Kebakaran Hebat Landa Desa Limehu, Gorontalo: Rumah dan Uang Tunai Rp20 Juta Ludes Terbakar
Gorontalo, Provinsi Gorontalo – Malam yang mencekam menyelimuti Desa Limehu, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu, 17 Januari 2025. Si jago merah mengamuk hebat, melalap habis satu unit rumah warga beserta seluruh isinya. Tidak hanya bangunan dan perabotan, kerugian materiil yang diderita pemilik rumah juga terbilang fantastis, mencapai Rp20 juta dalam bentuk uang tunai yang ikut hangus tak bersisa.
Peristiwa kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita ini sontak mengagetkan warga sekitar. Laporan mengenai insiden nahas tersebut segera diterima oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman
Menurut keterangan yang dihimpun, pihak Damkar Kabupaten Gorontalo menerima laporan kebakaran pada pukul 19.58 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel pemadam kebakaran segera dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKK).
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pada sekitar pukul 20.15 Wita. Namun, upaya pemadaman dihadapkan pada kendala signifikan. Lokasi rumah yang terbakar berada di tengah area persawahan, dengan akses jalan yang sangat terbatas, hanya berupa jalan setapak. Kondisi ini membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau langsung titik api.
Akibatnya, api dengan cepat membesar dan menjalar, menghanguskan bangunan rumah sebelum petugas berhasil menjinakkan kobaran api. Dalam situasi darurat ini, para petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual. Mereka berupaya keras memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi kejadian, seperti saluran irigasi atau sumur warga, untuk memadamkan api.
Proses pemadaman yang berlangsung alot ini akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 21.48 Wita. Dalam upaya pemadaman, petugas Damkar tidak bekerja sendirian. Mereka mendapat bantuan signifikan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu memadamkan api dan mengamankan situasi.
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Kerugian yang Dialami
Berdasarkan keterangan dari pemilik rumah, Ibu Rasuna Tilango, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari aktivitas memasak di bagian belakang rumah. Saat kejadian, Ibu Rasuna dilaporkan sempat meninggalkan tungku kayu yang masih menyala.
“Berdasarkan keterangan Ibu Rasuna Tilango, ia sedang memasak air menggunakan tungku kayu di bagian belakang rumahnya,” jelas salah seorang petugas Damkar.
Tak lama berselang, api yang berasal dari tungku tersebut membesar tanpa disadari oleh Ibu Rasuna. Pada saat itu, beliau sedang berada di bagian depan rumah. Ketika menyadari adanya kobaran api yang mulai membesar, Ibu Rasuna segera berteriak meminta pertolongan warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, kerugian materiil yang dialami oleh Ibu Rasuna Tilango sangatlah besar. Seluruh bangunan rumah beserta isinya, termasuk perabotan rumah tangga, barang-barang berharga, hingga uang tunai senilai Rp20 juta, dilaporkan ludes terbakar habis. Kehilangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, yang harus memulai kembali segalanya dari nol.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama terkait aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti penggunaan kompor atau tungku kayu. Selain itu, aksesibilitas lokasi pemukiman bagi petugas pemadam kebakaran juga menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan kesiapan tanggap bencana di wilayahnya.




















