Mantan pelatih timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, memberikan pernyataan terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United. Insiden tersebut berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4), dan menimbulkan reaksi dari banyak pihak.
Dalam unggahan yang viral di media sosial, terdapat tiga pemain Bhayangkara FC U-20 yang terlibat dalam aksi tidak terpuji. Mereka adalah Ahmad Catur, Aqilah Lissunnah, dan Fadly Alberto. Dari ketiganya, Ahmad melakukan penyerangan terhadap pemain lawan yang sedang dalam kondisi tidak berdaya. Sementara itu, dua pemain lainnya melakukan tendangan kungfu terhadap lawan mereka.
Fadly Alberto sendiri adalah mantan pemain timnas U-17 Indonesia yang pernah mencetak gol penting dalam Piala Dunia U-17 2025 saat melawan Honduras. Meski memiliki latar belakang yang bagus, insiden ini menunjukkan bahwa ia belum mampu mengontrol emosinya dalam pertandingan.
Nova Arianto menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh para pemain Bhayangkara FC U-20. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan hal yang berlebihan dan tidak pantas dilakukan, terlebih lagi untuk pemain di kelompok usia muda. Ia menekankan bahwa pemain harus mampu menjaga diri dan menghindari tindakan tidak suportif.
“Melihat kejadian yang terjadi dalam pertandingan EPA U-20 pastinya menjadi hal yang sangat disayangkan,” ujarnya dalam postingan Instagram pribadinya. “Apapun situasi dan alasannya, kejadian seperti ini bukanlah contoh yang baik untuk diikuti oleh pemain lain.”
Nova juga menyatakan bahwa saat ini ia masih mencari fakta-fakta terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa jika benar ada pemain timnas U-20 yang terlibat, maka akan mendapatkan konsekuensi yang berat. Sebab, pemain-pemain yang berlabel timnas seharusnya menjadi teladan bagi rekan-rekannya.
“Saat ini kami sedang mencoba memahami apa yang menyebabkan kejadian tersebut bisa terjadi,” tambahnya. “Jika memang benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat, pasti akan ada hukuman yang diberikan. Karena sudah seharusnya pemain timnas usia muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya.”
Selain itu, Nova menekankan pentingnya rasa hormat terhadap semua pihak yang ada di lapangan. Ia menilai bahwa kekerasan dalam sepak bola harus segera dihentikan karena dapat menghambat perkembangan pemain. Ia berharap masalah ini bisa segera selesai dan tidak terulang di masa depan.
Dari informasi yang beredar, Fadly Alberto akan segera dicoret dari daftar pemain timnas U-20 Indonesia. Hal ini menjadi langkah tegas untuk menegaskan bahwa tindakan tidak sopan tidak akan diterima dalam lingkungan sepak bola nasional.
“Selalu hormati apapun yang berada di lapangan,” pesannya. “Semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.”












