– Harga tiket laga Persitema Temanggung di Stadion Bhumi Phala pada musim kompetisi kali ini menjadi bahan perbincangan luas di ruang publik.
Kebijakan penetapan tarif tersebut menuai reaksi beragam dari warganet, khususnya dari kalangan pelajar dan pencinta sepak bola lokal yang menilai nominalnya cukup memberatkan.
Gelombang kritik mulai terlihat setelah akun resmi Persitema Temanggung mengunggah informasi harga tiket pada 31 Desember 2025.
Unggahan itu langsung dipenuhi komentar yang mempertanyakan pertimbangan panitia dalam menentukan harga, mengingat kondisi ekonomi masyarakat setempat serta level kompetisi yang dijalani tim.
Salah satu warganet dengan akun @agoest_sapoetra menyampaikan pandangannya secara kritis. Ia menilai harga tiket untuk pertandingan di level Liga 4 tergolong tinggi jika dibandingkan dengan upah minimum di Temanggung yang relatif rendah.
Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga perlu ada pembahasan ulang agar tidak membebani penonton.
Komentar senada juga disampaikan akun @indoman_day. Warganet tersebut berpendapat bahwa harga tiket yang lebih terjangkau justru berpotensi menarik jumlah penonton yang lebih banyak.
Ia menilai tarif yang terlalu tinggi dapat membuat masyarakat berpikir dua kali untuk datang langsung ke stadion, sehingga atmosfer pertandingan dan dukungan untuk tim bisa berkurang.
Berdasarkan informasi yang diumumkan, manajemen Persitema Temanggung menetapkan harga Rp30.000 untuk tiket tribun timur dan Rp50.000 untuk tribun barat pada musim ini.
Kebijakan tersebut kini menjadi sorotan dan harapan publik agar ada evaluasi demi menjaga antusiasme penonton serta mendukung keberlangsungan sepak bola daerah.***




