No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus Human Interest

Kilat Kesultanan: Malaysia Belajar Sejarah

Erwin by Erwin
20 Januari 2026 - 13:25
in Human Interest
0


Perut yang kenyang setelah menyantap Nasi Kandar dengan kuah banjir terasa seperti sebuah pelukan nirwana. Momen kenikmatan yang nyaris membawa saya tenggelam dalam kebahagiaan kuliner. Namun, di ambang kesadaran yang mulai memudar, suara Helmi membuyarkan lamunan dan menarik saya kembali ke kenyataan.

“Destinasi terakhir sebelum kau balik kandang,” katanya, nada bicaranya menyiratkan sebuah rahasia, atau mungkin pertanda akan petualangan baru yang penuh kejutan.

Mobil kami melaju membelah jantung kota Kuala Lumpur. Perhentian singkat kami adalah Dataran Merdeka, sebuah lapangan luas yang megah dengan tiang bendera menjulang tinggi. Di sinilah sejarah mencatat penurunan terakhir bendera Union Jack Inggris. Di seberang lapangan, berdiri kokoh Gedung Sultan Abdul Samad yang ikonik, saksi bisu perjalanan waktu.

Namun, Rizal tidak tertarik berlama-lama di bawah terik matahari. “Panas. Kita ke rumah ‘Bos Besar’ saja,” ajaknya, mengisyaratkan tujuan berikutnya yang tak kalah penting.

Tujuan kami: Istana Negara Malaysia yang baru di Jalan Duta. Bangunan megah ini memukau dengan kubah emasnya yang berkilauan dan pagar besi yang kokoh. Di depan gerbang, para pengawal berkuda berdiri tegak, mengingatkan pada Queen’s Guard di Inggris, namun dengan sentuhan Melayu yang khas.

Di sinilah, di depan kemegahan Istana Negara, jiwa akademis saya bangkit. Momen yang akan menjadi awal perdebatan sengit dengan Helmi dan Rizal, yang selama ini menganggap saya sebagai bulan-bulanan dalam diskusi wisata dan pragmatisme. Sebagai alumni Fakultas Hukum dengan spesialisasi Hukum Tata Negara dan Administrasi Negara, melihat istana ini bukan sekadar mengagumi arsitektur, melainkan menyelami sistem kekuasaan yang melahirkannya.

Sejak dari Batu Caves, Bukit Bintang, hingga Genting Highlands, saya selalu kalah dalam urusan manajemen wisata dan pragmatisme judi. Namun, di sini, di hadapan simbol kekuasaan, saya merasa memiliki keunggulan.

Baca Juga  Oknum Kepling Diduga Tahan Bansos Lingkungan Warga Tebingtinggi

“Kau tahu sistem kami, Fit?” tanya Rizal, sambil menunjuk lambang kerajaan di gerbang. “Kami ini Monarki Konstitusional. Tapi rajanya unik.”

“Unik apanya?” pancing saya, siap untuk adu argumen.

“Raja kami gilir kacang,” jawab Rizal santai, sebuah istilah yang membuat saya nyaris tersedak ludah sendiri. Istilah hukum macam apa itu?

Rizal kemudian menjelaskan dengan gaya orang awam yang meremehkan sakralitas. Malaysia memiliki sembilan Sultan dari sembilan negara bagian. Untuk menghindari perebutan takhta, mereka menciptakan sistem rotasi. Setiap lima tahun, mereka memilih satu di antara mereka untuk menjabat sebagai Yang di-Pertuan Agong, Raja se-Malaysia.

“Kalau di Semarang, macam arisan ibu-ibu PKK lah,” tambah Helmi terkekeh. “Lima tahun si A, lima tahun depan si B. Adil. Tak ada yang berkuasa seumur hidup di tingkat federal. Jadi tak ada diktator.”

Rizal tersenyum bangga. “Sistem kami demokratis dalam feodalisme. Kalian di Indonesia mana punya yang begini? Presiden kalian dipilih rakyat, tapi ya itu… dramanya panjang.”

Inilah momen yang saya tunggu. Angin seolah berpihak pada saya. Saya menegakkan punggung, mengeluarkan aura jurisprudentia yang selama ini terpendam.

“Kalian pikir sistem arisan itu paling hebat?” tanya saya meremehkan.

Rizal menaikkan alis. “Memang ada yang lebih hebat?”

“Dengar baik-baik, Wahai Rakyat Jiran,” kata saya, meniru gaya seorang orator. “Kalian bangga dengan Raja yang cuma simbol? Yang Reigns but not Rules (bertakhta tapi tak memerintah)? Yang cuma tanda tangan dokumen dan memberi ampunan narapidana?”

“Di negaraku,” lanjut saya sambil menunjuk dada, “Kami punya daerah di mana Rajanya adalah penguasa mutlak secara hukum positif. Dia Bertakhta dan Memerintah. Reigns and Rules.”

Baca Juga  Marissya Icha Borong Warung Aceh: Berbagi Gratis untuk Warga

Rizal dan Helmi terdiam, bungkam seribu bahasa.

“Namanya Yogyakarta,” kata saya. “Di sana, Gubernurnya tidak dipilih lewat Pilkada. Tidak ada kampanye, tidak ada tim sukses, tidak ada serangan fajar. Gubernurnya adalah Sultan Hamengkubuwono. Otomatis. Seumur hidup. Dan itu dilindungi Undang-Undang Keistimewaan.”

Mata Rizal yang biasanya sipit dan tajam, kini membelat. “Tunggu… maksud kau, dia Gubernur tapi juga Raja? Dan Jakarta setuju?”

“Bukan cuma setuju. Itu amanat konstitusi. Pasal 18B UUD 1945 kami mengakui satuan pemerintahan daerah yang bersifat istimewa,” jelas saya. Kuliah Hukum Tata Negara saya akhirnya berguna juga di pinggir jalan Kuala Lumpur.

Saya menjelaskan betapa powerful-nya Sultan Jogja. Beliau memiliki legitimasi budaya, legitimasi agama, legitimasi tanah (Sultan Ground), dan legitimasi birokrasi sekaligus.

Bandingkan dengan Yang di-Pertuan Agong Malaysia. Mereka bergilir setiap lima tahun. Baru saja nyaman duduk di singgasana, eh waktunya sudah habis. Harus berkemas pulang kampung. Kekuasaan riil tetap berada di tangan Perdana Menteri.

“Jadi,” kata saya menutup argumen, “Sistem gilir kacang kalian itu lucu. Kalian main aman. Kalian takut ada Raja yang terlalu kuat. Kami di Indonesia? Kami memberikan kekuasaan absolut pada satu sosok di Jogja karena kami percaya pada integritas sejarahnya. Itu baru level kepercayaan tingkat dewa.”

Helmi melongo. Rizal, untuk pertama kalinya selama dua hari ini, kehabisan kata-kata pedas.

“Gila…” gumam Rizal. “Aku pikir Indonesia itu cuma republik murni. Ternyata kalian punya kingdom within a republic yang jalan harmonis.”

“Itulah Indonesia, Zal,” kata saya sambil menepuk bahunya. “Kami rumit. Tapi di balik kerumitan itu, ada kekayaan sistem yang tak kalian punya.”

Malaysia boleh menang soal wisata dan manajemen judi. Tapi soal kerumitan dan keunikan Tata Negara? Jangan lawan Sarjana Hukum Indonesia. Kita adalah ahlinya membuat aturan yang membuat orang asing garuk-garuk kepala.

Baca Juga  Zakat, Wakaf: Pilar Keadilan Sosial.

Matahari mulai terbenam di balik kubah emas Istana Negara. Langit Kuala Lumpur berubah jingga. Kami kembali ke hotel. Kemenangan kecil di depan istana tadi sedikit mengobati rasa pegal di kaki dan rasa iri di hati soal trotoar yang rapi di Bukit Bintang.

Di kamar hotel, saya mulai berkemas. Baju kotor, oleh-oleh untuk anak istri masuk ke dalam koper. Besok paginya saya harus terbang pulang. Kembali ke realitas.

Kembali ke jalanan yang mungkin tak sehalus Bukit Bintang. Kembali ke birokrasi wisata yang mungkin tak se-sat-set Batu Caves. Dan kembali ke negara di mana judi itu haram, tapi pinjaman online ilegal merajalela.

Namun tak apa. Malaysia mungkin tempat yang nyaman untuk berwisata, tempat yang efisien untuk menghabiskan uang. Tapi Indonesia? Dengan segala kesemrawutan dan ‘keistimewaannya’, ia tetap tempat yang paling nyaman untuk pulang.

“Fit, bangun! Flight pagi kan?” Helmi mengirim pesan WhatsApp.

Saya tersenyum. Liburan selesai. Saatnya kembali menjadi wartawan yang menavigasi dunia berita dengan akal sehat seadanya.

Terima kasih, Malaysia. Kau tetangga yang menyebalkan karena terlalu rapi, tapi kau adalah guru yang baik.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan
Budaya

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan

22 April 2026 - 18:46
Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki
Alam

Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

21 April 2026 - 14:36
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya
Budaya

Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya

13 April 2026 - 09:23
Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan
Human Interest

Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan

12 April 2026 - 05:13
Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok
Human Interest

Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok

11 April 2026 - 01:02
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS: Ini Pembajakan Bersenjata

Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS: Ini Pembajakan Bersenjata

23 April 2026 - 07:41
Review Lengkap Realme GT 5 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Realme GT 5 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

23 April 2026 - 07:30
Kata Kurniawan Pasca Indonesia Gagal di Piala AFF U-17

Kata Kurniawan Pasca Indonesia Gagal di Piala AFF U-17

23 April 2026 - 07:23
BMKG Lacak Gempa Bumi di Jailolo, Maluku Utara, April 2026

BMKG Lacak Gempa Bumi di Jailolo, Maluku Utara, April 2026

23 April 2026 - 07:22
Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi

Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi

23 April 2026 - 07:03

Pilihan Redaksi

Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS: Ini Pembajakan Bersenjata

Iran Ancam Balas Serangan Kapal Perusak AS: Ini Pembajakan Bersenjata

23 April 2026 - 07:41
Review Lengkap Realme GT 5 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Realme GT 5 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

23 April 2026 - 07:30
Kata Kurniawan Pasca Indonesia Gagal di Piala AFF U-17

Kata Kurniawan Pasca Indonesia Gagal di Piala AFF U-17

23 April 2026 - 07:23
BMKG Lacak Gempa Bumi di Jailolo, Maluku Utara, April 2026

BMKG Lacak Gempa Bumi di Jailolo, Maluku Utara, April 2026

23 April 2026 - 07:22
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.