Kapolda Aceh Serukan Dukungan Penuh untuk Korban Banjir Bandang Menjelang Ramadhan
KUTACANE – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan pada Februari 2026, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyerukan agar seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan bersatu padu dalam memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan para korban banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Kunjungan kerja Kapolda ke wilayah tersebut pada Senin (19/1/2026) sore menjadi momentum penting untuk meninjau langsung kondisi terkini dan menggalang solidaritas.
Kapolda Aceh tiba di Aceh Tenggara menggunakan helikopter Polri, didampingi oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Direktur Narkoba (Dirnarkoba), serta pejabat tinggi pratama (PJU) Polda Aceh lainnya. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Denny Febrian Roza SSTP MSi, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri SIK, beserta jajaran PJU Polres Agara dan pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menekankan pentingnya perhatian kolektif terhadap para korban. “Saya ke sini (Aceh Tenggara) ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako,” ujar Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Ia menambahkan, “Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa Ramadhan, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat, dengan begitu, semangat ‘sepakat segenep’ ini dapat terus kita pertahankan.”
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penanganan kebutuhan dasar, terutama kebutuhan pangan dan sandang, bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban dan memastikan mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.
Apresiasi Tinggi untuk Penanggulangan Bencana di Aceh Tenggara
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tenggara. Penghargaan ini diberikan atas berbagai upaya luar biasa yang telah dilakukan dalam penanggulangan bencana banjir bandang.
Berkat kerja sama yang solid dan sinergis, Aceh Tenggara berhasil menjadi daerah pertama di wilayah hukum Polda Aceh yang berhasil menurunkan status penanganan bencana dari fase darurat menjadi fase pemulihan pascabencana. Pencapaian ini merupakan bukti nyata efektivitas koordinasi dan komitmen para pemimpin daerah dalam menghadapi musibah.
Jenderal bintang dua yang berasal dari Tangse ini mengungkapkan bahwa kekompakan yang terjalin di Aceh Tenggara sangat selaras dengan moto daerah “sepakat segenep,” yang berarti kebersamaan dan kesatuan. Ia berharap semangat ini tidak hanya terus digelorakan dalam konteks penanggulangan bencana, tetapi juga dalam upaya pembangunan daerah ke depannya.
Kapolda secara khusus menyoroti peran aktif Bupati, Kapolres, dan Komandan Distrik Militer (Dandim) yang dinilainya senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan dan dukungan moral. Kehadiran para pemimpin di lapangan, bahkan di tengah situasi sulit, menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi.
“Walaupun dari pusat belum ada bantuan, pemerintah setempat sudah bergerak. Kapolres bersama jajaran juga turun ke lapangan, meski mereka sendiri merupakan korban bencana. Karena kerja sama dan semangat ‘sepakat segenep’ berjalan baik, semua bisa dilakukan. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” tegas Kapolda Aceh.
Pernyataan Kapolda ini menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat, tetapi juga pada inisiatif dan kolaborasi di tingkat daerah. Semangat gotong royong dan saling membantu yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh Tenggara, yang tercermin dalam moto “sepakat segenep,” terbukti mampu menjadi kekuatan utama dalam melewati masa-masa sulit. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi berbagai tantangan.
Langkah Konkret Menuju Pemulihan
Tim Polda Aceh yang dipimpin langsung oleh Kapolda Marzuki Ali Basyah tidak hanya melakukan kunjungan seremonial, tetapi juga membawa bantuan nyata berupa sembako. Pendataan kebutuhan yang akurat dan distribusi yang merata menjadi kunci agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Proses pemulihan pascabencana memang membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Selain kebutuhan dasar, perhatian juga perlu diberikan pada pemulihan infrastruktur yang rusak, dukungan psikososial bagi para korban, serta upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. Dengan semangat “sepakat segenep,” diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemulihan ini.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga menjadi pilar utama dalam membangun kembali Aceh Tenggara yang lebih tangguh. Komitmen Kapolda Aceh untuk terus memberikan dukungan menunjukkan bahwa penanggulangan bencana dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.




















