Persebaya Surabaya mengalami perubahan signifikan dalam struktur kepelatihan mereka. Uston Nawawi, legenda hidup tim berjuluk Green Force, kini menjabat sebagai Direktur Teknik, sebuah langkah strategis yang mengiringi era kepelatihan Bernardo Tavares. Penunjukan ini tercatat secara resmi dalam dokumen pra-pertandingan I.League sebelum laga melawan PSIM Yogyakarta.
Perubahan ini terjadi bersamaan dengan performa positif Persebaya Surabaya di pekan ke-18. Mereka berhasil mengamankan kemenangan telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, yang semakin menambah kepercayaan diri tim.
Gol-gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Kemenangan ini membawa pulang tiga poin berharga bagi Persebaya, mempertahankan posisi mereka di peringkat keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan total 31 poin.
Peran Baru Uston Nawawi: Direktur Teknik
Perubahan peran Uston Nawawi menjadi Direktur Teknik memicu diskusi menarik di kalangan Bonek, sebutan bagi suporter setia Persebaya. Selama ini, Uston dikenal sebagai sosok penting dalam tim pelatih. Kini, fokusnya beralih ke pengembangan tim secara keseluruhan dari sisi teknis, sebuah langkah yang dianggap penting untuk kemajuan jangka panjang klub.
Peran Direktur Teknik memiliki beberapa tanggung jawab kunci, antara lain:
- Pengembangan Filosofi Permainan: Memastikan kesinambungan filosofi permainan Persebaya dari tim junior hingga tim senior.
- Identifikasi Bakat: Mencari dan mengembangkan pemain-pemain muda potensial untuk masa depan klub.
- Analisis Taktik: Menganalisis taktik lawan dan memberikan masukan kepada pelatih kepala.
- Evaluasi Pemain: Mengevaluasi performa pemain secara individu dan tim secara keseluruhan.
- Koordinasi dengan Akademi: Bekerja sama dengan akademi sepak bola Persebaya untuk memastikan kualitas pemain yang dihasilkan.
Struktur Kepelatihan Persebaya Surabaya di Bawah Bernardo Tavares
Di bawah struktur yang baru, Bernardo Tavares tetap memegang kendali sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Portugal ini memimpin Persebaya dengan dukungan staf yang lengkap dan solid.
Berikut adalah susunan lengkap staf kepelatihan Persebaya Surabaya:
- Pelatih Kepala: Bernardo Tavares
- Direktur Teknik: Uston Nawawi
- Manajer Tim: Sidiq Maulana Tualeka
- Sekretaris Tim: Andri Suyoko
- Asisten Pelatih: Paulo Renato Goncalves Duarte, Shin Sanggyu
- Pelatih Kiper: Felipe Martins Goncalves
- Dokter Tim: Ahmad Ridhoi
- Fisioterapis: Yogha Rasta Aditya Chasantana, Dani Maulana Nugraha
- Kit Man: Sutrisno
Komentar Bernardo Tavares Setelah Kemenangan Atas PSIM
Kemenangan di Bantul menjadi bukti awal solidnya kerja sama tim di bawah kepemimpinan Bernardo Tavares. Ia memuji penampilan anak asuhnya, terutama di babak kedua.
“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” ujar Tavares. Ia juga mengapresiasi respons positif dari para pemain yang menunjukkan disiplin dan agresivitas di lapangan.
Pelatih berusia 45 tahun tersebut meyakini bahwa kemenangan Persebaya memang pantas diraih, mengingat dominasi permainan dan banyaknya peluang yang diciptakan.
“Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa permainan tim semakin matang setelah turun minum.
Meskipun menang dengan skor telak, Bernardo Tavares tetap mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati. Ia meminta timnya untuk tidak terlena dengan kemenangan.
“Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” pesannya. Prinsip ini menjadi landasan kerja tim di era barunya.
Optimisme Persebaya Surabaya Menatap Masa Depan
Kemenangan atas PSIM Yogyakarta menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya. Konsistensi dalam meraih hasil positif sangat penting untuk menjaga posisi di papan atas klasemen.
Dengan struktur staf yang solid dan kepemimpinan yang kuat dari Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya menatap laga-laga berikutnya dengan penuh optimisme.
Green Force perlahan tapi pasti membangun fondasi yang kuat untuk bersaing secara konsisten di Super League 2025/2026. Kehadiran Uston Nawawi sebagai Direktur Teknik diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan tim jangka panjang, berbekal pengalaman dan kedekatan emosionalnya dengan klub.




















