Badan Investasi Daya Anagata Nusantara Jajaki Kolaborasi Strategis di Uni Emirat Arab
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara proaktif terus membuka pintu peluang investasi di kancah global. Upaya terbaru ini diwujudkan melalui safari bisnis yang dilakukan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Fokus utama kunjungan ini adalah menjajaki berbagai bentuk kerja sama strategis yang mencakup sektor krusial seperti kelistrikan hijau hingga minyak dan gas bumi (migas).
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan kerja ini memiliki tujuan ganda: memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi dunia sekaligus membuka jalan bagi masuknya investasi berkualitas ke dalam negeri. Dalam lawatannya, Pandu Sjahrir bertemu dengan sejumlah tokoh penting dan para pemimpin industri di UEA, menandakan keseriusan Danantara dalam membangun jejaring internasional yang kuat.
Menjajaki Energi Terbarukan Bersama Sirius International Holding
Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan Ajay Bhatia, CEO Sirius International Holding. Diskusi antara kedua belah pihak berfokus pada penjajakan potensi kolaborasi di bidang energi terbarukan, yang sering disebut sebagai sektor kelistrikan hijau. Sektor ini menjadi prioritas mengingat tren global yang semakin mengarah pada transisi energi bersih dan berkelanjutan.
Pandu Sjahrir menyatakan bahwa dialog dengan Ajay Bhatia sangat produktif. “Ketika berdiskusi dengan Ajay Bhatia, CEO Sirius International Holding, kami membahas potensi kerja sama di bidang kelistrikan hijau,” ungkapnya. Potensi kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia, yang pada gilirannya akan mendukung target bauran energi nasional dan mengurangi emisi karbon.
Penguatan Ketahanan Energi Nasional Melalui Sektor Migas
Selain fokus pada energi hijau, Danantara juga menaruh perhatian besar pada penguatan ketahanan energi nasional melalui sektor minyak dan gas bumi (migas). Upaya ini diwujudkan melalui diskusi mendalam dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Pandu Sjahrir secara pribadi bertemu dengan Klaus Froehlich, CIO ADNOC, untuk membahas berbagai kemungkinan kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Kami membahas potensi kerjasama antara ADNOC dan Danantara Indonesia di bidang migas dan ketahanan energi,” terangnya. Penguatan di sektor migas ini sangat penting untuk memastikan pasokan energi yang stabil bagi kebutuhan domestik, sembari tetap mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi. Kolaborasi dengan pemain global seperti ADNOC diharapkan dapat membawa teknologi dan praktik terbaik ke Indonesia, serta membuka akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan.
Diplomasi Ekonomi dan Kemitraan Strategis
Di luar agenda pertemuan bisnis formal, Pandu Sjahrir juga berkesempatan untuk melakukan diplomasi ekonomi dengan bertemu langsung dengan His Highness Sheikh Mohammed bin Khalifa bin Zayed al Nahyan. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Danantara untuk memperluas jangkauan diplomasi ekonomi di kawasan Timur Tengah, sebuah wilayah yang kaya akan sumber daya dan memiliki potensi investasi yang besar.
Pandu Sjahrir menegaskan kembali peran fundamental Danantara sebagai lokomotif investasi yang berdedikasi untuk menjaring peluang-peluang yang memiliki dampak signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Ia menekankan bahwa setiap kesepakatan investasi yang akan diambil oleh Danantara harus memenuhi standar yang sangat tinggi.
Prinsip Investasi Berkelanjutan dan Tata Kelola yang Ketat
“Setiap investasi yang kami lakukan harus bisa menghasilkan dua hal: commercial returns dan economic returns,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Danantara untuk tidak hanya mencari keuntungan finansial semata, tetapi juga memastikan bahwa setiap investasi memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi Indonesia, seperti penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan industri lokal.
Lebih lanjut, Pandu Sjahrir memberikan jaminan bahwa setiap langkah ekspansi global yang diambil oleh Danantara akan selalu mengedepankan aspek tata kelola yang ketat. Prinsip kehati-hatian menjadi kunci utama dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa investasi yang dijalin tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berkelanjutan dan meminimalkan risiko.
“Kami senantiasa mengedepankan aspek proses, tata kelola, dan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah yang kami ambil,” pungkasnya. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik, Danantara berupaya agar setiap investasi yang masuk dapat mendorong Indonesia untuk melompat lebih tinggi dalam mencapai potensi ekonomi terbaiknya.



















