Ringkasan Berita:
- Saat sebagian orang masih merayakan Tahun Baru 2026, Ony, warga Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang malah kehilangan tabung gas elpiji di warungnya, Kamis (1/1/2026).
- Saat itu, dua pemuda datang ke warungnya dengan alasan membeli plester.
- Dari tayangan rekaman kamera CCTV yang terpasang di warung, setelah transaksi selesai dan mereka berbalik arah untuk pergi, satu dari keduanya tampak mengambil satu tabung gas elpiji 3 kilogram sebelum meninggalkan warung.
, SEMARANG – Untuk ke sekian kalinya, Ony (34), Warga Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, kehilangan tabus gas elipiji di warungnya, Jumat (2/1/2026).
Kejadian bermula saat dua pemuda datang ke warungnya dengan alasan membeli plester.
Seperti biasa, Ony melayani pembeli.
Namun sesaat setelah transaksi selesai dan ia sempat membalikkan badan, firasat tak enak muncul.
“Saya keluar sebentar, ngecek kok satu tabung gas di tumpukan atas sudah enggak ada,” ujar Ony saat ditemui Tribunjateng.com.
Rasa curiga itu kemudian dia pastikan lewat rekaman kamera CCTV yang terpasang di warung.
Dari tayangan tersebut, tampak dua pemuda datang bersamaan.
Satu orang mengenakan jaket dan helm masuk lebih dulu untuk membeli barang, disusul temannya dari belakang.
Setelah transaksi selesai dan mereka berbalik arah untuk pergi, satu dari keduanya tampak mengambil satu tabung gas elpiji 3 kilogram sebelum meninggalkan warung.
Kejadian itu bukan yang kali pertama dialami Ony.
Dia mengaku sudah berulang kali menjadi korban pencurian tabung gas.
Enam bulan sebelumnya, tiga tabung gas Bright berukuran 5,5 kilogram juga raib.
Saat itu, tabung-tabung tersebut diletakkan di luar warung.
“Di sini katanya sering banyak kehilangan.
Beberapa pemilik warung di sekitar sini juga mengeluh soal gas yang hilang,” imbuh Ony.
Dari total sekitar 50 tabung gas yang dibelinya dengan uang sendiri, kini hanya tersisa 46 tabung.
Empat tabung lenyap dicuri orang dalam rentang waktu berbeda.
Kerugian itu cukup terasa bagi Ony, mengingat tabung gas menjadi penopang utama usaha warungnya.
Ketua RT setempat, Atim Nugraha, membenarkan bahwa kasus pencurian tabung gas kerap terjadi di wilayah tersebut.
Dia menyebut, keresahan warga terus meningkat akibat ulah pencuri yang tak jera.
“Kami ingin membuat jera para pencuri-pencuri ini.
Kasihan warga saya,” kata Atim.
Menurut dia, hingga kini warga belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke kepolisian.
Namun, opsi pelaporan masih terbuka dan tengah dipertimbangkan agar ada efek jera bagi pelaku.
“Belum mau lapor, kemungkinan nanti kami akan lapor biar ada efek jeranya,” pungkasnya. (rez)



















