Gudang Barang Dagangan Ludes Terbakar di Sanggau, Diduga Akibat Kelalaian Anak Bermain Api
Sanggau, Kalimantan Barat – Sebuah insiden kebakaran yang cukup mengkhawatirkan terjadi di wilayah Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 11.45 WIB. Peristiwa ini menyebabkan hangusnya sebuah gudang penyimpanan barang dagangan milik warga setempat. Kebakaran yang terjadi di area belakang rumah ini berhasil dikendalikan berkat kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran, sehingga tidak merembet ke bangunan utama maupun rumah-rumah di sekitarnya.
Rumah yang terdampak kebakaran diketahui merupakan milik H. Riduan (72), seorang pedagang yang tinggal di Blok M, Jalan Sutan Syahril, RT 10, Kelurahan Ilir Kota. Meskipun bangunan utama berhasil diselamatkan, bagian gudang yang menyimpan berbagai macam barang dagangan ludes dilalap si jago merah.
Kronologi Kejadian: Asap Tebal Membumbung dari Gudang
Saksi mata, Zeli (40), yang merupakan tetangga korban, menjadi orang pertama yang menyadari adanya bahaya. Sekitar pukul 11.45 WIB, ia melihat kepulan asap tebal berasal dari arah gudang penyimpanan barang dagangan milik H. Riduan. Tanpa menunggu lama, Zeli segera bertindak. Ia segera memberitahukan pemilik rumah dan warga di sekitarnya tentang insiden tersebut. Selain itu, ia juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Menyadari potensi bahaya yang semakin membesar, warga setempat bersama satu unit mobil pemadam kebakaran yang tiba dengan sigap langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka bahu-membahu berusaha memadamkan api agar tidak meluas.
Upaya pemadaman yang dilakukan secara terpadu ini membuahkan hasil. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 12.10 WIB. Beruntung, respons cepat dari warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api menjalar ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitarnya.
Dugaan Penyebab Kebakaran: Kelalaian dan Kurangnya Pengawasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan dari para saksi, kebakaran ini diduga dipicu oleh kelalaian anak-anak yang bermain api di dalam gudang. Api yang mereka mainkan tersebut kemudian mengenai tumpukan kertas karton yang ternyata digunakan sebagai tempat penyimpanan telur. Material yang mudah terbakar ini seketika memicu kobaran api yang membesar dengan cepat.
Diketahui, dua orang cucu pemilik rumah, yang berinisial Zaenal dan Ara, berada di sekitar lokasi kejadian saat insiden tersebut berlangsung. Percikan api dari permainan mereka diduga menyambar material mudah terbakar di dalam gudang, sehingga menyebabkan api membesar dalam waktu singkat dan melahap isi gudang.
Petugas dari Polres Sanggau yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan pengamanan area untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan membantu proses pemadaman. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran ini. Kejadian ini murni disebabkan oleh kelalaian dan kurangnya pengawasan orang dewasa terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan rumah.
Imbauan dan Kerugian Materil
Ipda Ade Sopiandi, SH, selaku Pamapta Regu I Polres Sanggau, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin antara warga dan petugas pemadam kebakaran. Ia menekankan bahwa respons cepat dan kolaborasi yang baik menjadi faktor kunci keberhasilan dalam mengendalikan dan memadamkan api.
“Berkat kerja sama warga dan damkar, api dapat dipadamkan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kebakaran lanjutan,” ujar Ipda Ade Sopiandi.
Ia juga menambahkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Perhatian khusus perlu diberikan pada area penyimpanan barang dagangan, terutama yang mengandung bahan-bahan mudah terbakar. Pengawasan yang ketat terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan rumah juga dinilai sangat penting sebagai upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Dalam peristiwa kebakaran ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, kerugian materil akibat kebakaran gudang tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari peristiwa nahas ini.



















