InJourney Perluas Jaringan Hotel, Targetkan 106 Properti dalam 4 Tahun ke Depan
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berambisi besar untuk memperluas portofolio hotel yang dikelolanya. Saat ini, InJourney mengelola 39 hotel dan berencana untuk meningkatkan jumlah tersebut secara signifikan menjadi 106 hotel dalam empat tahun ke depan. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa proses konsolidasi ini sedang berjalan dan melibatkan berbagai aksi korporasi.
“Hotel yang saat ini dikelola ada 39, nanti dalam rentang empat tahun ke depan akan dikonsolidasikan menjadi 106 hotel,” ungkap Maya Watono dalam sebuah konferensi pers yang bertajuk “4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, yang diselenggarakan di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin, 19 Januari 2026.
Proses menuju target 106 hotel ini merupakan bagian dari strategi korporasi yang mendalam. Diskusi intensif mengenai rencana ekspansi ini sedang berlangsung bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Dana Nusantara, yang merupakan pemegang saham InJourney. Meskipun Maya Watono belum dapat merinci secara lengkap alasan di balik konsolidasi besar-besaran ini, ia menekankan prinsip utama di balik strategi ini.
Fokus pada Bisnis Inti untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Maya Watono menegaskan bahwa setiap entitas bisnis di bawah naungan InJourney harus kembali fokus pada bisnis inti (core business) masing-masing. Hal ini berarti bahwa unit bisnis yang bergerak di sektor kebandarudaraan harus sepenuhnya berkonsentrasi pada operasional bandara, sementara unit bisnis perhotelan harus memusatkan perhatiannya pada pengembangan dan pengelolaan hotel.
“Mungkin dalam dua hingga tiga bulan ke depan baru saya bisa ungkap (alasan konsolidasi), namun memang kami mengarahkan semua ini kembali kepada core business. Tidak lagi melakukan bisnis yang tidak sesuai dengan core business,” jelas Maya.
Tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk memastikan InJourney dapat beroperasi dengan lebih efisien, fokus pada bisnis yang menjadi kekuatan utamanya, serta menerapkan model bisnis yang fundamental dan mampu memberikan keberlanjutan jangka panjang. Dengan memisahkan dan memperkuat lini bisnis masing-masing, InJourney diharapkan dapat meningkatkan kinerja finansial dan operasional secara keseluruhan.
Komitmen Lingkungan: InJourney Targetkan Pengurangan Emisi Karbon Signifikan
Selain ekspansi bisnis perhotelan, InJourney juga menunjukkan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. Maya Watono menyatakan bahwa dengan bertambahnya jumlah hotel yang dikelola, InJourney menyadari potensi peningkatan jejak karbon (carbon footprint). Oleh karena itu, perusahaan ini menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 4.000 ton karbon dioksida pada tahun ini.
“Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi 4.000 ton karbon dioksida, dan komitmen ini akan kami laksanakan tahun ini dengan nyata,” ujar Maya Watono.
Upaya pengurangan emisi karbon ini akan diimplementasikan di berbagai sektor yang berada di bawah pengelolaan InJourney. Beberapa inisiatif yang akan dijalankan meliputi:
- Penggunaan Energi Terbarukan: Pemasangan panel surya di 37 bandara yang dikelola InJourney untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
- Efisiensi Energi: Penerapan langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi listrik di seluruh area bandara.
- Manajemen Sampah: Pengembangan sistem manajemen sampah yang efektif di lingkungan hotel untuk meminimalkan limbah.
- Penanaman Pohon: Program penanaman pohon yang masif di berbagai aset dan destinasi yang dikelola InJourney.
Lebih lanjut, InJourney juga berencana untuk mengembangkan beberapa area mangrove di lokasi strategis seperti Mandalika dan Nusa Dua. Mangrove memiliki peran krusial dalam menyerap karbon dioksida dan melindungi garis pantai.
“Ini kami lakukan untuk dampak nyata pelestarian lingkungan Indonesia, karena memang yang kami lakukan sebenarnya adalah pelestarian secara fundamental,” tutup Maya Watono, menegaskan kembali dedikasi InJourney dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.



















