Fluktuasi Harga Emas Batangan: Analisis Perdagangan 12-18 Januari 2026
Pasar emas batangan menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang periode 12 hingga 18 Januari 2026, dengan harga yang bergerak fluktuatif. Analisis pergerakan harga dari dua pemain utama, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24, memberikan gambaran tentang tren yang terjadi. Secara akumulatif dalam sepekan, emas Antam mencatatkan kenaikan sebesar Rp 32.000 per gram, sementara emas Galeri24 mengalami penguatan yang lebih signifikan, yaitu Rp 73.000 per gram.

Perkembangan Harga Harian:
Senin, 12 Januari 2026: Perdagangan pekan dimulai dengan kenaikan harga emas Antam sebesar Rp 29.000 per gram, mencapai Rp 2.631.000. Harga buyback emas Antam juga mengikuti tren positif, naik Rp 29.000 menjadi Rp 2.484.000 per gram. Pada hari yang sama, emas Galeri24 diperdagangkan pada harga Rp 2.622.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.459.000 per gram.
Selasa, 13 Januari 2026: Tren kenaikan berlanjut. Emas Antam kembali menguat Rp 21.000 menjadi Rp 2.652.000 per gram, dengan harga buyback di angka Rp 2.503.000 per gram. Galeri24 juga tidak ketinggalan, mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp 2.661.000 per gram, dan harga buyback di Rp 2.495.000 per gram.
Rabu, 14 Januari 2026: Momentum penguatan harga emas terus berlanjut. Emas Antam naik Rp 13.000, mencapai Rp 2.665.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.513.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 tercatat naik ke Rp 2.676.000 per gram, dan harga buyback-nya berada di Rp 2.509.000 per gram.

Kamis, 15 Januari 2026: Kenaikan harga masih mendominasi perdagangan. Emas Antam bertambah Rp 10.000 menjadi Rp 2.675.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.521.000 per gram. Emas Galeri24 juga menunjukkan penguatan, mencapai Rp 2.692.000 per gram, dan harga buyback-nya Rp 2.524.000 per gram.
Jumat, 16 Januari 2026: Perdagangan di akhir pekan mulai menunjukkan adanya koreksi. Harga emas Antam terkoreksi Rp 6.000 menjadi Rp 2.669.000 per gram, dengan harga buyback turun setara menjadi Rp 2.515.000 per gram. Di sisi lain, harga emas Galeri24 terpantau stagnan di Rp 2.692.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.524.000 per gram.
Sabtu, 17 Januari 2026: Koreksi harga emas Antam berlanjut. Emas Antam turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.663.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.509.000 per gram. Berbeda dengan Antam, emas Galeri24 justru mencatat kenaikan tipis menjadi Rp 2.695.000 per gram, dan harga buyback-nya Rp 2.527.000 per gram.
Minggu, 18 Januari 2026: Pada penutupan pekan, harga emas Antam dan Galeri24 sama-sama stagnan, mempertahankan level perdagangan yang dicapai pada hari Sabtu.
Regulasi Pajak dan Implikasinya:
Perlu dicatat bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir kini dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan. Namun, pengusaha emas tetap berkewajiban memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga jual. Ketentuan ini lebih rendah dibandingkan dengan ketentuan sebelumnya yang mencapai 0,45 persen, memberikan insentif tambahan bagi para pembeli emas batangan.
Rincian Harga Emas Antam per Gram (per 18 Januari 2026):
Harga emas Antam yang disebutkan berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta. Perlu diingat bahwa harga di gerai lain mungkin memiliki sedikit perbedaan.
- 1 gram: Rp 2.663.000
- 5 gram: Rp 13.120.000
- 10 gram: Rp 26.185.000
- 25 gram: Rp 65.337.000
- 50 gram: Rp 130.595.000
- 100 gram: Rp 261.112.000
- 250 gram: Rp 652.515.000
- 500 gram: Rp 1.304.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.609.600.000
Rincian Harga Emas Galeri24 per Gram (per 18 Januari 2026):
Berikut adalah rincian harga emas dari Galeri24 pada tanggal yang sama:
- 0,5 gram: Rp 1.410.000
- 1 gram: Rp 2.688.000
- 2 gram: Rp 5.297.000
- 5 gram: Rp 13.143.000
- 10 gram: Rp 26.216.000
- 25 gram: Rp 65.378.000
- 50 gram: Rp 130.653.000
- 100 gram: Rp 261.177.000
- 250 gram: Rp 651.337.000
- 500 gram: Rp 1.302.673.000
- 1.000 gram: Rp 2.605.344.000
Pergerakan harga emas yang fluktuatif ini mencerminkan berbagai faktor pasar yang memengaruhinya, termasuk sentimen ekonomi global, kebijakan moneter, dan permintaan dari investor. Bagi para pelaku pasar dan investor, memantau pergerakan harga secara berkala menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi yang strategis.




















