Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda serangkaian bencana akibat cuaca ekstrem selama bulan Januari 2026. Angin kencang dan hujan lebat menyebabkan pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca terkini.
Dampak Angin Kencang dan Pohon Tumbang
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten TTU, hingga saat ini tercatat tiga unit rumah mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon tumbang. Kejadian ini tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten TTU.
Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu: Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, sebuah rumah milik Et De Fretes mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang. Pohon tersebut tumbang akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah tersebut.
- Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan pada bangunan rumah cukup signifikan.
Desa Salu, Kecamatan Miomaffo Barat: Seminggu sebelumnya, rumah milik Paulinus Tefa di RT 023, RW 12, Desa Salu, juga menjadi korban angin puting beliung. Pohon tumbang menimpa rumah tersebut, menyebabkan kerusakan parah pada atap seng dan kayu penyanggah atap.
- Dinding bangunan juga mengalami retak akibat benturan batang kayu yang tumbang.
Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara: Dua minggu sebelumnya, sebuah rumah di Desa Humusu Wini, tepatnya rumah Lukas Adu di RT 015, RW 002, juga mengalami nasib serupa. Angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah pantai utara (Pantura) Kabupaten TTU menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah tersebut.
Imbauan Kewaspadaan dari BPBD TTU
Kepala BPBD Kabupaten TTU, Octho Nule, mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Kabupaten TTU. Imbauan ini telah disampaikan melalui surat imbauan Bupati TTU sejak akhir Desember 2025 lalu.
BPBD Kabupaten TTU secara aktif memberikan informasi terkini terkait perkembangan cuaca melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp Desa/Kelurahan Siaga Bencana yang beranggotakan seluruh kepala desa dan lurah di Kabupaten TTU. Informasi ini juga disebarluaskan melalui media sosial dan media online.
Jenis Bencana Hidrometeorologi Basah
BPBD Kabupaten TTU mengidentifikasi beberapa jenis bencana hidrometeorologi basah yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Angin puting beliung
- Intensitas hujan rendah, sedang, dan tinggi
- Petir
- Angin kencang
Peran Aktif Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten TTU terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan fungsi Call Center 112, yang dapat diakses oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana di wilayah masing-masing.
Meskipun demikian, pembangunan posko siaga bencana di Kabupaten TTU tetap menjadi prioritas dan terus dikoordinasikan dengan Call Center 112. Hal ini bertujuan untuk mempercepat respons dan penanganan bencana yang terjadi.
Pentingnya Memantau Informasi Cuaca
BPBD Kabupaten TTU mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi bencana dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Selain itu, para kepala desa dan lurah juga diminta untuk terus memantau situasi di wilayah masing-masing dan segera melaporkan jika terjadi kejadian bencana. Dengan kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir.




















