Adahi: Program Kurban Terbesar di Arab Saudi Tepis Pemborosan Daging, Jangkau Jutaan Penerima Manfaat
Selama lebih dari empat dekade, sebuah program monumental di Arab Saudi telah berhasil mengubah cara pemanfaatan hewan kurban dan dam haji. Program Adahi, yang beroperasi di bawah pengawasan ketat Royal Commission for Makkah City and Holy Sites, telah mencatatkan rekor luar biasa dalam melayani jutaan umat Islam. Sejak didirikan pada tahun 1403 Hijriah, Adahi telah memfasilitasi lebih dari 25 juta pelaksanaan ibadah kurban atau nusuk. Dari jumlah tersebut, dihasilkan sekitar 600 juta porsi makanan yang didistribusikan, serta memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 30 juta penerima di berbagai penjuru negara Islam.
Capaian signifikan ini diungkapkan oleh Talal Abdullah Al-Harbi, Public Relations and Media Specialist Adahi, saat menerima kunjungan dari Tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Kantor Pusat Adahi, Makkah. Talal menjelaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan akumulasi program yang telah berjalan lebih dari 40 tahun.
Adahi dibentuk sebagai solusi inovatif untuk mengatasi persoalan pemborosan daging kurban yang pernah menjadi tantangan besar selama musim haji. Sebelum adanya program terstruktur ini, banyak daging kurban berpotensi tidak termanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan sistem distribusi yang ada.
“Lebih dari 25 juta nusuk telah dilaksanakan sejak proyek ini berdiri. Daging kurban dan manfaatnya telah menjangkau lebih dari 25 negara di dunia Islam. Kami juga telah menghasilkan sekitar 600 juta porsi makanan dan memberikan manfaat kepada lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia,” ujar Talal, menekankan jangkauan global dari program ini.
Transformasi Sistem Kurban Menjadi Profesional dan Berkelanjutan
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah Arab Saudi membangun sebuah mekanisme terpadu yang mencakup seluruh aspek pengelolaan hewan kurban. Mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi, semuanya dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap hewan kurban dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebaikan umat.
Saat ini, distribusi daging kurban Adahi dilakukan melalui kerja sama erat dengan sekitar 700 lembaga amal yang terpercaya di Arab Saudi. Selain itu, jaringan kemanusiaan Adahi juga menjangkau lebih dari 25 negara Islam, memastikan daging kurban sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Adahi terus beradaptasi dan berkembang seiring dengan peningkatan jumlah jemaah haji dari tahun ke tahun. Untuk meningkatkan kapasitas layanannya, empat unit operasional baru dibangun pada tahun 1420 Hijriah. Puncak dari restrukturisasi terjadi pada tahun 1445 Hijriah, di mana pengelolaan program Adahi sepenuhnya berada di bawah naungan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
Digitalisasi Layanan untuk Kemudahan Jemaah
Kemajuan teknologi juga tidak luput dari perhatian Adahi. Pada tahun 1447 Hijriah, sebuah langkah transformatif dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh layanan Adahi ke dalam platform digital Nusuk. Integrasi ini memungkinkan jemaah haji untuk mengakses dan melakukan layanan kurban serta dam dengan cara yang jauh lebih mudah, aman, dan transparan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada pemborosan daging kurban serta menjamin manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak di dalam maupun luar Arab Saudi,” tegas Talal, menegaskan kembali komitmen Adahi terhadap misi sosialnya.
Fasilitas Modern dan Kontrol Kualitas Ketat
Untuk mendukung operasional berskala besar, Adahi kini mengelola tujuh kompleks penyembelihan yang sangat modern. Fasilitas-fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas sekitar satu juta meter persegi, dirancang untuk efisiensi dan higienitas.
Setiap hewan kurban yang masuk ke dalam fasilitas Adahi wajib menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan syariat yang ketat. Pemeriksaan ini dilakukan baik sebelum maupun sesudah proses penyembelihan. Pemeriksaan veteriner dimulai satu hingga dua bulan sebelum musim haji tiba, memastikan hewan dalam kondisi prima. Setelah penyembelihan, pemeriksaan ulang dilakukan untuk memastikan kualitas daging tetap terjaga optimal dan memenuhi seluruh standar keamanan pangan internasional.
Skala operasional Adahi sungguh mencengangkan, terlihat jelas dari pelaksanaan ibadah kurban pada musim haji tahun lalu. Dalam kurun waktu satu jam pertama setelah pelaksanaan Salat Iduladha, fasilitas Adahi mampu menyembelih sekitar 27 ribu ekor hewan kurban. Angka ini menjadikan Adahi sebagai salah satu sistem pengelolaan kurban terbesar dan paling terintegrasi di seluruh dunia Islam, sebuah bukti nyata komitmen Arab Saudi dalam melayani umat dan memaksimalkan manfaat ibadah kurban.



















