoneri kalah 0-1 dari lawannya. Hasil ini memperkuat dugaan bahwa para penyerang Milan sedang mengalami masa sulit.
Dalam pertandingan tersebut, Milan mencoba memainkan lima penyerang sekaligus. Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku menjadi starter, sementara pelatih Massimiliano Allegri juga melakukan beberapa pergantian pemain selama pertandingan. Santiago Gimenez masuk menggantikan Fullkrug, Christian Pulisic menggantikan Nkunku, dan Rafael Leao turut masuk sebagai pengganti. Namun, upaya-upaya ini tidak berhasil memberikan ancaman nyata terhadap gawang Napoli.
Selama 90 menit pertandingan, Milan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Tembakan itu berasal dari Youssouf Fofana, seorang gelandang, di babak pertama. Performa lini depan Milan yang sangat lemah terlihat jelas, bahkan meskipun beberapa pemain seperti Gimenez dan Leao sudah dalam kondisi fit.
Santiago Gimenez dan Rafael Leao, meski dalam kondisi bugar, tidak mampu mencetak gol secara konsisten. Sementara itu, Christian Pulisic tampaknya mengalami mental block, karena belum mencetak gol selama hampir 100 hari. Gol terakhirnya terjadi pada 28 Desember lalu. Di sisi lain, Fullkrug dan Nkunku memiliki keterbatasan dalam hal teknik, sehingga tidak mampu memberikan kontribusi signifikan.
Allegri mencoba membela para penyerangnya dalam jumpa pers usai pertandingan. Ia mengatakan bahwa Fullkrug dan Nkunku tampil baik dalam pertandingan tersebut. Fullkrug dinilai menjadi titik referensi yang bagus, sementara Nkunku bekerja keras untuk tim di fase defensif dan memiliki beberapa peluang. Namun, ia juga mengakui ketidakpuasan terhadap performa lini depan Milan.
“Saya pikir Fullkrug dan Nkunku melakoni pertandingan dengan baik,” ujar Allegri. “Fullkrug menjadi titik referensi yang bagus. Nkunku bekerja untuk tim di fase defensif dan memiliki beberapa peluang. Seseorang seperti dia perlu mencetak gol dari satu di antara peluang-peluang itu.”
Allegri juga menyebutkan bahwa Milan mengalami beberapa serangan balik lawan di babak kedua. Meskipun begitu, Maignan hanya mampu membuat satu penyelamatan. Penyelamatan itu pun merupakan hasil dari sebuah pergerakan kunci dari Milan, tetapi mereka tidak mendapatkan shot on target.
“Kami perlu lebih akurat di depan dan lebih baik dalam mencetak gol,” pungkas Allegri.
Tidak ada penyerang Milan yang saat ini memenuhi ekspektasi. Dalam enam pertandingan terakhir, hanya satu gol yang dicetak oleh Leao dalam laga melawan Cremonese pada 1 Maret lalu. Kondisi ini berdampak pada performa tim yang kurang stabil. Dalam enam laga tersebut, Milan kalah tiga kali, sehingga Allegri mengakui bahwa mimpi timnya meraih scudetto sudah tamat.
Dengan kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan, AC Milan bahkan belum aman di empat besar klasemen. Saat ini, Milan berada di peringkat tiga dengan 63 poin, hanya unggul enam angka dari Juventus yang menempati posisi kelima. Dengan Como dan Juve yang lebih tajam dalam mencetak gol, Milan tampaknya menjadi sebuah tim tanpa penyerang yang efektif.



















