Tenaga Besar! 400 dk Tapi Seirit LCGC, Ini Dia Baic BJ30 AWD
Tenaga Besar! 400 dk Tapi Seirit LCGC, Ini Dia Baic BJ30 AWD
Mobil ini memiliki kekuatan yang luar biasa, akselerasinya sangat baik, tetapi konsumsi bensinnya bahkan bisa mengalahkan mobil LCGC sekelas Honda Brio. Ya, ini adalah Baic BJ30 AWD
Review & Test
Dimas Pradopo April 20th, 7:48 AM April 20th, 7:48 AM
– Mobil ini memiliki tenaga besar, akselerasi yang mantap, tetapi iritnya mampu mengalahkan mobil LCGC sekelas Honda Brio. Ya, ini adalah Baic BJ30 AWD.
Baic BJ30 AWD adalah salah satu mobil yang ikut serta dalam Parade Chindo, sebuah liputan khusus oleh redaksi mengenai mobil-mobil asal Tiongkok.
Kebanyakan mobil yang tampil dalam Parade Chindo menggunakan tenaga listrik, tetapi Baic BJ30 AWD hadir dengan mesin hybrid electric vehicle (BEV) berjenis serial-parallel hybrid.
Sistem hybrid yang digunakan bukanlah jenis plug-in yang bisa diisi dayanya secara langsung seperti mobil full electric.

Di dalam Baic BJ30 AWD masih terdapat mesin bensin berkapasitas 1.498 cc yang menjadi sumber utama tenaga sekaligus berfungsi sebagai pengisi baterai 1,6 kWh yang tersimpan rapi di bagasi.
Mesin bensin ini dilengkapi dengan turbocharger dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 155 dk serta torsi maksimal 235 Nm.
Sementara itu, motor listriknya terdiri dari dua unit, yaitu di roda depan dan belakang. Motor di bagian depan memiliki output 174 dk dan torsi 315 Nm. Sedangkan motor di bagian belakang memberikan tenaga puncak 74 dk dan torsi 135 Nm.

Jika dijumlahkan, total tenaga yang dihasilkan mencapai 403 dk dengan torsi maksimal 685 Nm.
Wah, sangat besar! Bandingkan dengan Honda Brio yang hanya memiliki tenaga puncak sebesar 89 dk. Namun soal konsumsi bensin, Baic BJ30 AWD tidak kalah irit.
Konsumsi bensin mobil ini bisa mencapai 15 hingga 20 km per liter. Bagaimana caranya bisa seirit itu?
Yang jelas, sistem manajemen tenaga yang canggih memainkan peran penting. Pada kecepatan rendah, mobil dengan transmisi all time all wheels drive (AWD) ini dapat berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Bahkan ketika berhenti sejenak di kemacetan, semua mesinnya bisa dimatikan sehingga konsumsi energi menjadi nol.
Kondisi full electric ini dapat berlangsung hingga kecepatan 70 km/jam saat baterai dalam kondisi penuh.
Namun, ketika baterai mulai habis atau diperlukan tambahan tenaga, mesin bensin akan bekerja untuk memberikan dorongan tenaga sekaligus melakukan pengecasan pada baterai.
Itulah alasan mengapa mobil yang dijual dengan harga Rp 589 juta ini bisa irit namun tetap bertenaga!



















