Pemanggilan Mathew Baker ke skuad tim nasional senior Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 menjadi sorotan utama. Keputusan ini, yang diumumkan bersamaan dengan daftar 23 pemain pilihan, bukan sekadar penambahan amunisi di lini pertahanan, melainkan sebuah strategi yang lebih dalam dari Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Sumardji, Ketua BTN PSSI, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk memperkuat aspek mental pemain muda berusia 18 tahun tersebut.
Baker, yang sebelumnya telah menunjukkan potensinya bersama tim nasional U-19, kini mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi dan berlatih bersama para seniornya. Kesempatan ini dilihat sebagai “terapi mental” yang krusial bagi perkembangan Baker. Harapannya, pengalaman ini akan menumbuhkan rasa percaya diri yang lebih kuat, mematangkan mentalitasnya, dan mempersiapkannya untuk menghadapi tekanan kompetisi di level internasional yang lebih tinggi.
“Kami ingin memberikan terapi mental kepada Matthew supaya dia lebih percaya diri dan lebih baik lagi di timnas U-19,” ujar Sumardji dalam sebuah kesempatan. Ia menekankan bahwa PSSI sangat mendukung setiap jenjang perkembangan Baker, termasuk kesempatan berharga ini. Dengan latar belakang keturunan Australia-Indonesia, Baker diharapkan dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi berbagai tantangan di kancah sepak bola global.
Peran Strategis Pemanggilan Mathew Baker
Penilaian Kesiapan Mental
Sumardji menjelaskan bahwa keputusan memanggil Baker ke timnas senior telah didiskusikan dengan pelatih timnas U-20, Nova Arianto. Nova Arianto sendiri telah menerima kabar mengenai pemanggilan Baker dari pelatih timnas senior, John Herdman. Reaksi positif Sumardji terhadap kabar tersebut menunjukkan apresiasi PSSI terhadap kesempatan yang diberikan kepada Baker.
“Matthew memang kemarin diskusi dengan saya. Coach Nova menyampaikan, ‘Pak Mardji, Matthew dipanggil timnas senior.’ Saya bilang, ‘Loh, bagus sekali,'” ungkap Sumardji. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pemanggilan Baker bukan sekadar keputusan mendadak, melainkan bagian dari rencana pengembangan pemain yang terstruktur.
Potensi Ganda: Timnas Senior dan U-19
Menariknya, setelah agenda bersama timnas senior selesai, Mathew Baker dijadwalkan untuk kembali memperkuat tim nasional U-19 Indonesia. Agenda berikutnya bagi tim U-19 adalah partisipasi dalam Piala AFF U-19 2026, yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada tanggal 1 hingga 1April 2026.
Namun, jadwal yang padat ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketersediaan Baker untuk seluruh rangkaian pertandingan Piala AFF U-19. Dengan adanya komitmen bersama timnas senior, ada kemungkinan Baker baru dapat bergabung dengan tim U-19 di babak semifinal turnamen, yang dijadwalkan pada 11 Juni. Hal ini berarti ia berpotensi absen pada fase grup, di mana timnas U-19 akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam pada periode 1-7 Juni 2026.
Sumardji menyadari potensi bentrokan jadwal ini dan berharap agar waktu dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kedua agenda penting tersebut. “Ya, mudah-mudahan waktunya tidak selip,” harapnya.
Baker: Pemain Termuda di Skuad Senior
Mathew Baker mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang dipanggil oleh pelatih John Herdman untuk memperkuat timnas senior Indonesia dalam dua laga FIFA Matchday melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026. Kedua pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Meskipun belum memiliki pengalaman bermain bersama timnas senior, kehadiran Baker di skuad ini menjadi bukti kepercayaan tim pelatih terhadap potensinya. Pemain yang saat ini bermain untuk Melbourne City ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik di dalam maupun di luar lapangan, melalui pengalamannya berinteraksi dengan pemain-pemain yang lebih senior dan berpengalaman.
Dampak Jangka Panjang bagi Timnas
Pemanggilan pemain muda seperti Mathew Baker ke timnas senior merupakan indikasi strategi jangka panjang PSSI dalam membangun fondasi tim yang kuat untuk masa depan. Dengan memberikan kesempatan dan pengalaman berharga di usia muda, diharapkan akan lahir generasi pemain yang tidak hanya memiliki talenta teknis mumpuni, tetapi juga mentalitas juara yang tangguh.
Pengalaman berlatih dan bertanding bersama timnas senior akan menjadi bekal berharga bagi Baker. Ia akan mendapatkan gambaran langsung mengenai standar permainan di level tertinggi, dinamika tim, serta tuntutan fisik dan mental yang menyertainya. Hal ini penting untuk memastikan transisi yang mulus dari level junior ke senior, dan pada akhirnya, menjadikan Baker sebagai salah satu pilar tim nasional di masa mendatang.
Lebih dari sekadar memperkuat tim saat ini, PSSI berinvestasi pada pengembangan individu pemain. Harapannya, Baker dapat tumbuh menjadi “pemain top” yang tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. Kesempatan ini adalah batu loncatan penting dalam perjalanan karier sepak bolanya.










