Koster: Turis asing ke Bali wajib punya saldo tabungan minimal & tiket pulang

Diposting pada

bali., DENPASAR – Gubernur Wayan Koster menyatakan Pemprov Bali sedang menyiapkan draf rancangan peraturan daerah (perda) yang mengatur tabungan minimal bagi turis asing yang berlibur ke Pulau Dewata.

Perda tersebut nantinya akan dinamakan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas.

Menurut Koster, Bali harus mengarah ke pariwisata berkualitas, bukan receh seperti sekarang.

“Rancangan perda sudah hampir selesai.

Jadi nanti akan diajukan segera ke DPRD Bali.

Di DPRD saya kira tidak akan lama, jadi bisa diberlakukan tahun ini,” ujar Koster dilansir dari Antara.

Rencana kebijakan ini sebelumnya telah disampaikan Gubernur Koster ke Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu program prioritas 2026.

Perda tersebut mengatur nominal uang yang wajib dimiliki turis asing selama tiga bulan terakhir saat akan berlibur dengan aktivitas dan lama tinggalnya di Bali.

“Tujuannya agar turis asing yang datang ke Bali, dia punya uang yang cukup.

Kalau cukup uangnya seminggu, ya seminggu, jangan sampai uangnya cukup seminggu di sini tiga minggu jadinya terlantar di sini dan melakukan tindakan kriminal,” kata Koster.

Koster mengatakan Pemprov Bali sudah merasakan banyaknya wisatawan mancanegara yang kehabisan uang dan akhirnya melanggar aturan dan melakukan tindak pidana di Bali.

Dengan memastikan tabungan mereka sesuai dengan rencana aktivitasnya, maka berdampak pada perputaran ekonomi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Menurut Koster, dengan berbelanja banyak di Bali, maka akan menghidupkan UMKM, meningkatkan nilai ekonomi lokal.

“Dan, saat mereka pulang harus punya tiket kembali,” ucapnya.

Koster juga memastikan perda itu nantinya bukan nominal tabungan yang dimuat, tetapi regulasi memeriksa buku tabungan selama tiga bulan terakhir untuk disesuaikan dengan aktivitasnya.

Selain perihal tabungan wisman, perda itu juga mengatur agar wisatawan yang datang ke Bali adalah mereka yang menghormati aturan dan budaya Bali serta cinta dengan Bali.

“Jadi, pariwisata Bali yang kerap dikatakan pariwisata massal berubah menjadi pariwisata berkualitas tidak hanya berfokus pada angka kunjungan,” tutur Koster. (lia/JPNN)

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan