No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclamer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle Travel

Terlalu ramai, 8 destinasi wisata ini direkomendasikan tidak dikunjungi tahun 2026

Hendra by Hendra
4 Januari 2026 - 21:58
in Travel
0

Fenomena overtourism atau pariwisata berlebihan semakin menjadi perhatian di banyak destinasi wisata dunia.

Lonjakan pengunjung yang melebihi kapasitas lingkungan dan masyarakat lokal tidak hanya menimbulkan kemacetan, kerusakan alam, dan degradasi budaya, tetapi juga memicu ketegangan sosial di berbagai kota dan kawasan alam.

Fodor’s Travel, media perjalanan asal Amerika Serikat, merilis “No List 2026”, daftar tahunan yang memberi peringatan bagi wisatawan untuk mempertimbangkan kembali kunjungan ke beberapa destinasi yang tengah menghadapi tekanan pariwisata berlebihan.

Daftar ini menyoroti tempat-tempat di mana aktivitas wisatawan bisa membahayakan keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal, sekaligus mendorong kesadaran tentang wisata yang lebih bertanggung jawab.

1. Antartika

Antartika, benua yang paling tak tersentuh manusia, tercatat menerima 120.000 pengunjung dari 2023 hingga 2024, angka yang diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2033.

Meski ekspedisi kecil memungkinkan wisatawan menjejak daratan dan melihat gletser yang retak, para ahli menekankan lingkungan di sana sangat rapuh.

Tidak ada batasan resmi untuk jumlah pengunjung, dan sebagian besar kapal wisata tidak tergabung dalam badan industri yang bertugas menjaga standar ekowisata.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pariwisata massa dapat merusak salah satu ekosistem terakhir di bumi.

2. Kepulauan Canary, Spanyol

Kepulauan Canary menghadapi tekanan dari 7,8 juta pengunjung pada paruh pertama 2025, meningkatkan jumlah penumpang bandara hingga lebih dari 27 juta. Lonjakan ini menimbulkan kemacetan lalu lintas, kenaikan harga properti, dan degradasi lingkungan.

Aktivis lokal memperingatkan bahwa pariwisata massal menggerus identitas dan budaya pulau, sementara keuntungan ekonomi sering kali tidak dirasakan penduduk lokal.

Pemerintah telah memperkenalkan regulasi untuk membatasi sewa jangka pendek, namun para ahli menilai perubahan tersebut belum efektif.

Baca Juga  Panghegar Waterboom: Seru, Musik Live, & Hadiah Menanti!

3. Glacier National Park, Montana, AS

Glacier National Park menjadi sorotan karena fenomena “last-chance tourism”, di mana wisatawan berlomba melihat gletser yang tersisa sebelum hilang. Lebih dari 150 gletser awal abad ke-20, kini hanya tersisa 27 yang diperkirakan hilang pada 2030 akibat perubahan iklim.

Lonjakan pengunjung memicu kemacetan, gangguan satwa liar, dan degradasi jalur pendakian. Meski taman nasional telah menerapkan sistem reservasi dan energi terbarukan, tekanan dari wisatawan dan perubahan iklim tetap menjadi tantangan serius.

4. Isola Sacra, Italia

Isola Sacra, distrik pesisir dekat Roma, tengah menghadapi proyek pelabuhan baru untuk kapal pesiar besar, yang menimbulkan kekhawatiran lingkungan. Proyek ini berpotensi menghancurkan ekosistem pesisir, termasuk flora, fauna, dan garis pantai alami.

Aktivis lokal menyoroti dampak jangka panjang dari pengerukan dasar laut dan pembangunan pelabuhan, yang dapat merusak habitat dan mengubah karakter wilayah.

5. Jungfrau Region, Swiss

Kawasan Alpen Jungfrau, termasuk desa Grindelwald dan Lauterbrunnen, terkenal dengan pemandangan gunung Eiger, Mönch, dan Jungfrau. Namun turis harian yang meningkat menimbulkan kemacetan, keausan jalur pendakian, dan tekanan pada infrastruktur lokal.

Selain itu, harga sewa properti meningkat karena apartemen banyak disewakan untuk wisatawan, sementara penduduk setempat menghadapi kesulitan mencari rumah.

Para pengelola menekankan pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan kesejahteraan masyarakat dan konservasi lingkungan.

6. Mexico City, Meksiko

Protes pada Juli 2025 di Mexico City menyoroti dampak gentrifikasi dan sewa jangka pendek, termasuk melalui Airbnb. Wisatawan dan pekerja jarak jauh terkadang menggantikan penduduk lokal, memicu ketegangan sosial.

Banyak restoran dan layanan menyesuaikan diri dengan turis, sementara nilai sewa meningkat pesat, terutama di wilayah Condesa, Roma, dan Polanco.

Baca Juga  Jelajahi Bandung: Rute Sepeda Penuh Pesona

Pemerintah kota kini membatasi sewa jangka pendek hingga 180 malam per tahun untuk melindungi komunitas lokal, yang akan berlaku pasca Piala Dunia FIFA 2026.

7. Mombasa, Kenya

Mombasa, kota pesisir bersejarah, menghadapi masalah overtourism akibat meningkatnya jumlah pengunjung internasional. Dampaknya meliputi kemacetan, pengelolaan sampah yang buruk, polusi laut, dan kerusakan ekosistem pantai.

Meski pemerintah setempat membentuk Dewan Pariwisata dan menyiapkan regulasi untuk mengelola pantai, lemahnya implementasi membuat kota ini tetap berisiko bagi wisatawan dan penduduk.

8. Montmartre, Paris, Prancis

Montmartre, kawasan bersejarah Paris, kini dilanda turis yang melebihi kapasitas. Dengan lebih dari 11 juta pengunjung setiap tahun, kehidupan lokal terganggu, harga properti melonjak, dan ruang publik dipenuhi kafe, restoran, dan toko wisata.

Proyek pemerintah untuk memprioritaskan pejalan kaki dan menghijaukan lingkungan berjalan lambat, sementara penduduk setempat merasa kehilangan kendali atas wilayah mereka.

Fodor’s No List menegaskan bahwa tujuan daftar ini bukan untuk memboikot destinasi, tetapi mendorong wisatawan agar mempertimbangkan kembali kunjungan mereka demi menjaga ekosistem dan keberlanjutan masyarakat lokal.

Overtourism bisa merusak pengalaman wisata itu sendiri sekaligus mengancam masa depan destinasi yang kita cintai.

Editor: Riko A Saputra

Hendra

Hendra

Baca Juga

Travel

Panghegar Waterboom: Seru, Musik Live, & Hadiah Menanti!

13 Januari 2026 - 21:42
Travel

Pesona Terasering Sitegong Nampan: Surga Hijau di Kaki Sumbing

13 Januari 2026 - 12:25
Travel

Bogor 4 Jan 2025: Waspada Hujan Badai & Petir!

12 Januari 2026 - 17:15
Travel

Jalan Soekarno Kuningan: 5 Wisata Kuliner Wajib Coba Libur Tahun Baru 2026

12 Januari 2026 - 02:58
Travel

Whoosh: Tiket Libur Tahun Baru, Promo 21 Destinasi

11 Januari 2026 - 05:46
Travel

Jadwal kapal PELNI KM Dorolonda bulan Januari 2026 semua rute dan harga tiket terbaru

10 Januari 2026 - 07:34
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Terlalu ramai, 8 destinasi wisata ini direkomendasikan tidak dikunjungi tahun 2026

4 Januari 2026 - 21:58

Klasemen Super League 2026: Persib Terancam Gagal Juara

13 Januari 2026 - 22:33

Klasemen Serie A: Juventus Menang, Roma Tergelincir

11 Januari 2026 - 21:59

Yamaha F1ZR 2026: Lonjakan Harga, Simbol Gaya Hidup & Nostalgia Bernilai Tinggi

11 Januari 2026 - 18:27

Kepri: 1.900 Ha Kawasan Industri Baru untuk Pemerataan Ekonomi Tanjungpinang

13 Januari 2026 - 08:26

Nikah Siri Inara Rusli: Fahmi Singgung Sulitnya Komunikasi dengan Wardatina

14 Januari 2026 - 21:44

Kisah Jemari di Layar: Suka Duka Menulis di Ponsel

14 Januari 2026 - 21:25

Kilau Hamil: Penentu Jantina Bayi?

14 Januari 2026 - 21:06

SIM Keliling Bekasi: Senin, 12 Januari di Polsek Setu

14 Januari 2026 - 20:56

Maut Menjemput di Antrean Nasi Goreng Pantura Brebes

14 Januari 2026 - 20:46

Pilihan Redaksi

Nikah Siri Inara Rusli: Fahmi Singgung Sulitnya Komunikasi dengan Wardatina

14 Januari 2026 - 21:44

Kisah Jemari di Layar: Suka Duka Menulis di Ponsel

14 Januari 2026 - 21:25

Kilau Hamil: Penentu Jantina Bayi?

14 Januari 2026 - 21:06

SIM Keliling Bekasi: Senin, 12 Januari di Polsek Setu

14 Januari 2026 - 20:56
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclamer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In