No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Iuran PBB Rp 17 T: Beban Pajak 2 Juta Warga

Erwin by Erwin
4 Februari 2026 - 10:01
in Ekonomi
0

Polemik Dana Rp 17 Triliun untuk Dewan Perdamaian: Kebutuhan Domestik vs. Komitmen Internasional

Wacana pemerintah untuk mengalokasikan dana sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17 triliun untuk iuran keanggotaan di Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Amerika Serikat menuai kritik tajam. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan keprihatinannya, menekankan bahwa angka tersebut merupakan skala yang sangat fantastis dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah diplomasi Indonesia bergabung dengan organisasi internasional manapun.

Dino, yang juga menjabat sebagai Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), merinci besaran Rp 17 triliun tersebut. Angka ini setara dengan 500 kali lipat iuran tahunan Indonesia untuk Sekretariat Asia, sama dengan iuran selama 50 tahun untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahkan dua kali lipat dari total anggaran tahunan Kementerian Luar Negeri. Ia juga membandingkan besaran dana tersebut dengan kontribusi pajak dari sekitar dua juta masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Karena itu saya heran mengapa tidak ada perdebatan yang mendalam di DPR mengenai angka Rp 17 triliun ini,” ujar Dino, menyoroti minimnya diskusi publik terkait kebijakan finansial berskala besar ini.

Keterbatasan Fiskal Indonesia Dibanding Negara Petrodolar

Lebih lanjut, Dino mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas fiskal yang jauh berbeda dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, atau Qatar yang memiliki sumber daya finansial melimpah. Ruang fiskal Indonesia masih sangat terbatas, terutama jika dihadapkan pada kebutuhan domestik yang mendesak.

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini diwarnai oleh kekhawatiran pengetatan anggaran, terutama untuk membiayai program-program prioritas seperti program makan bergizi gratis. Selain itu, transisi menuju energi bersih berjalan lambat akibat keterbatasan dana. Pelemahan nilai tukar rupiah, belum solidnya kepercayaan investor domestik dan asing, penurunan daya beli masyarakat, serta ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian nasional.

Baca Juga  Purbaya Dikritik, Suriah Redenominasi: Kabar Terkini

Prioritas Penggunaan Dana: Kemanfaatan Domestik dan Bantuan Bencana

Dengan mempertimbangkan situasi tersebut, Dino berkesimpulan bahwa dana Rp 17 triliun yang rencananya akan dialokasikan untuk Dewan Perdamaian, meskipun diklaim untuk membantu Palestina, justru sangat dibutuhkan untuk kepentingan dalam negeri. “Jangan lupa yang juga sangat urgen saudara-saudara kita di Sumatera yang terkena bencana banjir dan longsor masih sangat memerlukan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi,” tegasnya, merujuk pada kebutuhan mendesak pasca bencana alam.

Menurut pandangannya, kontribusi Indonesia untuk Palestina seharusnya tetap mempertimbangkan kemampuan finansial negara. Ia berpendapat bahwa pengerahan pasukan perdamaian ke Palestina sudah merupakan bentuk bantuan yang lebih dari cukup, mengingat negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara Arab pun belum tentu bersedia mengambil langkah serupa.

Dukungan Moral dan Diplomasi Lebih Krusial bagi Palestina

Dino juga menyoroti bahwa masyarakat Palestina sendiri tidak pernah secara eksplisit meminta dana sebesar Rp 17 triliun tersebut. Permintaan justru datang dari Dewan Perdamaian, sebuah entitas yang tidak memiliki perwakilan dari Palestina di dalamnya, melainkan diisi oleh sekutu-sekutu Israel.

“Palestina tidak meminta itu karena mereka tahu kemampuan Indonesia yang terbatas, dan mereka tahu yang mereka paling butuhkan dari Indonesia adalah dukungan moral, dukungan politik dan dukungan diplomasi,” jelas Dino. Ia menekankan bahwa dukungan non-finansial ini justru lebih krusial bagi perjuangan Palestina.

Saran untuk Keanggotaan Bertahap di Dewan Perdamaian

Sebagai penutup, diplomat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini menyarankan pemerintah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menjadi anggota tetap dari perkumpulan yang digagas oleh Donald Trump tersebut.

“Sebaiknya kita jadi anggota biasa saja dulu dan kita lihat dulu Board of Peace ini arahnya ke mana, akuntabilitasnya bagaimana, dan apakah benar akan benar-benar berpihak pada Palestina,” sarannya. Pendekatan bertahap ini memungkinkan Indonesia untuk mengevaluasi efektivitas dan komitmen Dewan Perdamaian sebelum mengikat diri dengan komitmen finansial yang besar.

Baca Juga  Perang Iran Guncang Asia: Nikkei, Kospi, IHSG Anjlok

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Kementerian Keuangan masih menunggu arahan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait pengalokasian dana tersebut. Namun, ia meyakini bahwa iuran tersebut akan dibiayai oleh negara, kemungkinan besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Analisis Lebih Dalam: Dampak Finansial dan Strategi Diplomasi

Keputusan untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 17 triliun untuk keanggotaan di Dewan Perdamaian, terlepas dari niat baiknya untuk berkontribusi pada perdamaian global, menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar terkait prioritas pembangunan dan efektivitas diplomasi Indonesia.

Skala Anggaran dan Dampaknya pada Sektor Kritis

Perbandingan yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal mengenai besaran Rp 17 triliun dengan anggaran lain sangatlah relevan. Jika anggaran tahunan Kementerian Luar Negeri saja tidak mencapai jumlah tersebut, maka pengalokasian dana sebesar itu untuk satu organisasi internasional patut dipertanyakan efisiensinya.

  • Program Prioritas Domestik: Dana sebesar Rp 17 triliun dapat dialokasikan untuk berbagai program prioritas domestik yang lebih mendesak, seperti:

    • Peningkatan infrastruktur di daerah tertinggal.
    • Program pemberdayaan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
    • Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di seluruh pelosok negeri.
    • Penanganan dampak perubahan iklim dan bencana alam yang semakin sering terjadi.
    • Program ketahanan pangan nasional.
  • Pendanaan Transisi Energi: Target bauran energi terbarukan di Indonesia masih membutuhkan investasi besar. Dana Rp 17 triliun bisa menjadi katalisator penting untuk mempercepat transisi ini, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan memitigasi dampak perubahan iklim.

  • Dukungan Korban Bencana: Seperti yang disinggung oleh Dino, korban bencana alam di Sumatera membutuhkan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi yang signifikan. Dana tersebut dapat memberikan solusi jangka panjang bagi mereka.

Efektivitas Dukungan untuk Palestina

Dukungan terhadap perjuangan Palestina adalah isu kemanusiaan dan politik yang penting. Namun, pertanyaan mengenai cara paling efektif untuk memberikan dukungan tersebut perlu dikaji lebih dalam.

  • Bentuk Dukungan Alternatif: Selain bantuan finansial langsung yang mungkin tidak diminta oleh masyarakat Palestina, Indonesia dapat memaksimalkan peranannya dalam:

    • Advokasi Diplomatik: Memperkuat lobi di forum-forum internasional seperti PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menekan Israel agar menghentikan pendudukan dan pelanggaran hak asasi manusia.
    • Bantuan Kemanusiaan Non-Tunai: Menyediakan bantuan medis, pangan, dan logistik yang dibutuhkan secara langsung melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang terpercaya.
    • Dukungan Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan beasiswa atau program pelatihan bagi pemuda Palestina untuk meningkatkan kapasitas mereka.
  • Transparansi dan Akuntabilitas Dewan Perdamaian: Penting untuk memahami struktur, tujuan, dan mekanisme kerja Dewan Perdamaian. Siapa saja anggotanya, bagaimana dana dikelola, dan bagaimana mereka mengukur keberhasilan program mereka? Ketiadaan perwakilan Palestina di dalam dewan tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai keberpihakan organisasi ini.

Baca Juga  245 UMKM Ikut Pawai Paskah Kupang, Pemuda GMIT: Ekonomi Mulai Bangkit

Strategi Diplomasi Jangka Panjang

Keputusan untuk bergabung dengan organisasi internasional harus didasarkan pada analisis strategis yang matang, termasuk potensi manfaat jangka panjang, keselarasan dengan kepentingan nasional, dan kemampuan finansial. Pendekatan keanggotaan biasa seperti yang disarankan Dino Patti Djalal, memungkinkan Indonesia untuk mengamati dan mengevaluasi terlebih dahulu sebelum berkomitmen penuh.

Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam diplomasi multilateral dan memainkan peran penting dalam berbagai forum internasional. Memastikan bahwa setiap langkah diplomasi strategis dan memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kesejahteraan, baik di tingkat domestik maupun global, adalah kunci. Pertimbangan matang atas alokasi dana publik, terutama dalam skala besar, sangat krusial untuk memastikan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.