Operasi Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Resmi Ditutup
PEMALANG, JAWA TENGAH – Upaya pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), seorang pendaki muda asal Magelang yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim pencari tidak berhasil menemukan jejak korban selama tujuh hari operasi SAR berlangsung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyatakan bahwa operasi pencarian resmi ditutup pada hari Senin, 5 Desember, pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap hasil operasi SAR yang telah dijalankan selama seminggu tanpa membuahkan hasil yang diharapkan.
“Berdasarkan operasi SAR selama tujuh hari, maka keputusan untuk hari ini adalah terakhir. Operasi SAR ditutup pukul 16.00 WIB,” ujar Agus Ikmaludin.
Pihak BPBD telah melakukan mediasi dan komunikasi intensif dengan keluarga Syafiq untuk menyampaikan keputusan penutupan operasi pencarian ini. Meskipun pencarian aktif dihentikan, BPBD menegaskan bahwa pemantauan di area pendakian Gunung Slamet akan tetap dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan untuk memantau kondisi terkini di jalur pendakian yang menjadi lokasi hilangnya Syafiq.
“Operasi akan diubah menjadi pemantauan. Sampai saat ini, hari terakhir pencarian, jejak korban belum ditemukan,” tambah Agus Ikmaludin.
Kronologi Hilangnya Syafiq Ridhan Ali Razan
Peristiwa ini bermula pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, ketika Syafiq Ridhan Ali Razan memutuskan untuk mendaki Gunung Slamet bersama seorang temannya, Himawan Haidar Bahran. Keduanya menggunakan jalur pendakian melalui Basecamp Dipajaya. Rencana awal mereka adalah melakukan pendakian tektok, yang berarti pendakian tanpa menginap, dan dijadwalkan akan turun kembali pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
Namun, di tengah perjalanan pendakian, situasi berubah ketika Himawan Haidar Bahran mengalami cedera pada kakinya. Kondisi ini memaksa Syafiq untuk mengambil keputusan. Ia memutuskan turun terlebih dahulu untuk mencari bantuan bagi temannya. Sayangnya, setelah berpisah untuk mencari pertolongan, Syafiq tidak pernah kembali ke titik pertemuan atau melaporkan keberadaannya.
Upaya Pencarian dan Evakuasi Himawan
Menyadari Syafiq tidak kunjung kembali dan khawatir akan keselamatan keduanya, tim sukarelawan gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Pencarian awal difokuskan untuk menemukan kedua pendaki yang hilang.
Pada Minggu malam, upaya pencarian intensif mulai dilakukan. Tim gabungan berhasil menemukan Himawan Haidar Bahran di Pos 9 pendakian. Himawan ditemukan dalam kondisi lemas akibat cedera kaki yang dialaminya. Ia kemudian segera dievakuasi menuju basecamp pada hari Selasa, 30 Desember 2025, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Meskipun Himawan berhasil diselamatkan, nasib Syafiq Ridhan Ali Razan tetap belum diketahui. Seluruh upaya pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari berikutnya tidak berhasil menemukan jejaknya, yang akhirnya berujung pada penutupan resmi operasi SAR.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pendaki untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum melakukan pendakian, terutama di gunung-gunung yang memiliki medan menantang seperti Gunung Slamet. Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai, informasi cuaca terkini, serta pemberitahuan rencana pendakian kepada pihak berwenang atau keluarga adalah langkah-langkah krusial yang dapat meminimalkan risiko.



















